skip to main content

Sikap dan Perilaku Warga terhadap Kebijakan Penanganan Wabah Covid-19

*Saiful Mujani orcid scopus  -  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Indonesia
Deni Irvani  -  Saiful Mujani Reserch and Consulting (SMRC), Indonesia
Open Access Copyright (c) 2020 Politika: Jurnal Ilmu Politik under https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Sebuah kebijakan publik akan efektif jika publik mendukungnya. Hal yang sama berlaku dalam konteks wabah  Covid-19. Sejauh ini belum ada studi tentang kebijakan pemerintah Indonesia, khususnya terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kepatuhan warga terhadapnya. Tulisan ini mengisi kekosongan tersebut dengan bertumpu pada hasil penelitian opini publik nasional tentang sikap dan perilaku publik terkait PSBB dan protokol kesehatan. Hasilnya adalah perilaku dan sikap pada kebijakan tersebut berhubungan dengan latar belakang perilaku politik, kepercayaan pada kemampuan pemerintah menangani Covid-19, status pekerjaan, pendapatan, pendidikan, agama, dan gender. PSBB tidak akan efektif karena jumlah warga yang harus bekerja di luar rumah sangat banyak. Sebaliknya, memberikan subsidi pada warga agar tidak bekerja selama pandemi tetapi tidak jelas kapan akan berakhir, tentu bukan kebijakan yang realistis. Untuk itu, kebijakan mengubah PSBB dengan kembali membolehkan warga bekerja seperti sebelum masa Covid-19 dan disertai protokol kesehatan yang ketat adalah solusi yang lebih realistis. Sosialisasi mendesaknya protokol kesehatan harus dilakukan lewat berbagai kelompok masyarakat dan lewat tokoh-tokoh berpengaruh karena mereka cenderung lebih didengar.

Fulltext View|Download
Keywords: Covid-19, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), protokol kesehatan, sikap dan perilaku warga

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
  1. Adolp, C et al, 2020, “Pandemic Politics: Timing State-Level Social Distancing Responses to Covid-19,” https://preprints.apsanet.org/engage/apsa/article-details/5e8f4e5868bfcc00122e8084 diakses 18 Juli 2020 jam 10:22)
  2. Allcott, Covid et al, 2020, “Polarization and Public Health: Partisan Differences in Social Distancing during the Coronavirus Pandemic,” http://web.stanford.edu/~gentzkow/research/social_distancing.pdf Dikases tgl 3 Juli 2020 jam 10:33
  3. Arriola, L, dan A Grossman, 2020 (akan terbit), “Ethnic Marginalization and (Non)Compliance in Public Health Emergencies,” Journal of Politics, https://Covid.allisongrossman.com/ag-working-paper diakses 3 Juli 2020, jam19:52
  4. Bhanot, S, dan DJ Hopkins, 2020, “Partisan Polarization and Resistance to Elite Messages: Results from a Survey Experiment on Social Distancing,” https://ssrn.com/abstract=3593450 atau
  5. Budiman, A, 1985, Pembagian Kerja Secara Seksual : Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di dalam Masyarakat, Jakarta: Gramedia
  6. Campbell, A, et al, 1960, American Voter, Chicago: Chicago University Press
  7. Curtice, J 2007, “Comparative Opinion Surveys.” Dalam RJ.Dalton dan COVID-D Klingemann (editor). The Oxford Handbook of Political Behavior. Oxford: Oxford University Press
  8. Dzakwan, MHA, 2020, “Loose or Lose: Relaxation of Religious Services in Indonesia During Covid-19?” https://Covid.csis.or.id/publications/loose-or-lose-relaxation-of-religious-services-in-indonesia-during-COVID-19 Diakses 3 Juli 2020, jam 20: 05
  9. Gadarian, SK et al,2020, “Partisan Endorsement Experiments Do Not Affect Mass Opinion on Covid-19,” SSRN: https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3574605 diakses 25 Agustus 2020,jam 10:11
  10. Grossman, G et al, 2020, “Political Partisanship Influences Behavioral Responses to Governors’ Recommendations for Covid-19 Prevention in the United States,” https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3578695 diakses hari Jumat 3 Juli 2020 jam 10:12
  11. Gustomy, R (2020), "Pandemi ke Infodemi: Polarisasi Politik dalam Wacana Covid-19 Pengguna Twitter," JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, vol. 5, no. 2, pp. 190-205, https://doi.org/10.14710/jiip.v5i2.8781
  12. Jaffrey, S 2020, “Coronavirus Blunders in Indonesia Turn Crisis into Catastrope,” https://carnegieendowment.org/2020/04/29/coronavirus-blunders-in-indonesia-turn-crisis-into-catastrophe-pub-81684 Diakses 3 Juli 2020 jam 20:01
  13. Kuipers, N, et al, 2020, “Encouraging Indonesians to Pray From Home During the Covid-19 Pandemic,” Journal of Experimental Political Science. https://doi.org/10.1017/XPS.2020.26
  14. Mietzner, M 2020, “Populist Anti-Scientism, Religious Polarisation and Institutionalised Corruption: How Indonesia’s Democratic Decline Shaped its Covid-19 Response,” Journal of Southeast Asian Affairs https://doi.org/10.1177%2F1868103420935561
  15. Mujani, S, 2020, (segera terbit). “Asesmen publik atas kinerja pemerintah Indonesia menangani wabah Covid-19. Sebuah penjelasan ekonomi politik.” Jurnal Penelitian Politik
  16. Painter, M dan T Qiu, 2020, “Political beliefs affect compliance with Covid-19 social distancing orders,” https://voxeu.org/article/political-beliefs-and-compliance-social-distancing-orders
  17. Saiful Mujani Reserach and Consulting(SMRC), 2020, “Wabah Covid-19 : Sikap atas Kebijakan dan Kondisi Ekonomi Warga,” https://saifulmujani.com/wp-content/uploads/2020/04/rilis-Covid-april-2020-final-rev-1.pdf Diakses 3 Juli 2020, jam 19: 39
  18. Ulbig, Stacy G. (2008), Voice is Not Enough: The Importance of Influence in Political Trust and Policy Assessments, Public Opinion Quarterly, Volume 72, Issue 3, hlm. 523–539, https://doi.org/10.1093/poq/nfn030
  19. Wang, Chia-Chou (2018) Primordialism, Instrumentalism, Constructivism: Factors Influencing Taiwanese People’s Regime Acceptance of Mainland China’s Government, Journal of Contemporary China, 27:109,137-150, DOI: 10.1080/10670564.2017.1363026

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.