Studi Efisiensi Penyisihan COD dalam Lindi dengan Sistem Evapotranspirasi Menggunakan Tumbuhan Sente (Alocasia macrorrhiza) dan Rumput Belulang (Eleusine indica)

DOI: https://doi.org/10.14710/presipitasi.v14i2.81-87

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Published: 09-11-2017
Section: Research Article
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

COD dalam lindi merupakan salah satu parameter yang secara umum berada pada konsentrasi yang tiggi sebagai salah satu hasil biodegradasi material organik dan anorganik dalam sampah di TPA. Sistem evapotranspirasi yang menggunakan tumbuhan lokal merupakan salah satu sistem yang menjanjikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efisiensi penyisihan COD dalam lindi dengan reaktor evapotranspirasi secara kontinyu yang menggunakan tumbuhan Tumbuhan Sente (Alocasia macrorrhiza) dan Rumput Belulang (Eleusine indica). Hasil uji menunjukkan efisiensi pada semua reaktor mulai sekitar hari ke 3 hingga hari ke 25 mengalami fluktuasi yang cenderung menurun (dari ± 75% menjadi ± 50%), tetapi hari selanjutnya cenderung meningkat. Pola tersebut dipengaruhi oleh peran media tanam, bakteri dalam media tanam, bakteri pada akar tumbuhan dan aktivitas metabolisme tumbuhan uji. Secara keseluruhan reaktor yang menggunakan Tumbuhan Sente (Alocasia macrorrhiza) lebih fluktuatif dibandingkan denga menggunakan Rumput Belulang (Eleusine indica) yang dipengaruhi pola pertumbuhan dan perkembangannya.

Keywords

COD dalam lindi, sistem evapotranspirasi, Tumbuhan Sente (Alocasia macrorrhiza), Rumput Belulang (Eleusine indica)

  1. Badrus Zaman  Scopus
    Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Irawan Wisnu Wardana 
    Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Endro Sutrisno 
    Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  4. Adistia Dian Kurniawati 
    Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  5. Amalia Amalia 
    Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia