MASTERPLAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI WILAYAH PERKOTAAN KABUPATEN SUKOHARJO

*Wiharyanto Oktiawan -  Departemen Teknik Lingkungan, Indonesia
Nurandani Hardyanti - 
Poerborini Damayanti - 
Published: 1 Sep 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Full Text:
Statistics: 78 640
Abstract
Di Indonesia, air limbah domestik merupakan pencemar terbesar yang masuk ke badan air.
Pemantauan dan pengendalian air buangan dapat dilakukan salah satunya dengan
meningkatkan pelayanan dalam hal sanitasi. Pemerintah menetapkan target terhadap tahun
2015-2019 antara lain 100% capaian pelayanan akses air minum, 0% proporsi rumah tangga
yang menempati hunian dan permukiman tidak layak (kumuh) di kawasan perkotaan dan 100%
capaian pelayanan akses sanitasi. Perencanaan masterplan ini bertujuan untuk menyediakan
fasilitas sanitasi yang memadai dalam pengelolaan air limbah domestik terutama di wilayah
perkotaan Kabupaten Sukoharjo. Masterplan ini akan mengkaji aspek teknis-teknologis dalam
perencanaan pengelolaan air limbah domestik. Pada masterplan ini direncanakan akan
dibangun 3 buah IPAL skala perkotaan dan 8 buah IPAL skala permukiman besar yang akan
melayani 20% penduduk perkotaan Kabupaten Sukoharjo. IPAL skala perkotaan direncanakan
terdapat 2 buah di Kecamatan Grogol dan 1 buah di Kecamatan Kartasura. IPAL skala
permukiman besar direncanakan terletak di Kecamatan Kartasura, Kecamatan Gatak, 2 buah di
Kecamatan Baki, masing-masing 1 buah di Kecamatan Bendosari, Gatak, Polokarto dan
Kecamatan Sukoharjo. Selain itu, untuk pelayanan sistem setempat direncanakan 3 (tiga)
daerah pelayanan IPLT yang dibangun secara bertahap. Tahap pertama yaitu optimalisasi IPLT
Eksisting (IPLT Mojorejo), tahap kedua yaitu pembangunan IPLT di Desa Bekonang Kecamatan
Mojolaban, dan tahap ketiga pembangunan IPLT di Desa Grajegan Kecamatan Tawangsari.
IPLT direncanakan dapat melayani sekitar  70% penduduk perkotaan.
Keywords
air limbah domestik; grey water; Kabupaten Sukoharjo; masterplan

Article Metrics: