PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) STUDI KASUSPT. HOLCIM INDONESIA, TBK NAROGONG PLANT

*Khurnia Tri Utami -  Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Syafrudin Syafrudin -  Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang, Indonesia 50275
Published: 1 Sep 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 327 3577
Abstract
PT Holcim Indonesia, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semen. Dalam kegiatan produsksinya, PT Holcim Indonesia, Tbk menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), baik limbah padat maupun limbah cair. Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun tersebut berpedoman pada Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Pengelolaan limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dilakukan oleh PT Holcim Indonesia, Tbk meliputi identifikasi dan inventarisasi, pengemasan, pelabelan dan pemberian simbol, penyimpanan, pengangkutan internal maupun kepada pihak ketiga dan pemanfaatan limbah B3. PT Holcim Indonesia Tbk. memanfaatkan sebagian besar limbah B3 yang dihasilkan dan limbah B3 dari pihak ketiga untuk digunakan sebagai substitusi bahan bakar maupun bahan baku di dalam proses produksi. Pemanfaatan yang dilakukan sesuai dengan peraturan dan izin yang berlaku. 
Keywords
industri semen; pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3); PT Holcim Indonesia Tbk

Article Metrics: