Penggunaan Nano-bio Koagulan dari Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) untuk Menurunkan COD, Kekeruhan, dan TSS Limbah Cair Industri Farmasi

The Use of Nano-Bio Coagulant from Rice Snail (Pila Ampullacea) Shells to Reduce COD, Turbidity, and TSS of Pharmaceutical Industry Wastewater

Mochtar Hadiwidodo  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Mohammad Naffah Ainurrofiq  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
*Purwono Purwono scopus  -  IAIN Surakarta, Indonesia
Wiharyanto Oktiawan  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 19 Jun 2019; Revised: 29 Aug 2019; Accepted: 30 Aug 2019; Published: 26 Nov 2019; Available online: 28 Nov 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Salah satu industry farmasi di Semarang, Jawa Tengah menggunakan koagulan Poly Alumunium Chloride (PAC) untuk mengolah limbah cair. Penggunaan PAC atas dasar kelayakan biaya dan efektivitas pengolahan. Apabila ditinjau dari aspek lingkungan, penggunaan koagulan sintetik dalam jumlah besar akan menimbulkan limbah lumpur yang sulit didegradasi, dan mampu mengubah tingkat keasaman air dan tanah disekitarnya, sehingga berdampak buruk bagi lingkungan. Pada penelitian ini kitosan digunakan sebagai nano bio koagulan untuk mengolah limbah cair industri farmasi. Variasi dosis nano bio koagulan dan kecepatan pengadukan dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi penyisihan parameter Chemical Oxygen Demand (COD), kekeruhan, dan Total Suspended Solid (TSS), limbah. Nani bio koagulan dibuat dari Cangkang keong Sawah (Pila Ampullacea) dan ukuran biokoagulan dibuat skala  nano partikel dengan harapan mampu meningkatkan efektifitas penyisihan. Metode persiapan berupa deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Proses nano partikel menggunakan alat HEM, ukuran partikel diuji menggunakan SEM dan uji gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan memiliki warna coklat abu-abu, ukuran partikel serbuk nano, kadar air 5,34 %, kadar abu 1,14 % dan derajat deasetil 25,27 %. Efisiensi penyisihan TSS yang tinggi sebesar 55,19 %, kekeruhan 64,73 % dan COD 55,63 %. Dosis yang optimum sebesar 200 mg/L dengan kecepatan pengadukan cepat 150 rpm. Nano biokoagulan kitosan paling efektif untuk menyisihkan kekeruhan dibandingkan dengan COD dan TSS limbah cair indutri farmasi.

Keywords: nano biokoagulan, Pila Ampullacea, pharmaceutical wastewater, coagulation, flocculation

Article Metrics:

  1. Ahmad, M., Amin U, K., Wahid, A., Ali Butt, Z., Muhammad, F., & Ahmad, F. 2012. Role of Hospital Effluent in the Contribution of Antibiotics and Antibiotic Resistant Bacteria to the Aquatic Environment. Pakistan Journal of Nutrition, 11(12), 1177–1182
  2. Akhtar, W., Muhammad, R., & Iqbal, A. 1997. Optimum Design of Sedimentation Tanks Based on Settling Characteristics of Karachi Tannery Wastes. Water, Air, and Soil Pollution, 98, 199–211
  3. Amokrane, A., Comel, C., & Veron, J. 1997. Landfill leachates pretreatment by coagulation–flocculation. Water Res., 31(11), 2775–2782
  4. Hamed, I., Özogul, F., & Regenstein, J. M. 2016. Industrial applications of crustacean by-products (chitin, chitosan, and chitooligosaccharides): A review. Trends in Food Science & Technology. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2015.11.007
  5. Hartati, E., Sutisna, M., & Windi, N. S. 2008. Perbaikan Kualitas Air Limbah Industrifarmasi Menggunakan Koagulan Biji Kelor (Moringa oleifera Lam) dan PAC (Poly Alumunium Chloride). Jurnal Teknik Lingkungan ITENAS, 4(3)
  6. Hasan, H. 2007. Studi Ekstraksi pada Proses Pembuatan Gelatin Tipe B dari Kulit Sapi. Bogor Agricultural University
  7. Hendrawati, H., Sumarni, S., & Nurhasni, N. 2016. Penggunaan Kitosan sebagai Koagulan Alami dalam Perbaikan Kualitas Air Danau. Jurnal Kimia VALENSI: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Ilmu Kimia, 1(1), 1–11
  8. Huang, X., Gao, B., Yue, Q., Wang, Y., Li, Q., Zhao, S., & Sun, S. 2013. Effect of dosing sequence and raw water pH on coagulation performance and flocs properties using dual-coagulation of polyaluminum chloride and compound bioflocculant in low temperature surface water treatment. Chemical Engineering Journal, 229, 477–483
  9. Imran, M., Ateeb, M., Hussnain, M., Ahmed, N., & Mahmood, Q. 2016. Integrated treatment of pharmaceutical effluents by chemical coagulation and ozonation. Separation and Purification Technology, 158, 383–386. https://doi.org/10.1016/j.seppur.2015.12.048
  10. Rossini, M., Garrido, J. G., & Galluzzo, M. 1999. Optimization of the coagulation ± flocculation treatment : influence of rapid mix parameters, 33(8)
  11. Sinardi, S., Soewondo, P., & Notodarmojo, S. 2013. Pembuatan, Karakterisasi dan Aplikasi Kitosan dari Cangkang Kerang Hijau (Mytulus Viridis Linneaus) sebagai Koagualan Penjernih Air. In Konferensi Nasional Teknik Sipil (Konteks). Solo
  12. Zheng, Y., Yu, S., Shuai, S., Zhou, Q., & Cheng, Q. 2013. Color removal and COD reduction of biologically treated textile effluent through submerged filtration using hollow fiber nano filtration membrane. Desalination, 314, 89–95

Last update: 2021-05-18 11:14:48

No citation recorded.

Last update: 2021-05-18 11:14:48

No citation recorded.