ANALISA PENGARUH KELEMBABAN KAYU TERHADAP KONSENTRASI PM 2,5 DALAM DAPUR BERBAHAN BAKAR KAYU SKALA REPLIKASI DAN RUMAH TANGGA

*Titik Istirokhatun -  , Indonesia
Irawan Wisnu Wardhan -  , Indonesia
Azaria Primelya - 
Published: 1 Mar 2011.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Review Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 126 271
Abstract
PM2,5  adalah salah satu polutan dari aktivitas memasak rumah tangga berbahan bakar kayu yang
berpotensi besar menjadi penyebab masalah kesehatan di sejumlah negara berkembang di dunia
(Huboyo, dkk, 2009). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelembaban kayu
terhadap konsentrasi PM2,5 pada proses pembakaran. Penelitian dilakukan pada  skala laboratorium
dengan menggunakan reaktor sederhana sebagai dapur  replikasi, dan skala lapangan di 10 rumah
yang menggunakan bahan bakar kayu dalam aktivitas memasak. Dari hasil penelitian skala replikasi
dihasilkan bahwa kelembaban kayu terhadap distribusi massa PM2,5 memiliki hubungan yang cukup,
karena adanya kontrol udara sehingga partikel yang  dihasilkan dapat tertampung dengan baik.
Sedangkan pada penelitian pada dapur rumah tangga menunjukkan tidak ada satu pun hubungan
antara distribusi massa PM2,5 dengan 4 faktor yaitu lama memasak, penggunaan kayu, laju
pembakaran dan kelembaban kayu, karena proses memasak setiap sampel berbeda. Dari hasil
penelitian skala replikasi semakin tinggi kelembaban maka semakin tinggi konsentrasi PM2,5  yang
dihasilkan, hal ini erat kaitannya dengan dilakukannya kontrol udara serta waktu pembakaran. Hasill
penelitian pada dapur rumah tangga mengindikasikan  kelembaban kayu tidak mempengaruhi
konsentrasi PM2,5 karena adanya pengaruh angin, tambahan bahan bakar yang digunakan serta faktor
lainnya.
Keywords
kelembaban kayu, proses pembakaran kayu, PM2,5

Article Metrics: