skip to main content

POTRET PSIKOSOSIAL KORBAN GEMPA 27 MEI 2006 (Sebuah Studi Kualitatif di Kecamatan Wedi dan Gantiwarno, Klaten)


Citation Format:
Abstract
Cukup 57 detik bagi Tuhan untuk bersabda melalui kedahsyatan alam ciptaannya,
bahwa kuasa-Nya memang tidak ada yang mungkin mampu menyamai. Gempa bumi tektonik
yang ‘hanya’ berkekuatan 5,9 pada Skala Richter telah membuat manusia benar-benar tiada
berdaya, lir kadyo gabah dipun interi (seperti gabah diputar-putar dan dibolak-balik di atas
tampi). Segala apa yang dibisikbangun dalam jalinan rentang panjang kehidupan umat manusia
kini tinggal puing, porak poranda dihantam bencana. Nama Tuhan pun diseru, disenandungkan
dengan mesra ketika manusia merasa diri lemah, tidak berdaya dirundung ketakutan, ditimpa
duka dan dihimpit rasa sakit.
Musibah gempa memang tidak sekedar meluluhlantakkan bangunan fisik, tetapi juga
mengoyak bangunan psikologis dan sosial masyarakat. Tulisan ini adalah hasil studi lapangan
yang didapatkan selama penulis berkesempatan menjadi tim relawan pendampingan korban
gempa. Potret psikososial masyarakat korban gempa menarik untuk dikaji lebih mendalam
karena ternyata di dalamnya tidak sekedar ditemukan nilai-nilai yag negatif, tetapi juga nilainilai
positif yang berasal dari kearifan lokal guna menggali makna terdalam menghadapi
bencana.
Kata Kunci : psikososial, gempa bumi, kearifan lokal, Jawa
Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.