PERAN DAN KAPASITAS PEMANGKU KEPENTINGAN PROGRAM RPM DALAM MENDUKUNG KETERSEDIAAN PANGAN MELALUI PRODUKSI PADI DI KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA, PROVINSI NTT

DOI: https://doi.org/10.14710/pwk.v14i3.19858
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) merupakan salah satu program pertanian di Wilayah Perbatasan Kabupaten Malaka untuk mendukung ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi padi. Implementasi program ini melibatkan multi pemangku kepentingan, yang masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda dalam peran dan kapasitas mereka. Pelaksanaan peran yang berbeda tersebut dapat saling melengkapi untuk mencapai tujuan, sebaliknya jika tidak dilakukan dengan baik akan berdampak pada kinerja mereka dalam mencapai tujuan program, sementara kinerja dipengaruhi oleh kapasitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji peran dan kapasitas Stakeholder Program RPM dalam mendukung ketersediaan pangan yang berlokasi di Kabupaten Malaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal (single case). Hasil penelitian menunjukan bahwa identifikasi peran dalam pelaksanaan program masih terjadi disfungsi peran yang menyebabkan tidak optimalnya kinerja pemangku kepentingan. Sementara hasil identifikasi kapasitas juga menunjukan bahwa secara umum kapasitas yang dimiliki pemangku kepentingan masih kurang sehingga turut mempengaruhi implementasi kebijakan Program RPM yang telah berjalan pada tahan pertama. Oleh karena itu penguatan dan pengembangan kapasitas penting untuk dilakukan terhadap para pemangku kepentingan yang terlibat dalam Program RPM.

Keywords

Peran; Kapasitas; Pemangku Kepentingan; Program Pembangunan

  1. Aurelia Eny Raydais 
    Dinas PU, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Malaka, Indonesia
  2. Maya Damayanti  Scopus Sinta
    Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Indonesia
  1. Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, Oxford Univercity Press, doi:10.1093/jopart/mum032.
  2. Creswell, J. W. (1998). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  3. Creswell, J. W. (2013). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. Culas, R. J., & Tek, K. (2016). Food Security in Cambodia: Trends and Policy Objective. International Journal of Devlopmnt Issues. Vol. 15, Iss 3, pp. 306-327, http://dx.doi.org/10.1108/IJDI-06-2016-0033.
  5. Ejaz, R., & Khan, A. (2012). Determinants of food security in rural areas of Pakistan. International Journal of Social Economics. Vol. 39, No. 12, Pp. 951-964, DOI 10.1108/03068291211269082.
  6. Grand Design One Village One Product Jalan Menuju Revolusi Pertanian Malaka. Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana kerja sama Pemerintah Kabupaten Malaka. (2016).
  7. Iqbal, M. (2007). Analisis peran pemangku kepentingan dan implementasinya dalam pembangunan pertanain. Jurnal Litbang Pertanian, 26(3), 89-99.
  8. Jafry, T. (2012). Global Trade and Climate Change Challenges. International Journal of Climate Change Strategies and Management. Vol. 4, Iss 4, pp. 442-451, http://dx.doi.org/10.1108/17568691211277755.
  9. Kario, N. H., & Fakhrina. (2016). Kajian Daya Dukung Usahatani Sawah Terhadap Kecukupan Beras di Nusa Tenggara Timur. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian, Banjarbaru, 20 Juli 2016.
  10. Laporan Kinerja Badan Ketahanan Pangan Tahun 2016. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. (2017).
  11. Mmbengwa, V. M. (2009). Capacity Building Strategies for Sustainable Farming SMMEs in South Africa. Unpublished Ph.d Disertation, Faculty of Natural and Agricultural Sciences, Department of Agricultural Economics, Universitas of the Free State, Bloemfontein, South Africa.
  12. Nugroho, H. C., Zauhar, S., & Suryadi. (2014). Koordinasi pelaksanaan program pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pengembangan dan Alam Lestari. Vol. 5, pp 12-22.
  13. Priyanto, D., & Diwyanto, K. (2014). Pengembangan pertanian Wilayah Perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Republik Demokrasi Timor Leste. Pengembangan Inovasi Pertanian, Vol. 7 No. 4, 207.220
  14. Utomo, Setyo. (2017). Simpul Perencana Volume 29: Nawacita. Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana Bappenas, Jakarta.
  15. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malaka 2017-2036. Badan Perencanaan, Pembangunan, Pengembangan dan Penelitian Kabupaten Malaka. (2017).
  16. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alvabeta, CV.
  17. Townsley, P. (1998). Social Issues in Fisheries. FAO Fisheries Technical Paper. No. 375. Rome, FAO. 39p.
  18. Yin, R. K. (2012). Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.