HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN DENGAN BENTUK ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP ROB DI PESISIR KOTA SEMARANG

DOI: https://doi.org/10.14710/pwk.v14i3.20259
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Perkembangan Pinggiran Kota Semarang meningkat cepat ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di kawasan pesisir Kota Semarang. Kawasan pesisir Kota Semarang berfungsi sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat kegiatan industri dan sebagai simpul utama transportasi Pulau Jawa. Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan terkonsentrasinya kegiatan di kawasan pesisir Kota Semarang mengakibatkan perkembangan permukiman cepat dari tahun ke tahun. Salah satu kawasan pesisir yang mengalami perkembangan permukiman relatif cepat adalah Kecamatan Genuk. Kondisi ini dapat diketahui berdasarkan adanya penambahan luas permukiman selama kurun waktu 10 tahun (2007-2017). Kawasan permukiman di Kecamatan Genuk merupakan kawasan yang sering mengalami banjir rob sehingga mengakibatkan kerusakan fisik permukiman dan infrastruktur. Perbedaan kemampuan adaptapi mengakibatkan adanya perbedaan tingkat kerentanan masyarakat terhadap bencana rob. Bentuk adaptasi juga dapat dipengaruhi oleh karakteristik fisik lingkungan permukiman. Sehingga perlu dikaji hubungan karakteristik permukiman dengan bentuk adaptasi masyarakat pesisir di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, analisis spasial, analisis skoring dan analisis korelasi Spearman. Penelitian ini lebih difokuskan pada mengkaji hubungan bentuk adaptasi dengan aspek fisik, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas mengenai aspek non fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara karakteristik fisik permukiman dengan bentuk adaptasi masyarakat terhadap rob (nilai koefisien korelasi = 0,535).

Keywords

Kawasan Pesisir; Karakteristik Permukiman; Adaptasi

  1. Tazri Mintiea 
    Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Bitta Pigawati  Scopus Sinta
    Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Indonesia
  1. Adger, W. Neil, and Katharine Vincent. 2005. “Uncertainty in Adaptive Capacity.” Comptes Rendus - Geoscience 337 (4): 399–410. doi:10.1016/j.crte.2004.11.004.
  2. Arta, Febrina Sri, and Bitta Pigawati. 2015. “The Patterns and Characteristics of Peri-Urban Settlement in East Ungaran District, Semarang Regency.” Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning 2 (2): 103–15. doi:10.14710/geoplanning.2.2.103-115.
  3. Banerjee, Anuradha. 1961. Environment, Population, and Human Settlements of Sundarban Delta. New Delhi : Concept Pub. Co.. 1998 424 p. : ill., maps ; 22 cm.
  4. Conyers, D. and P. Hills. 1984. An Introduction to Development Planning in the Third World.
  5. Holahan, Charles J. 1982. “Environmental Psychology.” In . New York : Random House.
  6. Jaitman, Laura, and Jose Brakarz. 2013. “Evaluation of Slum Upgrading Programs. Literature Review and Methodological Approaches.” Technical Note, Inter-American Development Bank, Institutions for Development Sector (IFD), no. November.
  7. Jens C. Sorensen, Scott T. McCreary. 1990. Institutional Arrangements for Managing Coastal Resources and Environments.
  8. Kodoatie, R.J. dan Sjarief, Rustam. 2005. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Andi, Yogyakarta.
  9. Lins-de-Barros, Flavia Moraes. 2017. “Integrated Coastal Vulnerability Assessment: A Methodology for Coastal Cities Management Integrating Socioeconomic, Physical and Environmental Dimensions - Case Study of Região Dos Lagos, Rio de Janeiro, Brazil.” Ocean & Coastal Management 149. Elsevier Ltd: 1–11. doi:10.1016/j.ocecoaman.2017.09.007.
  10. Marfai, Muh Aris, and Dyah R. Hizbaron. 2011. “Community’s Adaptive Capacity due to Coastal Flooding in Semarang Coastal City, Indonesia.” Analele Universitatii Din Oradea - Seria Geografie 1 (2): 209–21.
  11. Moran, Emilio F. 2018. Human Adaptability: An Introduction to Ecological Anthropology. Human Adaptability, Student Economy Edition: An Introduction to Ecological Anthropology. doi:10.4324/9780429493706.
  12. Perlman. 1980. Prehistory of the Oregon Coast.
  13. Pradoto, Wisnu; Piggawati, Bitta. 2014. “Kebertahanan Masyarakat Pesisir Kota Semarang.” Jurnal Teknik PWK.
  14. Riska, Novia, and Nany Yuliastuti. 2013. “Bentuk Adaptasi Masyarakat Terhadap Banjir Di Kampung Purwodinatan Dan Jurnatan Kota Semarang.” Jurnal Teknik PWK 2 (3): 457–67. doi:10.1017/CBO9781107415324.004.
  15. Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  16. Smit, Barry, and Johanna Wandel. 2006. “Adaptation, Adaptive Capacity and Vulnerability.” Global Environmental Change 16 (3): 282–92. doi:10.1016/j.gloenvcha.2006.03.008.
  17. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  18. Supranto. 1996. Statistik: Teori Dan Aplikasi.
  19. Suryanti, Emi Dwi, and Muh Aris Marfai. 2008. “Adaptasi Masyarakat Kawasan Pesisir Semarang Terhadap Bahaya Banjir Pasang Air Laut (Rob).” Jurnal Kebencanaan Indonesia 1 (5): 335–46. http://jurnal.pdii.lipi.go.id/index.php/search.html?act=tampil%7B&%7Did=57096%7B&%7Didc=46.
  20. Syah, Achmad Fachruddin. 2012. “Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir Bangkalan Terhadap Dampak Banjir” 5 (2).
  21. Turner, John F. C., and Robert Fichter. 1972. “Freedom to Build: Dweller Control of the Housing Process.” Urban Studies 11 (2): 301. doi:10.1080/00420987420080501.
  22. Wijaya, Arwan Putra, and Sariffudin. 2014. “POLA ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR GENUK KOTA SEMARANG,” 245–53.
  23. York, New, Van Nostrand Reinhold, and Joanne K Guilfoil. 1991. “Jon Lang â€TM S Creating Architectural Theory.”
  24. Zhang, Zhonghao, Rui Xiao, Ashton Shortridge, and Jiaping Wu. 2014. “Spatial Point Pattern Analysis of Human Settlements and Geographical Associations in Eastern Coastal China - A Case Study.” International Journal of Environmental Research and Public Health 11 (3): 2818–33. doi:10.3390/ijerph110302818.
  25. Badan Penanggulangan Bencana Daerah. 2018. “Daerah Rawan Bencana.” http://bpbd.semarangkota.go.id.
  26. Kemenristek RI. 2013. “Modul 3: Analisis Spasial.” Pelatihan Open Sources Software Geodatabase, Web Servis, Dan GIS (Model Spasial Open Platform), 1–31.