PENENTUAN PRIORITAS INDIKATOR DALAM MERENCANAKAN JALUR PEJALAN KAKI (STUDI KASUS: KAWASAN BLOK M, JAKARTA SELATAN)

DOI: https://doi.org/10.14710/pwk.v14i3.17703
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Kawasan Blok M merupakan pusat kegiatan sekunder di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang berfungsi sebagai pusat perkantoran, perdagangan dan jasa, dekat dengan permukiman yang memiliki daya tarik besar sebagai bangkitan dan tarikan lalu lintas, serta termasuk kawasan yang diprioritaskan untuk penanganan jalur pejalan kaki. Beberapa permasalahan kawasan Blok M yaitu adanya alih fungsi jalur pejalan kaki, kondisi geometri yang tidak ideal, tidak adanya street furniture, adanya hambatan pada jalur pejalan kaki, kondisi tekstur yang tidak rata, dan terdapat jalan yang belum memiliki jalur pejalan kaki. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penentuan prioritas indikator dalam merencanakan jalur pejalan kaki agar sesuai dengan preferensi pejalan kaki dan preferensi para ahli terkait keamanan dan kenyamanan, sehingga dapat berfungsi secara optimal. Penelitian ini menggunakan analisis IPA terkait preferensi pejalan kaki dan analisis AHP terkait preferensi para ahli untuk merumuskan penentuan prioritas indikator dalam merencanakan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman. Berdasarkan hasil analisis terkait penentuan prioritas indikator dalam merencanakan jalur pejalan kaki yang meliputi analisis preferensi pejalan kaki dan preferensi para ahli terkait tingkat keamanan dan kenyamanan, terdapat perbedaan terhadap penentuan prioritas indikator dalam merencanakan jalur pejalan kaki. Berdasarkan preferensi pejalan kaki, peniadaan hambatan/penghalang dan keberadaan street furniture sebagai prioritas utama indikator, di sisi lain kondisi permukaan (tekstur) dan aksesibilitas sebagai prioritas utama indikator yang disampaikan oleh para ahli.

Keywords

Jalur Pejalan Kaki; Keamanan dan Kenyamanan; Preferensi

  1. Hilman Gunung Mulia 
    Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, Indonesia
  2. Okto Risdianto Manullang  Sinta
    Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Indonesia
  1. Asadi-shekari, Z., Moeinaddini, M., & Zaly, M. (2015). Pedestrian safety index for evaluating street facilities in urban areas. Elsevier, 74, 1–14. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1016/j.ssci.2014.11.014
  2. Anonimous, 2014. Permak Trotoar di Blok M, Jaksel Usulkan Rp 80 M. Available at: https://metro.tempo.co/ read/630112/permak-trotoar-di-blok-m-jaksel-usulkan-rp-80-m
  3. Barman, J., & Daftardar, C. (2010). Planning for Sustainable Pedestrian Infrastructure with upcoming MRTS - An Appraisal of Walkability Conditions in Lucknow. Institute of Town Planners, India, 7(3), 64–76.
  4. Carmona, M., Heath, T., Oc, T., & Tiesdell, S. (2003). Public Places - Urban Spaces. Architectural Press.
  5. Chiara, D. Joseph. and Koppelman, E. Lee. 1994. Standar Perencanaan Tapak, Terjemahan Januar Hakim, Jakarta: Penerbit Erlangga.
  6. DKI Jakarta, P. Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (2014).
  7. Jung, B. D., Kwon, Y., & Kim, H. (2012). The Analysis of Priorities of ITS Using Analytic Hierarchy Processes. Evaluation.
  8. Kaban, Jhon Syah Putra, 2016. Penataan Trotoar Mendukung Penggunaan Transportasi Umum. Available at: http://www.beritajakarta.id/read/33619/ penataan-trotoar-mendukung-penggunaan-transportasi-umum#.WZ7QYz5JbIV
  9. Maghfur, A. (2015). Keselamatan Pejalan kaki: Manual Keselamatan Jalan Bagi Pengambil Keputusan dan Praktisi. World Health Organization.
  10. Martilla, J. A., & James, J. C. (2013). Importance-Performance Analysis. American Marketing Association, 41(1), 77–79.
  11. Martiyanti Erna, 2016. 48 Trotoar di Jakarta akan Diperbaiki. Available at: http://www.beritajakarta.id /read/29653/48_trotoar_di_jakarta_akan_diperbaiki#.WZ7QWD5JbIV
  12. Monteiro, F. B., & Campos, V. B. G. (2012). 15th meeting of the EURO Working Group on Transportation A proposal of indicators for evaluation of the urban space for pedestrians and cyclists in access to mass transit station. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 54, 637–645. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.09.781
  13. Nur, Z. A., & Suwandono, D. (2015). Kajian Keamanan Jalur Pejalan Kaki Di Jalan Arteri Sekunder Berdasarkan Aspek Fisik Dan Masyarakat ( Studi Kasus : Jalan Pemuda Kabupaten Klaten ). Ruang Undip, 1(1), 1–10. https://doi.org/HTTP://DX.DOI.ORG/10.14710/RUANG.1.4.1-10
  14. Pratama, N. (2014). Studi perencanaan trotoar di dalam lingkungan kampus universitas sriwijaya inderalaya. Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan Universitas Sriwijaya, 2(2), 272–277.
  15. Saaty, T. L. (2008). Decision making with the analytic hierarchy process. Int. J. Services Sciences, 1(1).
  16. Sandiputra, Rio, 2015. Pedestrian Kuningan dan Blok M Akan Ditata. Available at: http://www.beritajakarta. id/read/7799/pedestrian-kuningan-dan-blok-m-akan-ditata#.WZ_ sWD5JbIU
  17. Southworth, M. (2005). Designing the Walkable City. JOURNAL OF URBAN PLANNING AND DEVELOPMENT, 131(December), 246–257. https://doi.org/10.1061/(ASCE)0733-9488(2005)131:4(246)
  18. Timboeleng, J. A., & Sendow, T. K. (2015). Analisa Tingkat Pelayanan Trotoar Ditinjau Dari Laju Arus Pada Ruas Jalan Sam Ratulangi Manado Untuk Segmen Ruas Jalan Rs Siloam – Monumen Zero Point. Jurnal Sipil Statik, 3(2).
  19. Untermann, Richard K. 1984. Accommodating the Pedestrian: Adapting Towns and Neighborhoods for Walking and Biking. Van Nostrand Reinhold: New York.
  20. Yu, C. Y. (2015). Built environmental designs in promoting pedestrian safety. Sustainability (Switzerland), 7(7), 9444–9460. https://doi.org/10.3390/su7079444