DAMPAK PEMBANGUNAN PERUMAHAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA (STUDI KASUS DI DESA JAYAMEKAR, KABUPATEN BANDUNG BARAT)

*Dian Herdiana -  Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Cimahi, Indonesia
Received: 26 Sep 2018; Published: 9 Jan 2019.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 2672 373
Abstract

Perubahan sosial merupakan realitas yang tidak bisa dihindari oleh suatu masyarakat, termasuk masyarakat yang ada di perdesaan. Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan sosial, salah satunya yaitu adanya pembangunan perumahan yang berada di lingkungan perdesaan yang secara langsung tidak hanya memungkinkan masyarakat luar untuk datang dan bertempat tinggal di desa tersebut, tetapi juga nilai-nilai dari luar yang dibawa masyarakat pendatang akan masuk dan berakulturasi dengan nilai-nilai lokal setempat yang berimplikasi merubah struktur sosial yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana dampak pembangunan perumahan terhadap perubahan sosial masyarakat yang ada di Desa Jayamekar Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan sosial yang ada di Desa Jayamekar Kabupaten Bandung Barat dikelompokan kepada 2 (dua) pokok perubahan utama, yaitu: Pertama, perubahan pola pikir yang mana masyarakat menerima nilai-nilai baru yang berasal dari luar seperti cara berfikir logis dan orientasi berfikir kepada masa depan. Kedua, perubahan pola tindak yang mana masyarakat bersikap menerima kehadiran masyarakat pendatang dan melakukan interaksi sosial dalam berbagai bentuk aspek kehidupan. Perubahan tersebut tidak hanya membawa damak positif, tetapi juga membawa dampak negatif seperti turunnya nilai kepedulian sosial dan memunculkan sikap individualistis.

Keywords
Pembangunan, Perumahan, Desa, Masyarakat, Perubahan Sosial

Article Metrics:

  1. Abrams, Charles. (1964). Man’s Struggle for Shelter In An Urbanizing World.London : Cambridge.
  2. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat. (2017). Kecamatan Padalarang Dalam Angka Tahun 2017. Bandung Barat: Badan Pusat Statistik.
  3. Bart J. Epstein. (1969). External Relations Of Cities: City-Hinterland.Journal of Geography. 68(3), 134-147.
  4. Batudoka, Zubair. (2005).Kota Baru Dan Aspek Permukiman Mendepan. Jurnal SMARTek. 3(1), 27-36.
  5. Denzim, Norman K; Lincolin, Yvonna S.(2005). The SAGE Handbook of Qualitative Research. London: SAGE.
  6. Diningrat, Rendy Adriyan. (2014). Ketergantungan Kota Baru Kota Harapan Indah terhadap Kota Jakarta dan Wilayah Sekitarnya. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 25(3), 192-212.
  7. Fiske, John. (2011). Cultural and Communication Studies, Yogyakarta: Jalasutra.
  8. Harmono.(2015). Memotret Konflik Elit Politik Di Pedesaan. Jurnal Logika. 14(2). 81-87.
  9. Kalsum, Emilya. & Caesariadi, Tri Wibowo,. (2016). Konsep Permukiman Kota Terpadu Mandiri. Langkau Betang. 3(2), 12-24.
  10. Masruri, Siswanto & Fauroni R. Lukman. (2013). Peran Modal Sosial Filsafat Tri Tangtu Silih Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Di Desa Alamendah Rancabali Bandung.
  11. INFERENSI, Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. 7(2). 277-281.
  12. Moleong, J. Lexy. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung. PT. Remaja Karya.
  13. Nawawi, Hadari. 2007. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada university Press.
  14. Neuman, W. L. (2014). Social Reseach Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (7ed). London: Pearson Education Limited.
  15. Luthfia, Agusniar Rizka. (2013). Menilik Urgensi Desa Di Era Otonomi Daerah. Journal of Rural and Development. 4(2), 136-137.
  16. Loliliweri. (2011). Gatra-gatra Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  17. Ritonga, akmal syafii. (2017). Asimilasi Budaya Melayuterhadap Budaya Pendatang Di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru. JOM FISIP 4(2), 1-15
  18. Sari, Mekar Sekar Sari., Safitri, Diah., Sugito.(2014). Klasifikasi Wilayah Desa-Perdesaan Dan Desa-Perkotaan Wilayah Kabupaten Semarang Dengan Support Vector Machine (SVM). Jurnal Gaussian.3(4), 751-760.
  19. Soekanto, Soerjono. 2013. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  20. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: CV Alfabeta.
  21. Suparman, Asep. (2012). Desa dan Hak-Hak Tradisional. Jurnal Wawasan Hukum. 26(1).464-470.
  22. Syarbaini, Syahrial dan Rusdiyanta. 2009. Dasar-Dasar Sosiologi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  23. Vioya, Arrauda. (2010). Tahapan Perkembangan Kawasan Metropolitan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 21 (3), 215–226.
  24. Pemerintah Desa Jayamekar. 2018. Profil Desa Jayamekar Tahun 2018. Kabupaten Bandung Barat: Pemerintah Desa Jayamekar.
  25. Pikiran Rakyat. (10 Agustus 2018). Citing Internet sources URL http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2016/02/01/359341/wajah-padalarang-sebagai-pusat-bisnis-akan-tampak-pada-2018.
  26. Potabuga. (8 Agustus 2018). Citing Internet sources URL https: //media.neliti.com/ media/publications/92938-ID-peranan-kepala-desa-dalam-pelayanan-publ.pdf.
  27. Purnomo, bibit. (2009). Fenomena Migrasi Tenaga Kerja Dan Perannya Bagi Pembangunan Daerah Asal: Studi Empiris Di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 10(1), 84 - 102
  28. Walgito, B. (2003). Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Yogyakarta: Andi Offset.