JASA DAN ETIKA LINGKUNGAN UNTUK PENGENDALIAN AIR DAN BANJIR SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN DAS SERANG

*Agung Setyawan -  Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Totok Gunawan -  Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Suprapto Dibyosaputro -  Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Sri Rum Giyarsih -  Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Received: 16 Nov 2018; Published: 9 Jan 2019.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 360 261
Abstract
Penelitian ini merupakan kasus di DAS Serang Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta. Bertujuan untuk menilai sebaran spasial jasa lingkungan untuk pengaturan tata air dan banjir sebagai dasar untuk Pengelolaan kelestarian sumberdaya air DAS di DAS Serang, Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta. dengan metode dengan pendekatan jasa lingkungan menggunakan dua variable penaksir yaitu penggunaan lahan dan ecoregion. Masing-masing variable dinilai jasa lingkungannya terhadap pengaturan tata air dan banjir, yang kemudian disintesis menggunakan metode AHP menghasilkan nilai koefisien jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir. Dari nilai koefisien tersebut diolah dan dianalisis dengan teknis GIS menghasilkan sebaran spasial nilai jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir yang kemudian dilakukan pembagian kelas menjadi 5 kelas jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir yaitu kelas sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: untuk DAS Serang Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta pada daerah hulu berpontensi sebagai jasa pengaturan tata air dan banjir. Terutama di Kecamatan Kokap dengan persentase luasan jasa lingkungan pengaturan tata air dengan kelas sangat tinggi sebesar 85% dari luas Kecamatan Kokap. Sedangkan untuk etika lingkungan DAS serang Kab Kulonprogo D.I. Yogyakarta terdapat tiga kelas etika lingkungan di wilayah DAS yaitu untuk wialayah Hulu mempunya kelas Etika Lingkungan Rendah, Wilayah tengah kelas etika lingkungan sedang dan wilayah hilir kelas etika lingkungan.
Keywords
Etika Lingkungan; Jasa Lingkungan; Tata air dan Banjir; Daerah Aliran Sungai

Article Metrics:

  1. Millennium Ecosystem Assessment,. (2005). Ecosystems and Human Well-being: Synthesis. World Resources Institute. Island Press, Washington, DC.
  2. Saaty, R.W. (1987). The Analytic Hierarchy Process-What It Is And How It Is Used. Mathl Modelling, vol. 9, no. 3-5, pp. 161-176. 4922 Ellsworth Avenue, Pittsburgh, PA 15213, USA
  3. Hein, L., Koppen, K.V., De Groot, R.S.,Ierland. E.V.C. (2006). Spatial Scales, Stakeholders and The Valuation of Ecosystem Services. Ecological Economic, 57, 209-228. Retrieved from http://www.elsevier.com/locate/ecolecon
  4. Mercy Corps. (2007). Annual Report
  5. Arafat, S. M. , Abutaleb, K., E. Farg , Nabil M., Ahmed M. (2018). Identifying Land Use Change Trends Using Multi-temporal Remote Sensing Data for the New Damietta City, Egypt. Journal of Geography, Environment and Earth Science International, 14(3): 1-12, 2018; Article no.JGEESI, 40132. Retrieved from http://www.journalrepository.org
  6. Bradley Bethany A., Mustard John F. (2004). Identifying Land Cover variability Distinct From Land Cover Change: Cheatgrass in the Great Basin. Brown University, Department of Geological Sciences, 324 Brook Street Providence, RI 02912, United States. Retrieved from http://www.elsevier.com/locate/rse
  7. Omernik James M., Robert G., Bailey. (1997). Distinguishing Between Watersheds And Ecoregions. Journal Of The American Water Resources Association, American Water Resources Association, vol: 33, no : 5.
  8. Blasi1 C., Capotorti1 G., Copiz1 R., Guida D., Mollo B., Smiraglia D., Zavattero L. (2014). Plant Biosystems, Vol. 148, No. 6, 1255–1345, Plant Biosystems - An International Journal Dealing with All Aspects of Plant Biology. Retrieved from http://dx.doi.org
  9. Olson David M., Wikramanayake Eric D., Burgess Neil D., Powell George V. N., Emma C., Underwood Jennifer A., D’amico, Illanga Itoua, Strand Holly E., Morrison John C., Loucks Colby J., Allnutt Thomas F., Ricketts Taylor H., Kura Yumiko, Lamoreux John F., Wettengel Wesley W., Hedao Prashant, Kassem Kenneth R.. (2001). Terrestrial Ecoregions of the World: A New Map of Life on Earth. Bioscience, American Institute of Biological Sciences, Oxford University Press (OUP). Retrieved from http://researchgate.net/journal/0006-3568_Bioscience
  10. Asdak, Chay 2010, Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Gadjah Mada University Press, Jogjakarta.
  11. Arsyad, S 1989. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: Penerbit IPB Press.
  12. Assouline and Ben-Hur.2006. Effect of rainfall intesity and slope gradient on the dynamics of interrill erosion during soil surface sealing Catena 66. Published by Elsevier Limited and Science Press P.211-220
  13. Bdja S. D.M Chapman. D. Dragovich. 2001. Using Remote sensing and GIS for assesing and Maping Land Use and Land Qualities in the Hawkesbury-Nepan River Catcment Australia
  14. Dibyosaputro. S. 2011. Pola persebaran Keruangan terjadinya erosi permukaan sebagai respon lahan terhadap hujan di DAS Secang Disertasi. Yogyakarta: Program Pascasarjana Fakultas Geografi, Universitas Gadjahmada.
  15. Elias G. Bekele and John W. Nicklow. 2005. Multiobjective management of ecosystem services by integrative watershed modeling and evolutionary algorithms. Department of Civil and Environmental Engineering, Southern Illinois University at Carbondale, USA
  16. Fajarningsih. RU. 2016. Pengelolaan dan Penilaian Jasa Lingkungan Hutan Lindung Berbasis Masyarakat di Gunung Lawu Bagian Barat. Disertasi. Fakultas Kehutanan. Universitas Negeri Surakata
  17. Fen-Li, 2006. Effect of Vegetatio Change on Soil Erosion on The Loess Palteu. Pedosphere 16(4), Nortwest A&F University, Yangling, China
  18. Foster et al, 1980. Discussion of “Application of the Universal Soil Loss Equationto Rangelands on a Per-Storm Basis,” by Trieste and Gifford in Journal of Range Management 33:66-70. hydraulic engineer, USDA-SEA-AR, Dept. of Agricultural Engineering, Purdue University, West Lafayette, Indiana; hydrologist, hydraulic engineer, hydrologist, and hydraulic engineer, USDA-S
  19. Foster, G.R., L.D. Meyer, and C.A. Onstad. 1977. An erosion equation derived from basic erosion principles. Trans. Amer. Sot. Agr. Eng. 20:678-682
  20. Neibling, W.H. and G.R. Foster. 1980. Sediment transport capacity of overland flow. In: G.W. Knisel (Editor) CREAMS: A Field Scale Model for Chemicals, Runoff, and Erosion from Agricultural Management Systems. U.S. Department of Agriculture Conservation Research Report. No. 26, pp. 463-473.