PROFIL SUHU PADA PROSES PENGERINGAN

*M. Syaiful -  Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Jl. WR. Supratman, Kandang Limun Bengkulu, Indonesia
Hargono Hargono -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Tlp.:62-24-7460058, Fax.: 62-24-76480675, Indonesia
Published: 1 Jun 2009.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 969 2015
Abstract

Pengeringan bahan pangan umumnya bertujuan untuk mengawetkan bahan yang mudah rusak sehingga mutu dapat dipertahankan selama penyimpanan. Proses pengeringan terjadi melalui penguapan air, cara ini dilakukan dengan menurunkan kelembaban (RH) udara dengan mengalirkan udara panas disekeliling bahan, sehingga kecepatan uap air bahan lebih besar dari pada tekanan uap air di udara. Perbedaan tekanan ini menyebabkan terjadinya aliran uap air dari bahan ke udara. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan kajian dasar terhadap perpindahan momentum, energi dan massa secara simultan pada proses penguapan air dalam bahan padat ke dalam aliran udara panas yang dilakukan terhadap gabah. Hasil penelitian dengan pemodelan persamaan matematik perpindahan massa, momentum dan energi secara simultan pada sistem pengering dapat memberikan gambaran tentang profil kecepatan, suhu dan RH udara pengering terhadap dimensi panjang rak pengering, tinggi ruangan kosong diatas rak serta dapat menentukan fraksi massa uap air yang terbawa oleh aliran udara keluar system. Guna mempelajari lebih jauh mengenai proses pengeringan ini dipergunakan juga teknik CFD. Penggunaan teknik simulasi CFD secara keseluruhan memberikan gambaran pola aliran udara dan profil suhu mendekati kenyataan dalam percobaan yang dilakukan.  Dimana pada lebar 12 cm dan panjang 50 cm, suhu dan kecepatan udara di atas rak berkisar antara 34oC sampai 34,8oC dan kecepatan udara berkisar antara 0,18 m/dt sampai 0,21 m/dt. Untuk panjang rak 25 cm dengan lebar 24 cm kisaran kecepatan udaranya adalah 0,2 m/dt sampai 0,23 m/dt dengan suhu berkisar antara 34,8oC dan 35,2oC. Kadar air akhir gabah pada penelitian ini berturut-turut adalah 14,93% (bb) untuk percobaan 01, 14,52% bb, untuk percobaan 02,14,83% bb untuk percobaan 03 dan 14,47% bb untuk percobaan 04.

Keywords
CFD, pengeringan produk model slab, perpindahan panas, massa dan momentum simultan

Article Metrics: