HIDRODISTILASI MINYAK JAHE (Zingiber officinale Rosc.)

*Muhamad Dani Supardan  -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Ruslan Ruslan  -  Balai Riset dan Standardisasi Industri Banda Aceh, Indonesia
Satriana Satriana  -  Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Normalina Arpi  -  Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Published: 5 Dec 2009.
Open Access

Citation Format:
Abstract

Penelitian tentang penyulingan minyak jahe dengan metode hidrodistilasi menggunakan gelombang ultrasonik telah dilakukan. Variabel proses yang diamati adalah perbandingan pelarut air dan bubuk jahe atau SF rasio (8:1, 10:1, 12:1 dan 14:1) dan temperatur hidrodistilasi (80, 85, 90 dan 95oC). Proses hidrodistilasi dilakukan menggunakan ultrasonic bath dengan frekuensi 37 kHz. Sebagai pembanding dilakukan juga proses hidrodistilasi tanpa bantuan ultrasonik. Minyak jahe yang diperoleh berupa cairan berwarna kuning terang dengan aroma jahe yang khas. Hasil penelitian menunjukkan hidrodistilasi tanpa bantuan ultrasonik hanya dapat mengekstrak 49% minyak atsiri dalam bahan, sedangkan hidrodistilasi dengan bantuan ultrasonik mampu mengekstrak hingga 84% minyak atsiri dalam bahan pada kondisi temperatur 80oC dan SF rasio 12:1. Hasil analisis dengan kromatografi gas menunjukkan komponen dengan komposisi tertinggi dalam minyak jahe hasil hidrodistilasi dengan bantuan ultrasonik adalah Zingiberene. Hasil analisis beberapa parameter terhadap produk menunjukkan minyak jahe sudah memenuhi spesifikasi menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 06-1312-1998.

Keywords: hidrodistilasi, minyak jahe, ultrasonik

Article Metrics:

Last update: 2021-02-26 00:50:54

No citation recorded.

Last update: 2021-02-26 00:50:55

  1. Enhancement of Quality of Nutmeg Oil Using Rotary Vaccumm Evaporator

    Hasmita I.. Journal of Physics: Conference Series, 127 (1), 2019. doi: 10.1088/1742-6596/1232/1/012039