PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

*Yuswan Muharam -  Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424; Telp. 021-7863516; Faks. 021-7863515, Indonesia
Chandra Hadiwijaya -  Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424; Telp. 021-7863516; Faks. 021-7863515
Jacquin Suryadi -  Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424; Telp. 021-7863516; Faks. 021-7863515
Published: 14 Oct 2012.
Open Access
Abstract

One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octane
number. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel research
engines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limited
number of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercial
fuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primary
reference fuel and multi component hydrocarbons are used to calculate the ignition delay times of
primary reference fuel and commercial fuels, respectively. The ignition delay times of primary
reference fuel and commercial fuels are calculated at the same initial pressure and temperature, as
well as the same equivalence ratio. The octane number of a commercial fuel is known if its ignition
delay time agrees with that of PFR possessing a certain volume percentage of isooctane. The model
generates the octane numbers of commercial fuels BB-A being 92.5, BB-B being 94.5, BB-C being
89, BB-D being 90.5 and BB-E being 91.5 with the good agreement with those claimed by the fuel
producers.

 

Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angka
oktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research).
Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua.
Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakan
model kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan model
hidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitung
waktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisi
bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal,
serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial diketahui apabila
waktu tunda ignisinya cocok dengan waktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama yang memiliki
persen volume isooktana tertentu. Model menghasilkan angka oktana bahan bakar komersial BB-A
sebesar 92,5, BB-B 94,5, BB-C 89, BB-D 90,5 dan BB-E 91,5 yang memiliki ketepatan yang tinggi
terhadap klaim produser bahan bakar komersial.

Other format:

Keywords
bahan bakar komersial; waktu tunda ignisi; model kinetika; angka oktan; bahan bakar rujukan utama

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 842 1456