ADSORPSI LOGAM SENG (Zn) DAN TIMBAL (Pb) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAMIK OLEH TANAH LIAT

*Cindy Rianti Priadi -  Program Studi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Kampus Baru Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
Anita Anita -  Program Studi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Kampus Baru Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
Putri Nilam Sari -  Program Studi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Kampus Baru Universitas Indonesia, Depok
Setyo Sarwanto Moersidik -  Program Studi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Kampus Baru Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
Published: 6 Apr 2014.
Open Access
Abstract

ADSORPTION OF ZINC AND LEAD FROM CERAMIC WASTEWATER USING CLAY. Ceramic industry generates glaze wastewater and clay waste. Glaze wastewater contains heavy metal from ceramic painting process which can potentially cause severe pollution problem. Glaze wastewater from PT.X typically contains Cd (0.013 mg/L); Cu (0.033 mg/L); Pb (1.20 mg/L); and Zn (7.00 mg/L). Clay waste used as adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. The present study investigates in bench scale and uses batch adsorption method to determine effective  adsorbent amount and contact time in removing heavy metals in glaze wastewater in order to fulfill the discharge requirement based on regulation of Minister of Environment No.16/2008concerning effluent water standard for ceramic industries. The results showed that the effective adsorbent amount and contact time respectively are 5 g/L and 15 minutes with pH 8 and stirring speed of 150 rpm. Concentration of heavy metal adsorbed are 0,614 mg/L and 2,07 mg/L for lead (Pb) and zinc (Zn) with removal efficiency up to 61.0% for Pb and 9.8% for Zn.From this study clay waste could be potentially used as an adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater.

Keywords: adsorption, clay waste, heavy metals

Abstrak

Industri keramik menghasilkan limbah glasir dan limbah tanah liat. Limbah glasir mengandung logam berat yang berasal dari proses pewarnaan keramik dan berpotensi mencemari lingkungan. Kandungan logam berat pada limbah glasir PT.X yaitu Cd (0,013 mg/L); Cu (0,033 mg/L); Pb (1,20 mg/L); dan Zn (7,00 mg/L). Limbah tanah liat digunakan sebagai adsorben yang berguna mengurangi kadar logam berat pada limbah glasir.Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch adsorpsi untuk menentukan dosis adsorben dan waktu kontak yang efektif dalam mengolah limbah glasir agar memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri keramik. Hasil penelitian menunjukan dosis efektif  adsorben sebesar 5 g/L dan waktu kontak 15 menit dengan kondisi pH 8 dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Kadar logam setelah diadsorpsi telah mencapai baku mutu yaitu sebesar 0,614 mg/L dan 2,07 mg/L untuk Pb dan Zn dengan efisiensi pengurangan kadar logam Pb sebesar 61% dan Zn sebesar 9,8%. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa limbah tanah liat berpotensi dijadikan adsorben untuk mengurangi kandungan logam pada limbah cair industri keramik.

 

Other format:

Keywords
adsorpsi, limbah tanah liat, logam berat

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Article
Language: ID
Full Text:
Statistics: 4986 3755