EFEKTIVITAS MIKROORGANISME SEBAGAI BAHAN BIOREMIDIASI PADA LIMBAH PENCUCIAN IKAN TONGKOL (Auxis thazard) (SKALA LABORATORIUM) Microorganism Effectiviness as Bioreidiation of Tongkol (Auxis thazard) Wahery Waste (Laboratory Scale)

*Rafiq Fitriadi -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Haeruddin Haeruddin -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Churun Ain -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 29 Jan 2017; Published: 30 Jan 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 784 6524
Abstract

 

Limbah pencucian ikan dari pasar ikan dan industri pengolahan ikan tradisional biasanya langsung dibuang di saluran pembuangan tanpa adanya pengolahan limbah terlebih dahulu. Dampak pencemaran ini dapat menurunkan kualitas perairan sehingga menganggu kelangsungan hidup biota perairan dan masyarakat sekitar karena proses degradasi dari limbah. Oleh karena itu dibutuhkan teknik yang aman, efektif, dan ekonomis salah satunya dengan mikroorganisme sebagai bioremidiator. Penelitian ini menggunakan produk mikroorganisme pengolah limbah sebagai bahan bioremidiasi dengan komposisi mikroorganisme (Rhodopseudomonas sp., Lactobacillus sp., Aspergillus sp., Penicilium sp., Sacharomyces sp., dan Actinomycets sp.) untuk mereduksi bahan pencemar dan limbah pencucian ikan tongkol sebagai air sampel. Penelitian ini mengukur konsentrasi amoniak (NH3), nitrit (NO2) dan asam sulfida (H2S) sebagai parameter utama dan DO, pH, temperatur, dan bau air sebagai parameter pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan mikroorganisme dalam upaya mengurangi bahan pencemar limbah pencucian ikan dari konsentrasi amoniak, nitrit dan asam sulfida. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan penambahan mikroorganisme 6 perlakuan termasuk kontrol (K= Kontrol, A= 0,01 ml , B = 0,1 ml ,C= 1 ml, D =10 ml dan E= 100 ml)  menggunakan mikroorganisme yang tidak difermentasi selama 96 jam, terdiri dari 3 ulangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi amoniak, nitrit, dan asam sulfida pada perlakuan A, B, C, D, dan E lebih rendah dibandingkan dengan kontrol, hal ini menunjukkan bahwa mikroorganisme dapat menurunkan limbah pencucian ikan tongkol. Nilai efektivitas paling tinggi yaitu perlakuan E sebagai bioremidiasi limbah pencucian ikan dengan persentase amoniak 59,88 %, nitrit 64,60 % dan asam sulfida 19,19%.

  

Fish washery waste from the fish market and the traditional fish processing industry actually disposed in the sewer without waste treatment. The impact this poluttion can degrade the quality of water that disrupts the survival of aquatic biota and local resident because the degradation process of waste. Therefore we need a technique that is safe, effective, and economical one of them with the bacteria as bioremidiator. This study using microorganism as bioremidiator the composition of microorganisms (Rhodopseudomonas sp., Lactobacillus sp., Aspergillus sp., Penicillium sp., Sacharomyces sp., and Actinomycets sp.) and Tongkol washery waste as sample. This study measured the concentration of ammonia (NH3), nitrite (NO2) and hydrogen sulfide (H2S) as the main parameter and DO, pH, temperature, and the smell of the water as a secondary parameter. This study aims to determine the effectiveness of the use of microorganism in an effort to reduce pollutants fish washing waste the concentration of ammonia, nitrite and hydrogen sulfide.This study uses a completely randomized design (CRD  with addition of microorganisms 6 treatments included control (K = control, A = 0.01 ml, B = 0.1, C = 1 ml, D = 10 ml and E = 100 ml). The results obtained from this study showed that the concentrations of ammonia, nitrite, and hydrogen sulfide on treatment A, B, C, D, and E is lower than in the controls, suggesting that microorganism can reduce tongkol washery wash. The highest value of the effectiveness is treatment E as bioremediation of fish washery waste with percentage of ammonia 59.88%, 64.60% nitrite and 19.19% hydrogen sulfide. 
Keywords
Limbah Pencucian Ikan; Mikroorganisme; Ammoniak; Nitrit; Asam Sulfida

Article Metrics:

  1. Ali, M. 2012. Tinjauan Proses Bioremidiasi Melalui Pengujian Tanah Tercemar Minyak. UPN Press, Surabaya, 23 hlm.
  2. Amsah, A., Budiono., M. Hasbi. 2014. Reduction of TSS and ammonia in the tofu liquid waste by combined process biofilter mediated plastic and water plants for media of fish life. JOM. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau.
  3. Badan Standarisasi Nasional. 2006. Petunjuk Pengujian Organoleptik dan Atau Sensori. SNI 01-2346-2006. 137 hlm.
  4. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius. Yogyakarta, 257 hlm.
  5. Ginting, P. 2010. Pengelolaan Limbah dan Limbah Industri. Yrama Widya. Bandung, 222 hlm.
  6. Hediotomo, R.S. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek Teknik dan Prosedur Dasar Laboraturium. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 163 hlm.
  7. Higa, T, 2000, Using the EM waste water treatment system to recycle water, First Edition, Sunmark Publishing Inc., Tokyo Jose.
  8. Herdijanti, M. 1995. Efektivitas Starbio Dalam Penanganan Limbah Cair Tahu dengan Sistem Kolam Aerasi. [Skripsi]. Fakultas Biologi. UNSOED, 45 hlm. Purwokerto
  9. Hutabarat, S. dan Evans. 2012. Pengantar Oseanografi. UI-Press. Jakarta, 159 hlm.
  10. Iswantari, Aliati. 2009. Penggunaan Fungi Apergillus sp Dan Penicillium sp. Dalam Bioremidiasi Kandungan Bahan Organik Limbah Cair Tahu. [Skripsi]. Fakultas Pertanian Bogor, Bogor, 64 hlm.
  11. Jasmiati, S dan Thamrin. 2010. Bioremidiasi Limbah Industri Tahu Menggunakan Effektif Mikroorganisme (EM4). Jurnal Ilmu Lingkungan, 2(4): 148-158.
  12. Komarawidjaja, W. 2010. Pengaruh Perbedaan Dosis Oksigen Terlarut (DO) Pada Degradasi Amonium Kolam Kajian Budidaya Udang. Jurnal Hidrosfir., 1(1): 32-37.
  13. Pelczar, J.M Dan Chan E.C.S. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. UI-Press, 546 hlm.
  14. Retnaningdyah, C. Marwati, U., Suharjono., Ajijah N., Marjono., Sugianto A., dan Irawan B. 2009. Potensi Formulasi Bakteri Pereduksi Nitrat Waduk Sutami Malang Dalam Menghambat Pertumbuhan Microcyris. Berk. Penel. Hayati, 14; 209-217 hlm.
  15. Retnosari, A. dan Maya, S., Kemampuan Isolat Bacillus sp. Dalam Mendegradasi Limbah Tangki Septik. Jurnal Sains dan Seni POMTS., 2(1) ; 7-11 hlm.
  16. Rosmaniar, 2011. Dinamika Biomassa Bakteri dan Kadar Limbah Nitrogen Pada Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) Intensif Sistem Heterotrofik. [Skripsi]. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta, 100 hlm.
  17. Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik Pemasyarakan dan Pengembangan. Kanisius, Yogyakarta, 221 hlm.