HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN DENGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS DI MUARA SUNGAI BANJIR KANAL TIMUR SEMARANG The Relation of Sediment Texture to Organic Matter and Macrozoobenthos Abundance in the Estuarine of Banjir Kanal Timur River

*Angelia Maharani Setya Putri -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suryanti Suryanti -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Niniek Widyorini -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 29 Jan 2017; Published: 30 Jan 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1545 8137
Abstract

 

Tekstur sedimen terdiri atas fraksi pasir (sand), lumpur (silt), dan liat (clay). Sedimen atau substrat dasar yang terus menerus menumpuk serta adanya bawaan nutrien dari mahluk hidup maupun limbah akan membentuk kandungan bahan organik. Kandungan nutrien digunakan oleh makrozoobenthos sebagai salah satu kebutuhan pakan untuk kelangsungan hidup makrozoobenthos. Selain itu, makrozoobenthos ditemukan hidup dalam sedimen. Jenis tekstur sedimen serta kandungan fraksi mempengaruhi kelimpahan makrozoobenthos itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tekstur sedimen, kandungan bahan organik, kelimpahan makrozoobenthos, dan hubungan ketiga variabel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jenis tekstur pada setiap stasiun didominasi oleh lempung. Jenis makrozoobenthos yang didapatkan berasal dari famili Ciratulidae, Nephtydae, Nereidae, Tubificidae dan Arcidae. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan antara ketiga variabel yang diamati adalah semakin besar persentase lempung, maka diikuti pula oleh kandungan bahan organik dan melimpahnya makrozoobenthos.

 

 Sediment Texture consists of sand, silt, and clay. Sediment cumullation and transport nutrient from organisms and domestic waste will make organic matter. Nutrient was used by macrozoobenthos as feeding is needed to survive. Moreover, macrozoobenthos was found in sediment itself. Sediment texture and fraction contain were influencing the abundance of macrozoobenthos.This research was aimed to know kinds of sediment texture, organic matter contain, the abundance of macrozoobenthos, the relationship among sediment fractions with organic matter and macrozoobenthos in the estuary of Banjir Kanal Timur Semarang. This research was using descriptive method. Texture sediment in every station was dominated by loam. Kinds of macrozoobenthos was found from Famili Ciratulidae, Nephtydae, Nereidae, Tubificidae, and Arcidae. Based on research, It was concluded that the relationship between three variables was when the percentage of loam was increasing, then organic matter contain was also increasing, and macroozobenthos overflow. 

 

Keywords
Tekstur Sedimen; Bahan Organik; Makrozoobenthos

Article Metrics:

  1. Azis, M. F. 2007. Tipe Estuaria Binuangeun (Banten) Berdasarkan Distribusi Suhu dan Salinitas Perairan. Jurnal Oseanologi dan Limnologi Di Indonesia. Pusat Penelitian Oseanografi. LIPI. 33 (1) : 97-110.
  2. Buchanan, J. B. 1984. Sediment Analysis. In Home and Mclntryre. Method of Study of Marine Benthos. Blackhel Scientific Publication. London.
  3. Hutabarat, S. dan S.M. Evans. 2000. Pengantar Oceanografi. Universitas Indonesia Press, Jakarta, 30 hlm.
  4. Jamilah. 2003. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang dan Kelengasan Terhadap Perubahan Bahan Organik dan Nitrogen Total Entisol. USU Digital Library. Jurusan Ilmu Tanah. Universitas Sumatera Utara. Sumatera Utara. Hal: 1-8.
  5. Kurnia, U., Fahmuddin, Abdulrahman, Al danah. 2006. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Departemen Pertanian. 30 hlm.
  6. Mialet, B., F. Azemar, T. Maris, C. Sossou, P. Ruiz, M. Lionard, S. Van Dammer, K. Muylaert, N. Toumi, P. Meire, M. Tackx. 2010. Spatial Spring Distribution of The Copepod Eurytemora affinis (Copepoda Calanoida) in a Restoring Estuary, The Scheldt (Belgium). Estuarine, Coastal, and Shelf Science. 88: 116-124.
  7. Nybakken, J. W. 1997. Marine Biology An Ecological Approach. 4th. Edition An Imprint of Addison Weslwy Longman, Inc. New York.
  8. Odum, E.P. 1994. Dasar-dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Gadjah Mada University. Pres. Yogyakarta. Hlm. 373, 397.
  9. Pamuji, A. 2015. Pengaruh Sedimentasi Terhadap Kelimpahan Makrozoobenthos di Muara Sungai Betahwalang Kabupaten Demak. [SKRIPSI]. Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang.
  10. Purkait, B. 2010. The Use of Grain Size Distribution Patterns to Elucidate Aeolian Processes on a Transverse Dune of Thar Desert, India. Earth Surface Processes Landforms. 35 : 525-530.
  11. Puspasari, R., Marsoedi, A. Sartimbul dan Suhartati. 2012. Kelimpahan Foraminifera Bentik Pada Sedimen Permukaan Perairan Dangkal Pantai Timur Semenanjung Ujung Kulon, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Jurnal Penelitian Perikanan. 1(1): 1-9.
  12. Supriyadi, I.H. 1996. Mengenal Sedimen Laut. Jurnal Lonawarta. Balitbang Sumberdaya Laut. Oseanografi. LIPI. Ambon. 19:55-65.
  13. Supriyadi, S. 2008. Kandungan Bahan Organik Sebagai Dasar Pengelolaan Tanah Di Lahan Kering Madura. Jurnal Embryo. 5 (2): 176-183.
  14. Sya’rani, L., dan Hariadi. 2006. Penentuan Sumber Sedimen Dasar Perairan: I. Berdasarkan Analisis Minerologi dan Kandungan Karbonat. Jurnal Ilmu Kelautan. 11(1): 37-43.