KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KARAGENAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI ANTIBAKTERI (The Characteristic of Carrageenan Edible Film with the Addition of Garlic (Allium sativum) as Antibacterial)

*Tika Novia Anggraini -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Winarni Agustini -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Laras Rianingsih -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 28 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 536 327
Abstract

Edible film merupakan suatu lapisan tipis yang dapat melindungi bahan pangan untuk menjaga kualitas produk. Bawang putih mengandung senyawa allin yang merupakan senyawa antibakteri jika ditambahkan pada edible film karagenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang putih sebagai antibakteri dan karakteristik edible film karagenan. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental laboratories dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan parameter uji konsentrasi ekstrak bawang putih yang berbeda. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak bawang putih berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri dan karakteristik edible film karagenan. Hasil yang diperoleh dari perlakuan penambahan 7,5% ekstrak bawang putih sebagai antibakteri dapat dilihat zona hambatnya terhadap bakteri S. aureus sebesar: 3,00±0,100  mm dan bakteri E. coli: 2,18±0,07 mm sedangkan nilai karakteristik ketebalan: 0,17±0,003 mm, laju transmisi uap air: 6,49±0,42 g/m2/jam, kuat tarik: 13,88±0,29 MPa, persen pemanjangan: 14,75±0,09%. Kesimpulan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bawang putih pada edible film karagenan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap aktivitas antibakteri dan karakteristik edible film karagenan.

 

Edible film is a thin layer which able to protect the food and keep its quality.Garlic contains Allin compound which worked as antibacterial if added into carrageenan edible film. This study aimed to determine the effect of garlic extract addition as antibacterial and the characteristic of carrageenan edible film. The method was experimental laboratories with Completely Randomized Design with different concentration of garlic extract as the testing parameters. Data were analyzed using ANOVA then tested using Honestly Significance Difference (HSD) to determine the significance value of the sample. The result showed that the garlic extract was significant difference toward the antibacterial activities and the characteristic of carrageenan edible film. The result obtained from 7.5% garlic extract addition as antibacterial was the inhibition zone against S. aureus and E. coli of 3.00±0.100 mm and 2.18±0.07 mm; respectively. The other parameters such as thickness 0.17±0.003 mm, the water vapor transmission rate 6.49±0.42 g/m2/hour, the tensile strength 13.88±0.29 MPa, and the percent elongation 14.75±0.09%. The result indicated that the addition of garlic extract was significant difference (P<0,05) toward the antibacterial activities and characteristic of carrageenan edible film.

Keywords
Karagenan; Edible film; Ekstrak bawang putih; Aktivitas antibakteri

Article Metrics:

  1. Agustian, E. 2007. Pemisahan Sitronelal dari Minyak Wangi Sereh Wangi Menggunakan Unit Fraksionasi Skala Bench. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 17(2):49-53.
  2. Amin, H. 2008. Kajian Pembuatan Edible Film Komposit dari Karagenan Sebagai Pengemas Bumbu Mie Instan Rebus. Jurnal Agriplus, 18(1):77-84
  3. Ariska, R. E., dan Suyatno. 2015. Pengaruh Konsentrasi Karagenan Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Edible Film Dari Pati Bonggol Pisang dan Karagenan Dengan Placticizer Gliserol. Prosiding Seminar Nasional Kimia. ISBN:978-602-0951-05-8.
  4. Banker GS. 1996. Film coating theory and practice. Journal Pharmacy Science 55(1): 81-89.
  5. Barus, T. A. 2002. Pengantar Limnologi. Jurusan Biologi Fmipa Universitas. Usu Press.
  6. Cano, A., M. Chafer, A. Chiralt, and C. G. Martinez. 2015. Physical and Antimicrobial Properties of Starch-PVA Blend Films as Affected by The Incorporaton of Natural Antimicrobial Agents. FOODS. 5(3):1-17.
  7. Cerqueira, M. A., A. I. Bourbon, A. C. Pinheiro, J. T. Martins, B. W. S. Souza, J. A. Teixeira, dan A. A. Vicente. 2011. Galactomannans use in the development of edible film/coating for food aplications. Food Hydrocolloids. 662-671.
  8. Diova, D. A., YS. Darmanto, dan L. Rianingsih. 2013. Karakteristik Edible Film Komposit Semirefined Karaginan Dari Rumput Laut Euchema Cottonii dan Beeswax. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 2(3):1-10.
  9. Dyah, H. dan W. D. R. Putri. (2013). Karakteristik Fisik dan Kimia Edible Film Maizena yang Diinkorporasi dengan Perasan Temu Hitam. Jurnal Pangan dan Agroindustri 1(1): 90-100.
  10. El-mahmood, M. 2009. Efficacy of crude extract of garlic (Allium Sativum Linn) against nosocomial Eschericia coli, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneuminiea, Pseudomonas aeruginosa. J Med Plants Res, 2: 1-8.
  11. Fardhyanti, D. S., dan S. S. Julianur. 2015. Karakterisasi Edible Film Berbahan Dasar Ekstrak Karagenan Dari Rumput Laut (Eucheuma cottonii). Jurnal Bahan Alam Terbarukan. 4(2):48-56.
  12. Krochta, J.M., E.A. Baldwin & M.O. Nisperos Carriedo. 1994. Edible Coating and Film to Improve Food Quality. Technomic Publishing Company. NewYork.
  13. Krochta, J. M. dan De Mulder-Johnston, C. 1997. Edible and biodegradable polymer films: challenges and opportunities. J. Food Tech 51: 61-73.
  14. Krochta, J. M dan De Mulder-Johnston C. 2003. Edible and Biodegradable Polymer Films; Challenges and Opportunities. J. Food Technol. 51 (2): 61-74.
  15. Martins, J. T., M. A. Cerqueira, A. I. Bourbon, A. C. Pinheiro, B. W. S. Souza, dan A. A. Vicente. 2012. Synergistic effect between k-carrageenan and locust bean gum on physicochemical properties of edible films made thereof. Food Hydrocolloids. 280-289.
  16. Mukkaromah, R. D. 2014. Karaginan Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Film Edibel Dengan Tepung Ubi Jalar (Ipomoea batatas). Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
  17. Noviana, Hera. 2004. Pola Kepekaan Antibiotik Escherichia coli yang Diisolasi dari Berbagai Spesimen Klinis. Oktober-Desember 2004, Vol. 33 no.4. Jakarta: Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmu Jaya.
  18. Nugroho, A. A., Basito, dan R. B. Katri. 2013. Kajian Pembuatan Edible Film Tapioka Dengan Pengaruh Penambahan Pektin Beberapa Jenis Kulit Pisang Terhadap Karakteristik Fisik dan Mekanik. Jurnal Teknosains Pangan. 2(1): 73-79.
  19. Prescott. 2005. Microbiology Sixth Edition. Amerika: Mc Graw Hill Companier.
  20. Putri, D., Ardia., Dan Rahayu, T. 2013. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (allium sativum) Dan Black Garlic Terhadap Escherichia Coli Sensitif Dan Multiresisten Antibiotik. Jurnal Biologi, Sains, Lingkungan dan Pembelajaran.
  21. Rachmayanti, W. P. dan E. Kusumo. 2015. Karakterisasi Antimicrobial Film Dari Ekstrak Kedelai Dan Tapioka Sebagai Bahan Pengemas Makanan. Indonesian Journal of Chemical Science. 4 (3) (2015).
  22. Rusli, A., Metusalach., Salengke., Mulyati, M. T. 2017. Karakterisasi Edible Film Karagenan Dengan Pemlastis Gliserol. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 20(2): 219-229.
  23. Santoso B., Herpandi, Puspa A. P.,dan Rindit P. 2013. Pemanfaatan Karagenan Sebagai Edible Fillm Berbasis Hidrokoloid. Jurnal Agritech. 33 (20): 140-145.
  24. Seydim A.C dan Sarikus G. 2006. Antimicrobial Activity of Whey Protein Based Edible Film Incorporated with Oregano, Rosemary and garlic essential oil. Food Research International. 31(5):454-460.
  25. Shinta, A.P., Olivia, W., dan Michael A.L. 2016. Potensi Antibakteri Air Perasan Bawang Putih (Allium Sativum L) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aureus. Jurnal Ilmiah Farmasi. 5 (4) : 77-89.
  26. Silhavy, T. J., D. Kahne and S. Walker. 2010. The Bacterial Cell Envelope. Cold Spring Harbour Perspectives in Biology 2 (5): a000414.
  27. Utami, P., Mardiana, L., Tim Penulis PS. 2013. Umbi Ajaib Tumpas Penyakit. Penebar Swadaya. Jakarta.