PRODUKTIVITAS PERIKANAN TANGKAP KOTA TEGAL

*Hendrayana Hendrayana  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Indonesia
Ninik Umi Hartanti  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Indonesia
Published: 28 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Produktivitas perikanan tangkap Kota Tegal cenderung fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan alat tangkap cantrang dan untuk mengetahui produktifitas perikanan tangkap di Kota Tegal Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% kapal di PPP Tegalsari merupakan kapal cantrang. Hasil tangkapan ikan dari tahun 2015-2017 menurun sebesar 30,11%.  Ikan ekonomis seperti kakap merah (Lutjanus bitaeniatus), ikan lidah (Cynoglossus lingua), ikan pari (Dasyatis sp), rajungan (Portunus pelagicus) sulit ditemukan di Perairan Tegal.  Zona penangkapan berubah dimana awalnya dilakukan di Kawasan Perairan Tegal saat  penangkapan dilakukan hingga Kawasan perairan kalimantan.

 

Tegal capture fisheries productivity is fluctuating. The aims of this research was to determained cantrang fishing gear and Tegal capture fisheries productivity. The descriptive method and purposive sampling method was applied in this research. The results showed that 90% of the ship at PPP Tegalsari ships was cantrang ships. Fish catch from 2015-2017 decreased by 30.11%. Economic fish like Lutjanus bitaeniatus , Cynoglossus lingua , Dasyatis sp and Portunus pelagicus hard to find at Tegal Water. There need to be fishing gear and fish target in fishing activities.

Keywords: Cantrang;Perikanan; Produktivitas; Tegal;Tegalsari

Article Metrics:

  1. Andriani, L.A. dan Ayunita, D. 2012. Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Demersal di Perairan Kabupaten Pekalongan. Jurnal Agriekonomika. Trunojoyo. 1(1)
  2. Ernawati, T dan Sumiono, B. 2009. Fluktuasi Bulanan Hasil Tangkapan Cantrang Yang Berbasis Di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegal Sari, Kota Tegal. J. Lit. Perikan. Ind. 15 (1)
  3. Hiariey, L. S dan Romeon, N. R. 2013. Peran Serta Masyarakat Pemanfaat Pesisir dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Teluk Ambon Dalam. Jurnal Matematika, Sains, dan Teknologi. 14 (1) : 48-61
  4. Jamal, M., Sondita, F.A, Wiryawan, B dan Haluan, j. 2014. Konsep Pengelolaan Perikanan Tangkap Cakalang (Katsuwonus pelamis) dI Kawasan Teluk Bone Dalam Perspektif Keberlanjutan. Jurnal IPTEKS PSP. 1 (2) : 196-207
  5. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2013. Profil Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Jakarta
  6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015
  7. Vibriyanti, D. 2014. Kondisi Sosial Ekonomi dan Pemberdayaan Nelayan Tangkap Kota Tegal, Jawa Tengah. Jurnal Kependudukan Indonesia. 9 (1)
  8. Wiyono, E.S. 2010. Komposisi, Diversitas dan Produktivitas Sumberdaya Ikan Dasar di Perairan Pantai Cirebon, Jawa Barat. Ilmu Kelautan. 15 (4) 214-220
  9. kkp.go.id. 2018. Diakses tanggal 18 Agustus 2018 pada http://kkp.go.id/artikel/1236-faq-kebijakan-pelarangan-cantrang

Last update: 2021-02-26 17:49:38

No citation recorded.

Last update: 2021-02-26 17:49:38

  1. Length and weight relationship of squid (Loligo spp.) landed in tegalsari coastal fisheries harbour, tegal, Central Java

    Sutono D.. AACL Bioflux, 13 (1), 2020.