ANALISIS KELAYAKAN USAHA KERAJINAN TANGAN DARI KULIT KERANG DI KELURAHAN BUNGKUTOKO KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA (Feasibility Study of Handycrafts from Shellfish in Bungkutoko Village, Kendari City, Southeast Sulawesi)

*Asriyana Asriyana -  Jurusan Manajemen Sumberdaya Perikanan, FPIK-UHO, Indonesia
Agus Kurnia -  Jurusan Budidaya Perairan, FPIK-UHO, Indonesia
La Ode Alirman -  Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK-UHO, Indonesia
Nurdiana A -  Jurusan Agribisnis Perikanan, FPIK-UHO, Indonesia
Published: 14 Feb 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 943 364
Abstract

Kelurahan Bungkutoko termasuk wilayah administrasi Kota Kendari yang daratannya terpisah karena merupakan wilayah kepulauan. Potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki sangat melimpah sehingga menjadi peluang usaha bagi warga setempat dalam peningkatan perekonomian keluarga.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis kelayakan usaha kerajinan tangan yang berbahan dasar kerang kerangan di Kelurahan Bungkutoko. Metode analisis kelayakan finansial meliputi NPV (net present value), IRR (internal rate of return), Net B/C ratio (Net Benefit Cost Ratio), PBP (Pay Back Period), dan BEP (Break Event Point).  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai seluruh kriteria kelayakan finansial yang digunakan menghasilkan nilai yang menunjukkan kategori layak (NPV sebesar Rp10.459.436,-, IRR sebesar 35%,  Net B/C  2,03, PBP 12 bulan serta BEP sebesar Rp4.260.943,- dan 154 unit). Hal ini mengindikasikan bahwa usaha kerajinan tangan yang dilakukan oleh wanita nelayan di Kelurahan Bungkutoko layak untuk dilanjutkan

 

Bungkutoko village is included in the administrative area of Kendari City whose land is separated because it is an archipelago. The potential of fisheries resources owned is very abundant so that it becomes a business opportunity for local residents in improving the family's economy. The research aims to analyze the feasibility of a handicraft business based on shellfish shells in Bungkutoko Village. The methods of financial feasibility analysis are NPV (net present value), IRR (internal rate of return), Net B/C ratio (Net Benefit Cost Ratio), PBP (Pay Back Period), and BEP (Break Event Point). The results  show that all financial feasibility criteria shows a feasible category (NPV is Rp 10,459,436,-; IRR is 35%;  Net B/C 2.03; PBP is 12 months; and BEP is Rp 4,260,943,; and 154 units). It’s indicated that the handicraft business by fishermen women in Bungkutoko Village is feasible to continue.

Keywords
Finansial; kelayakan usaha; kerajinan tangan; Pulau Bungkutoko

Article Metrics:

  1. Afan, N., Hidayat, T., Budiraharjo, E. 2015. Analisa kelayakan usaha budidaya udang vaname (Litopaneaus vannamei) pada tambak intensif (studi kasus kewirausahaan tambak udang di Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang). Engineering, 11(2): 25-31.
  2. Aisyah., Elfiana., Asrida. 2017. Analisis kelayakan usaha kerajinan bunga kering di Desa Kulu Kuta Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireuen. Jurnal Sains Pertanian, 1(8): 1-7.
  3. Chylia, Yusuf, S., Azis, N. 2016. Analisis kelayakan usaha pengolahan ikan asap di Desa Toolawawo KecamatanLalonggasumeeto Kabupaten Konawe. Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan, 1(2): 85-97
  4. Indradi, I., Wijayanto, D., Yulianto, T., Suroto. 2013. Analisis kelayakan usaha perikanan laut Kabupaten Kendal. Jurnal Saintek Perikanan, 8(2): 52-56. https://doi.org/10.14710/ijfst.8.2.52-56.
  5. Jafar dan Kasmir. 2010. Studi Kelayakan Bisnis. Kencana Prenada Media Group. Jakarta
  6. La Kamisi, H., Lekahena, V.N.J., Hiariey, S.L. 2017. Analisis kelayakan usaha pengolahan ikan asap di Kelurahan Faudu Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate. Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan, 10(1): 34-37. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.10.1.34-37
  7. Latuny W. 2010. Analisis kelayakan aspek finansial industri kerajinan kerang mutiara (Studi kasus pada UD. Mutiara Indah). Arika, 4(1): 89-96.
  8. Liana, L., Bahri, S., Tibrani. 2014. Analisis kelayakan usaha budidaya ikan lemak dalam keramba di Desa Tanjung Belit Airtiris Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Jurnal Dinamika Pertanian, 29(1): 87-96.
  9. Maldi, Zein, A., Yuspardianto. 2015. Analisis kelayakan usaha alat tangkap gill net dasar dan prospek pengembangannya di Nagari Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman. Prosiding Hasil Penelitian Mahasiswa FPIK, 8(2): 1-9.
  10. Nasarudin, I.Y. 2013. Analisis kelayakan ekonomi dan keuangan Usaha ikan lele asap di Pekanbaru. Jurnal Etikonomi, 12(2): 165-178.
  11. Palupi, R.D., Ira., Asriyana. 2016. Strategi pengembangan usaha wanita nelayan dalam mengolah hasil perikanan berbasis kelompok. Jurnal Bisnis Perikanan, 3(2): 137-144.
  12. Picaulima, S.M., Ngamel, A.K., Hamid, S.K., Teniwut, R.M.K. 2015. Analisis kelayakan usaha agroindustri rumput laut di Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Sosek KP., 10(1): 91-102.
  13. Rahardja, P. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta 189 hal
  14. Rangkuti, F. 2012. Studi Kelayakan Bisnis dan Investasi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
  15. Rianse, U., Abdi. 2009. Metodologi Penelitian Sossial dan Ekonomi (Teori dan Aplikasi). Alfabeta. Bandung
  16. Suliyanto. 2011. Studi Kelayakan Bisnis. Andi. Yogyakarta.
  17. Suhardi, M. 2016. Analisis break even point (BEP) usaha ikan asin di Desa Tanjung Aru Kecamatan Tanjung Harapan Kabupaten Paser. eJournal Administrasi Bisnis, 4(1): 142-156.
  18. Tangke, U. 2011. Analisis kelayakan usaha perikanan tangkap menggunakan alat tngkap gill net dan purse seine di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan (agrikan UMMU-Ternate), 4(1): 1-13. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.4.1.1-13
  19. Umar, H. 2003. Studi Kelayakan dalam Bisnis Jasa. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.