PENGARUH KOMPOSISI JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TUKIK PENYU SISIK (Eretmochelys imbricata) DI PENETASAN SEMI-ALAMI PENYU TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (The Effect of Different Feeding Composition on Growth of Baby Hawksbills Turtle (Eretmochelys imbricata) in Semi-Natural Hatching Den in Karimunjawa National Park)

*Fadya Rachmi Puteri -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Depatemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro, Indonesia
Norma Afiati -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Depatemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro, Indonesia
Niniek Widyorini -  Fadya Rachmi Puteri, Norma Afiati dan Niniek Widyorini Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Depatemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 14 Feb 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 392 299
Abstract

Populasi alamiah penyu di Indonesia terus menurun 20 - 30% per tahun terutama lebih disebabkan oleh faktor manusia dibandingkan dengan faktor alam dan predator. Beberapa di antara teknik penyelamatan untuk pelestarian penyu antara lain melalui penetasan di sarang semi-alami, perlindungan translokasi habitat (konservasi in-situ), penegakan hukum, penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Di sarang semi-alami jenis pakan yang tepat pada saat pemeliharaan awal tukik sebelum dilepas ke laut akan mempengaruhi kelulus-hidupan mereka. Padahal, sampai saat ini jenis pakan yang tepat untuk tukik belum banyak diketahui. Penelitian ini menggunakan tiga 3 perlakuan pakan (Sardinella lemuru 100%; Sargassum filipendula 100%; campuran S. lemuru dan S. filipendula 50:50%), analisis data enggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 pengulangan. Secara statistik, diketahui bahwa tiap perlakuan pakan menghasilkan perbedaan pada variabel panjang, lebar karapas dan bobot tukik. Berdasarkan analisis alometri tukik E.imbricata selama penelitian, dihasilkan konstanta b < b antar perlakuan yang menunjukkan bahwa pertumbuhan bersifat alometri negatif pada variabel panjang karapas dan bobot tubuh serta panjang dan lebar karapas; kecuali pada hubungan panjang dan lebar karapas tukik dengan pakan S. lemuru.

 

The population of sea turtles in Indonesia continued to decrease by 20-30% each year. The decline in natural turtle populations is caused mainly by human factors rather than natural factors and predator. Among others, rescue and preservation of turtles can be accomplished through rearing in a semi-natural den, protection of the habitat translocation (in-situ conservation), law enforcement, education and empowerment of local communities. The proper type of feed for the hatchlings to provide information on required nutrient in optimizing the growth has not been known until now. The methods used in this study was an experimental method apllying Complete Randomised Design with three feeding treatments (100% S. lemuru; 100% Sargassum filipendula; 50:50% mixed of S. lemuru and S. filipendula). The results showed that carapace length, carapace width and body weight differed statistically (P<0.05) in every feed treatment. Hatchlings showed negative allometric  (b < ) in carapace length to weight as also carapace length to its width. Isometry in carapace length and width is only shown by hatchlings fed with  S. lemuru

Keywords
Hawksbill turtle hatchling; growth; food; Karimunjawa National Park

Article Metrics:

  1. Afiati, N. 2005. Karakteristik Pertumbuhan Alometri Cangkang Kerang Darah Anadara indica (L.) (Bivalia: Arcidae). Jurnal Saintek Perikanan., 1(2): 45-52.
  2. Bjorndal, K.A. 1985. Nutritional Ecology of Sea Turtle. Copela 1985: 736-751.
  3. Campbell, H. W. and S. D. Busack. 1979. Laboratory Maintenance in Turtles Perspectives and Research. A Wiley-Interscience Publication New York. 125 hlm.
  4. Firdaus, M. Amir, Elfrida. 2013. Pengaruh Pemberian Pakan yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Jurnal Bunghatta. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta. 12 hlm.
  5. Hardiono, B. E., S. Rejeki dan E. Wibowo. 2012. Pengaruh Pemberian Udang Ebi dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Samas, Bantul. Jurnal of Marine. 1(2): 67-72. ISSN 0216-1877.
  6. Harteman, E. 2015. Korelasi Panjang-Berat dan Faktor Kondisi Ikan Sembilang (Plotosus canius) di Estuaria Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmu Hewani Tropika. 4(1): 6 -11.
  7. IUCN. 1980. Red List of Threatened Species. (www.iucnredlist). Downloaded on 18 March 2017.
  8. Julendra, H. dan Supadno. 2010. The Effect of Earthworm (Lumbricus rubellus) Meal as Feed Additive on Broiler Production Performance, Blood Profile and Protein Digestibility. Buletin Peternakan, 34 (1): 21-29. ISSN 0126-4400.
  9. Lutz, L. P. dan John A. M. 1997. The Biology of Sea Turtles. CRC Press, USA. 448 hlm.
  10. Nuitja, I. dan Uchida. 1983. Preliminary Studies on The Growth and Food Consumption of The Juvenile Longgerhead Turtle (Caretta caretta L.) in Captivity. Journal of Aquaculture, 27: 157-161.
  11. https://doi.org/10.1016/0044-8486(82)90135-1.
  12. Ricker, W. E. 1975. Computation and Interpretation of Biological Statistic of Fish Population. Department of Environment Fisheries and Marine Service. Ottawa. 434 hlm. https://doi.org/10.1016/j.jglr.2013.09.004.
  13. Setyawatiningsih, S. C., D. Marniasih, Wijayanto 2011. Karakteristik Biofisik Tempat Peneluran Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) di Pulau Anak Iieuh Kecil, Kepulauan Riau. Jurnal Teknobiologi. 2 (1): 17-22. ISSN: 2087-5428.