skip to main content

Electrofishing AMAN DAN SELEKTIF UNTUK PENANGKAPAN LELE (Study of Human Safe Electrofishing Which Selective to Catch Catfish)

*Gondo Puspito scopus  -  Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Rolando Akbar Wenang  -  Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Faik Kurohman scopus  -  Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Metode penangkapan ikan dengan penyetruman telah dilarang oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2004, meskipun masyarakat masih melakukannya secara diam-diam.. Penyebabnya adalah penyetruman dianggap membahayakan keselamatan manusia dan merusak ekosistem perairan. Penelitian mencoba mendapatkan arus listrik yang aman dan efektif untuk menangkap lele (Clarias sp.) layak tangkap tanpa merusak lingkungan perairan. Arus listrik yang diinginkan dapat memingsankan lele layak tangkap dengan cepat, tetapi waktu siumannya lambat, sehingga memberi waktu yang cukup lama untuk penangkapannya.  Jumlah lele yang diuji sebanyak 90 ekor yang dibagi atas 3 kelompok dengan panjang total tubuh antara 18,5-32,5 cm. Masing-masing terdiri atas 30 lele yang disetrum dengan arus listrik 1 mA, 2 mA, dan 3 mA.  Ketiga besaran arus listrik masih dianggap aman karena belum memberikan efek negatif bagi tubuh manusia (Ouazani et al., 2012). Hasilnya adalah penyetruman lele sebaiknya menggunakan arus listrik 2 mA, karena aman bagi manusia dan efektif untuk menyetrum lele. Waktu pingsan lele berukuran layak tangkap yang memiliki panjang tubuh ≥ 24,5 cm antara 83 – 140 detik, atau lebih cepat dibandingkan dengan 1 mA (120-309 detik), sedangkan waktu siumannya  117-225 detik atau lebih lama dari 3 mA (79-125 detik).

 

Electrofishing currently has been banned by Indonesian Government since 2004, regardless, some of the people still do that secretly. The banning caused by the thought that electrofishing indeed harmful to human safety and aquatic ecosystem. This research aimed to obtain the electricity current that safe and effective to catch  the proper size of catfish (Clarias sp.) without harming the aquatic ecosystem. Desired electricity current strength is the one that able to temporarily immobilised catfish quickly with long time to be conscious so gives longer time in harvesting activity. The amount catfish used in the experiment was 90 fishes with average body length 18.5-32.5 cm, divided in to 3 groups. Each group consists of 30 catfishes which shocked by current strength of 1 mA, 2 mA, and 3 mA. Each of the current strength still regarded as save as it has not given negative effect to human body (Ouazani et al. 2012). Result showed that the most recommended electric current is 2 mA as it is safe for human body and able to shock the catfishes effectively. Unconscious time of catfish with body length of ≥ 24.5 cm were between 83 – 140 seconds, which faster compared to 1 mA (120-309 seconds), with conscious time of 117-225 seconds which took longer than 3 mA (79-125 seconds).

Fulltext View|Download
Keywords: Penyetruman; ekosistem perairan; arus listrik; lele; waktu pingsan; waktu pulih

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : ID
Statistics: 764 409
Share:
  1. Arnaya, I.N. (1980). Suatu studi tentang electrical fishing dan kemungkinan pengembangannya di Indonesia. Karya Ilmiah (tidak dipublikasikan). Bogor: Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor
  2. Dame, C.K.. (2016). Sistem pemasaran ikan lele konsumsi di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Skripsi (tidak dipublikasikan). Bogor: Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor
  3. Giancoli, D.C. (1988). Physics”. Fifth edition, Vol 2. New Jersey: Prentice Hall Engleewood ciffts
  4. Hendriana, A. (2010). Pembesaran lele di kolam terpal. Jakarta: Penebar Swadaya
  5. Irwan, F., & Afdal. (2016). Analisis hubungan konduktivitas listrik dengan total dissolved solid (TDS) dan temperatur pada beberapa jenis air. Jurnal Fisika Unand, 5(1), 85-93
  6. Kurniawan, A., Nugroho, A.T., Hermawan, A., Purnomo,Y.B.A., Wibowo, D.A., Saputra, N.Q., Hermawan, H.N., & Darumaya. (2008). Identifikasi kualitas air berdasarkan nilai resistivitas air. Studi Kasus: Kali Gajah Wong”. Masyarakat Ilmu Bumi Indonesia, 1(E-3). 1-15
  7. Mahyudin, K. (2007). Panduan lengkap agribisnis lele. Jakarta: Penebar Swadaya
  8. Matayfel, B.P., & Radakov, D.V. (1973). Pola behavior ikan sebagai dasar aplikasi dan perancangan fishing gear (translated from English by W. Gunarso). Bogor: Institut Pertanian Bogor
  9. Matjik, A.S., & Sumertajaya, M. (2000). Perancangan percobaan dengan aplikasi SAS dan Minitab. Bogor: IPB Press
  10. McFarland, W.N. (1959). A Study of the effects of anesthetics on behavior and Physiology of Fishes”. Inst. Mar. Sci., 6, 23-55
  11. Ouazani, A., Khellassi, A., & Habi, I. (2012). The effect of electric current on the human body. International
  12. Conference on Systems, Signal Processing and Electronics Engineering (ICSSEE'2012) December 26-27. Dubai (UAE)
  13. Primadona, R. Lestari, S., & Baehaki, A. (2017). Pengaruh pemberian kuat arus listrik terhadap tingkat kelulusan hidup pada transportasi kering benih ikan lele (Clarias sp.). Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 6 (2), 145-152
  14. Puspito, G. (2008). Pengaruh penyetruman terhadap waktu pingsan dan siuman ikan patin (Pangasius pangasius). Jurnal Mangrove dan Pesisir, 8(2), 24-32
  15. Republik Indonesia. (2004). Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Jakarta: Lembaran RI tahun 2004 Nomor 118
  16. Santoso, S. (1999). PSS (Statistical Product and Service Solutions). Jakarta: PT Elex Media Komputindo
  17. Sternin, V.C., Nikonorov, & Bumeistar, Y.K. (1972). Electrical Fishing: Theory and Practice. Jerussalem: Israel Program for Scientifict Translation
  18. Sukmiwati, M., & Sari, N.I. (2007). Pengaruh konsentrasi ekstrak biji karet (Havea branciliensis Muel. ARG) sebagai pembius terhadap aktivitas dan kelulusan hidup ikan mas (Cyprinus carpio, L) selama transportasi. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 12(1), 23-29
  19. Vibert, R. (1967). Fishing with electricity: Its application to biology & management. London: FAO Fishing News Books Ltd
  20. Wijayanti, I., Tapotubun, E.J., Salim,A., Nuer’aunahu, N., Litaay, C., Putri, R.M.S., Kaya, A.O.W., & Suwandi, R. (2011). Pengaruh temperatur terhadap kondisi anastesi pada bawal tawar Colossoma macropoum dan lobster tawar Cherax quaricarinatus”. Prosiding Seminar Nasional: Pengembangan Pulau-pulau Kecil, 67-76
  21. Willford, W.A. (1970). Effect of MS-222 on electrolyte and water content in the brain rainbow trout. Investigation in Fish Control. No. 43. US: US Bureu of Sport Fisheries and Wildlife

Last update: 2021-06-14 01:55:46

No citation recorded.

Last update: 2021-06-14 01:55:46

No citation recorded.