INFESTASI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN UKURAN BERBEDA PADA TAMBAK DENGAN DASAR BETON

*Gunanti Mahasri  -  Universitas Airlangga, Indonesia
Putri Desi Wulan Sari  -  Universitas Airlangga, Indonesia
Nafis Putra Laksana Cholil  -  Universitas Airlangga, Indonesia
Siti Hamidah  -  Universitas Airlangga, Indonesia
Received: 17 Jun 2019; Published: 17 Dec 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui infestasi dan intensitas ektoparasit pada benih udang vaname dengan ukuran yang berbeda dan di pelihara pada tambak dengan dasar beton. Penelitian ini merupakan penelitian survey dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak pada lokasi dan waktu yang berbeda, jumlah sampel yang di ambil sebanyak 60 ekor benih dari masing – masing lokasi pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05) infestasi dari ketiga ektoparasit pada kedua ukuran benih udang vaname yang berasal dari hatchery dan tambak penggelondongan. Intensitas ektoparasit tertinggi pada udang vaname berukuran Post Larva (PL40-50) adalah  Zoothamnium ekor yang masuk dalam kategori sangat parah. Sedangkan, intensitas ektoparasit Epistylis masuk dalam kategori sedang. Intensitas ektoparasit pada benih udang berukuran Post Larva (PL11-16) yaitu Zoothamnium dan Vorticella yang masuk dalam kategori sedang dan ektoparasit Epistylis yang masuk dalam kategori rendah. Berdasarkan analisis perbedaan intensitas ektoparasit menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada ektoparasit Zoothamnium dan Epistylis dari kedua ukuran benih udang vaname, hasil itu berdasarkan perhitungan nilai signifikan yaitu sebesar (p<0,05). Sedangkan pada ektoparasit Vorticella tidak terdapat perbedaan yang nyata dari kedua ukuran benih udang vaname, hasil tersebut berdasarkan perhitungan nilai signifikan (p>0,05).

 

The study aimed to determine the infestation and intensity of ectoparasites on white shrimp of different sizes and maintained on concrete bases. This research is a survey research where sampling was carried out randomly at different locations and times, the number of samples taken as many as 60 shrimps from each sampling location. The results showed that there were significant differences (p <0.05) of the infestations of the three ectoparasites in both sizes of white shrimp from hatcheries and log farms. The highest intensity of ectoparasites in post larvae (PL40-50) sized white shrimp is Zoothamnium which in the very severe category. Meanwhile, the intensity of Epistylis ectoparasites in the moderate category. The intensity of ectoparasites in Post Larvae sized shrimp (PL11-16), namely Zoothamnium and Vorticella, were included in the moderate category and Epistylis ectoparasites were in the low category. Based on the analysis of differences in ectoparasitic intensity, it was shown that there were significant differences in the Zoothamnium and Epistylis ectoparasites from the two sizes of white shrimp, the results of which were based on the calculation of significant values of (p <0.05). Whereas in Vorticella ectoparasites there was no significant difference between the two sizes of white shrimp, the results were based on the calculation of significant values (p> 0.05).

Keywords: infestasi; intensitas ektoparasit; udang vaname; kualitas air

Article Metrics:

  1. Giogertti, G. 1989. Disease Problems in Farmed Penaeids in Italy. Experimental Institute for Animal Prophylaxis in Trivenoto Region-Fish, Italy
  2. Haliman, R.W. dan D.S. Adijaya. 2006. Udang Vanamei. Seri Agribisnis: Pembudidayaan dan Prospek Pasar Udang Putih yang Tahan Penyakit. Penebar Swadaya. Jakarta. 74 pp
  3. Hendrajat, E. A., M. Mangampa dan Burhanuddin. 2015. Kolam Plastik Mulsa untuk Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Semi Intensif. BPPBAP Maros, Sulawesi Selatan. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. hal. 1107-1115
  4. Hutagalung, Horas dan Abdul Rozak. 1997. Metode Analisis Air Laut, Sedimen dan Biota. Buku Kedua. Puslitbang Oseanologi-LIPI. Jakarta
  5. Irvansyah, M.Y., N. Abdulgani dan G. Mahasri. 2012. Identifikasi dan Intensitas Ektoparasit pada Kepiting Bakau (Scylla serrata) Stadia Kepiting Muda di Pertambakan Kepiting, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Sains dan Seni ITS 1 (1): 5 hal
  6. Kudo, T.1997. Family Streptomycetaceae. In: Miyadoh S (ed). Atlas of Actinomycetes.The Society for Actinomycetes, Japan
  7. Lynn, D. H. 2007. The Ciliated Protozoa (Characterization, Classification and Guide to the Literature). 3rd Edition. Canada. 628 pp
  8. Mahasri, G., L. Raya, A. S. Mubarak dan B. Irawan. 2008. Gambaran Patologi Insang dan Kulit Udang Windu (Penaeus monodon Fab.) yang Terserang Ciliata Patogen dari Famili Vorticellidae (Zoothamnium sp.). Berkala ilmiah Perikanan, 3 (1) : 95-103
  9. Mahasri, G., Sudarno dan R. Kusdarwati. 2014. IbM Bagi Petani Benih Udang Windu Skala Rumah Tangga (Backyard) Di Desa Kalitengah Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo Yang Mengalami Gagal Panen Berkepanjangan Karena Serangan Penyakit. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 6 (01)
  10. Mahasri, G., K. Rahayu, Kismiyati, Rozi dan H. Gustrifandi. 2018. Effectivity of Immunostimulant from Zoothamnium penaei Protein Membrane for Decreasing the Mortality Rate of White Shrimp (Litopenaeus vannamei). IOP Conference Series: Earth and Environment, 37 : 1-11. doi :10.1088/1755-1315/137/1/012020
  11. Muchlisin, Z. A., A.M. Munazir, Z. Fuady, W. Winaruddin, S. Sugianto, M. Adlim, N. Fadli, A. Hendri.2014. Prevalence of Ectoparasites on Mahseer Fish (Tor tambra Valenciennes, 1842) from Aquaculture Ponds and Wild Population of Nagan Raya District, Indonesia. HVM Bioflux, 6 (3) : 148-152
  12. Muhammad, F., Z. Zhang, M. Shao, X Shi and M. Shafi. 2013. Genesis of Hematopoietic Tissue and Its Relation with Hemocytes of Litopenaeus vannamei. Pakistan Veterinary Journal, 33 (1) : 91-95
  13. Nicolau, A., M.J. Martins, M. Mota and N. Lima. 2005. Effect of Copper in the Protistan Community of Activated Sludge. Chemosphere, 58 : 605-614
  14. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75. 2016. Pedoman Umum Pembesaran Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). 43 hal
  15. Sari, S. G. 2007. Kualitas Sungai Maron Dengan Perlakuan Keramba Ikan di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Bioceint., 4(1), 2007, 29-35
  16. Setiyaningsih, L., Sarjito dan A. H. C. Haditomo. 2014. Identifikasi Ektoparasit Pada Kepiting Bakau (Scylla serata) yang Dibudidayakan di kolam Pesisir Pemalang. Jurnal Manajemen Akuakultur dan Teknologi, 03 (03) : 8-16
  17. Suprapto. 2005. Petunjuk Teknis Budidaya Udang Vanname (Litopenaeus vannamei). CV Biotirta. Bandar Lampung. 25 hal
  18. Wen, Z., Z. Mian-Ping, X. Xian-Zhong, L. Xi-Fang, G. Gan-Lin and H. Zhi-Hui. 2005. Biological and Ecological Features of Saline Lakes in Northern Tibet, China. Journal of Hydrobiologia, 541 : 198-203
  19. Widanarni, D. Wahjuningrum dan F. Puspita. 2012. Aplikasi Bakteri Probiotik Melalui Pakan Buatan untuk Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon). Jurnal Sains Terapan, 2 (1) : 32-49
  20. Yanto, H. 2006. Diagnosa dan Identifikasi Penyakit Udang Asal Kolam Intensif dan Panti Benih di Kalimantan Barat. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi, 1 (1): 17-32

Last update: 2021-03-03 06:12:49

No citation recorded.

Last update: 2021-03-03 06:12:50

No citation recorded.