POLA OSMOREGULASI, INDEKS PONDERAL, DAN KEMATANGAN GONAD KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI TAMBAK DESA PESANTREN, KECAMATAN ULUJAMI, PEMALANG

*Anastia Afika Riza  -  Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sutrisno Anggoro  -  Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suryanti Suryanti  -  Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 27 Jun 2019; Published: 7 Apr 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Osmoregulasi merupakan aspek yang sangat penting untuk diteliti dalam kegiatan budidaya kepiting bakau yang mana air media hidupnya kerap mengalami perubahan sifat fisika dan kimia. Salinitas memberikan pengaruh terhadap tekanan-tekanan osmotik yang berbeda terhadap tekanan osmotik tubuh organisme perairan, sehingga mengharuskan untuk melakukan proses osmoregulasi untuk menyeimbangkan tekanan osmotiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerja osmotik (TKO), indeks ponderal, dan kematangan gonad kepiting bakau serta hubungan TKO dengan indeks ponderal dan kematangan gonadnya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai Maret 2019. Materi utama yang dijadikan objek pengamatan adalah kepiting bakau yang dibudidaya di tambak Desa Pesantren Ulujami Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus menggunakan analisis deskriptif dan korelasi dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kepiting bakau di tambak Desa Pesantren memiliki pola osmoregulasi hiperosmotik sedangkan pola osmoregulasi isoosmotik ditunjukkan pada kepiting yang sedang mengalami moulting. Indeks ponderal kurang dari dua sehingga bertubuh pipih dan belum matang gonad. Adapun tekanan osmotik berpengaruh negatif terhadap indeks ponderal dan kematangan gonad kepiting.

Keywords: Tingkat kerja osmotik; indeks ponderal; kematangan gonad; kepiting bakau

Article Metrics:

  1. Aisyah., K, Kasim., S, Triharyuni, dan Husnah. 2018. Estimasi
  2. Status Stok Sumberdaya Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Estuari Mahakam, Kalimantan Timur. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap. 10(3) : 217-225.doi: http://dx.doi.org/10.15578/bawal.9.3.2017.207-213
  3. Anggoro, S. 1992. Efek Osmotik Berbagai Tingkatan Salinitas Media terhadap Daya Tetas Telur dan Vitalitas Larva Udang Windu, Panaeus monodon. Fabricius. Disertasi. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor
  4. ________. 2000. Pola Osmotik dan Kerja Enzim Na-K- Udang
  5. Windu (Panaeus mododon Fab) pada Berbagai Fase Molting. Aquaculture Indonesia 1(2) : 15-21
  6. Anggoro, S, dan K. Nakamura. 2005. Osmoregullation of Kuruma Prawn (Penaeus Japonicus. Bull. Kagoshima, 2(3) : 14-19
  7. Anggoro, F. Purwanti., W.T Taufani dan N. Nakamura. 2018. Effect of Osmotic Shocks on Sodium Regulation and Na-K-ATPase Activity of Pasific White Shrimp (Litopenaeus vannamei Boone, 1931). Pakistan Academy of Sciences. 55(1):15-19
  8. Bidawi, B. M., D. Desrita, dan Y. Yunafsi. Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Ikan Belodok (Famili: Gobiidae) pada Ekosistem Mangrove di Desa Pulau Sembilan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan, Pesisisr dan Perikanan. 6(3) : 228-234. doi : 10.13170/depik.6.3.7029
  9. Darwasito, S., H. J. Sinjai, dan I. Wahyuni. 2015. Tingkat Perkembangan Gonad, Kualitas Telur, dan Ketahanan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromus niloticus) Berdasarkan Perbedaan Sainitas. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi Akuakultur. 2(2) : 86-94
  10. Ditjen P2HP. 2011. P2HP Dalam Angka 2010. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta
  11. Effendie, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Yogyakarta : Yayasan Dwi Sari
  12. Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta :
  13. Bumi Aksara
  14. FAO (Food and Agriculture of the United Nations). 2011. The State of World Fisheries and Aquaculture. FAO, Rome
  15. Habibi., Sukendi dan N. Aryani. 2013. Kematangan Gonad Ikan Sepat Mutiara (Trichogaster Lerri Blkr) dengan Pemberian Pakan yang Berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. 1(2) : 127-134
  16. Hasan, M. I. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia. Jakarta
  17. Katiandagho, B. 2014. Analisis Fluktuasi Parameter Kualitas Air terhadap Aktifitas Molting Kepiting Bakau (Scylla serrata). Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan. 7(2) : 21-25. doi : 10.29239/j.agrikan.7.2.21-25
  18. Hidayat, T., H.Y. Yusuf., Nuruddin, dan A.R.P, Pane. 2017. Parameter Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Pasaman Barat. Bawal. 9(3) : 207-213. doi: http://dx.doi.org/10.15578/bawal.9.3.2017.207-213
  19. Novian, D. S., Diana, dan Sutrisno, A. 2013. Kebiasaan Makanan dan Osmoregulasi sebagai Landasan Domestikasi Keong Macan (Babylonia spirata I). Journal of Management of Aquatic Resources. 2(2) : 249-257
  20. Pamungkas, W. 2012. Aktivitas Osmoregulasi, Respons Pertumbuhan, dan Energetic Cost pada Ikan yang Dipelihara pada Salinitas yang Bersalinitas. Media Akuakultur. 7(1) : 44-51
  21. Purnama, M. F., La, O. A. A, dan Haslianti. 2016. Pengaruh Induksi Autotomi pada Kepiting Bakau (Scylla serrata, Scylla tranquebarica, Scylla paramamosain) terhadap Sintasan Moulting dan Pertumbuhan di Tambak Rakyat Kelurahan Anggoeya Kendari Sulawesi Tenggara. Jurnal Teknologi Hasil Perikanan. 5(2) : 190-203
  22. Puryono, S., S. Anggoro., Suryanti dan I. S Anwar. 2019. Pengelolaan Pesisir dan Laut Berbasis Ekosistem. Semarang : Undip Press
  23. Rachmawati, D., J. Hutabarat dan S. Anggoro. 2012. Pengaruh Salinitas Berbeda terhadap Pertumbuhan Keong Macan (Babylonia spirata L) pada Proses Domestikasi. Ilmu Kelautan. 17(3):141-147
  24. Rahardja, M.F., Sjafei, D.S., Affandi, dan Sulistiyono. 2011
  25. Ikhtiologi. Bandung : CV Lubuk Agung
  26. Sentosa, A. S, dan A. R, Syam. 2011. Sebaran Temporal
  27. Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Pantai Mayangan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Jurnal
  28. Perikanan.8(1):35-43
  29. doi: https://doi.org/10.22146/jfs.3060

Last update: 2021-03-04 14:17:44

No citation recorded.

Last update: 2021-03-04 14:17:46

No citation recorded.