skip to main content

PEMANFAATAN MIKROORGANISME INDIGENOUS PADA SUMUR AIR ASIN DALAM DETOKSIFIKASI TIMBAL (PB) UNTUK BUDIDAYA AIR PAYAU

*Atika Marisa Halim orcid scopus  -  Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Jl. Raya Buncitan Kp.1 Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, 61253., Indonesia
Putri Nurhanida Rizky  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Indonesia
Kartika Primasari  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Indonesia
Annisa’ Bias Cahyanurani  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Indonesia
Asep Akmal Aonullah  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Indonesia
Teguh Harijono  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Indonesia
Nasuki Nasuki  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Indonesia
Ahmad Aditya Sasmita  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pencemaran logam berat, khususnya timbal (Pb), pada sumber air asin untuk budidaya air payau dapat menurunkan kualitas media dan mengancam keberlangsungan organisme budidaya. Metode penanganan berbasis fisik dan kimia sering kurang efisien serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Mikroorganisme indigenous menjadi salah satu opsi bioremediasi yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lokal dan berpotensi mereduksi logam berat secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme indigenous yang berpotensi sebagai agen bioremediasi alami dalam menurunkan kadar logam berat timbal (Pb) pada sumur air asin yang digunakan untuk budidaya air payau. Sampel air dan sedimen diambil dari sumur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, kemudian dilakukan isolasi bakteri, kultivasi, serta uji resistensi terhadap Pb dengan dosis 0.5, 1 dan 1.5 ppm dengan metode difusi cakram. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter kualitas air pada media air sumur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo seperti suhu, pH, dan BOD belum sepenuhnya memenuhi baku mutu air laut, namun masih memungkinkan untuk digunakan pada kegiatan budidaya air payau dengan adanya perlakuan persiapan media terlebih dahulu. Kandungan logam berat pada sedimen lebih tinggi dibandingkan pada air, dengan urutan konsentrasi Cu, Pb, Cd ,Cr dan Zn. Isolat bakteri yang diidentifikasi memiliki karakter gram negatif berbentuk batang (basil) dan menunjukkan kemampuan reduksi terhadap logam Pb. Berdasarkan hasil uji biokimia, isolat tersebut teridentifikasi sebagai Marinobacter sp. Yaitu bakteri laut halotoleran yang mampu bertahan pada lingkungan bersalinitas tinggi. Uji resistensi menunjukkan bahwa Marinobacter sp. memiliki kemampuan reduksi Pb yang tergolong sedang (zona hambat 10–11 mm) pada konsentrasi 0.5–1.5 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa mikroorganisme indigenous memiliki potensi sebagai agen bioremediasi ramah lingkungan untuk menurunkan kadar logam berat di air asin, sehingga dapat meningkatkan kualitas media budidaya air payau secara berkelanjutan.

Fulltext View|Download
Keywords: Air payau ; Bioremediasi; Marinobacter sp.; Logam Berat

Article Metrics:

  1. Alabssawy, A. N., & Hashem, A. H. (2024). Bioremediation of hazardous heavy metals by marine microorganisms : a recent review. Archives of Microbiology, 206(3), 1–18. https://doi.org/10.1007/s00203-023-03793-5
  2. Anwar, C., Wonggo, Djuhria, & Mongi, E. (2022). Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Beberapa Jenis Ikan Demersal di Perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara. Media Teknologi Hasil Perikanan, 10(3), 198–202. https://doi.org/10.35800/mthp.10.3.2022.43909
  3. Beiras, R. (2018). Nonpersistent Inorganic Pollution. Marine Pollution, 31–39. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-813736-9.00003-9
  4. Briffa, J., Sinagra, E., & Blundell, R. (2020). Heavy metal pollution in the environment and their toxicological effects on humans. Heliyon, 6(9). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e04691
  5. Chakraborty, J., & Das, S. (2014). Characterization and cadmium-resistant gene expression of biofilm-forming marine bacterium Pseudomonas aeruginosa JP-11. Environmental Science and Pollution Research, 21(24), 14188–14201. https://doi.org/10.1007/s11356-014-3308-7
  6. Cheng, L., Zhu, P., Ke, H., Hou, S., Luo, Q., & Lu, X. (2025). Metabolic versatility of Marinobacter and its biotechnological potential. Biotechnology Advances, 83, 108650. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.biotechadv.2025.108650
  7. Department of Health and Aged Care - Australian Government. (2024). Environmental fate and effects of zinc ions. April
  8. Elawati, N. E., Lestari, C. R., & Resputri, F. (2024). Eksplorasi dan Implementasi Mikroba Indigenous Asal Limbah Batubara Sebagai agen Bioakumulator Terhadap Logam Berat Cd dan Pb. Bioeduscience, 8(1), 1–7. https://doi.org/10.22236/jbes/12709
  9. Fadl, M. G., Rezk, M., Amin, M. M., & Kamel, Z. M. (2017). Uranium Removal from Wastewater Using Immobilized Multiple Heavy-Metal and Antibiotic Resistance E. coli Isolated from Aborshid Egypt. Advances in Recycling & Waste Management, 02(03). https://doi.org/10.4172/2475-7675.1000145
  10. Harahap, A. (2022). Analysis of Heavy Metals in Water and Sediment in Singkep Island Coastal Waters. International Journal of Science and Environment (IJSE), 2(3), 67–73. https://doi.org/10.51601/ijse.v2i3.49
  11. Misra, V., Pandey, S. D., Viswanathan, P. N., & Pandey, J. (2019). Environmental pollution and its impact on human health. Environmental Toxicology Review, 38(2), 95–108. https://doi.org/10.1002/etc.1234
  12. Musa, H., Kasim, F. H., Gunny, A. A. N., Gopinath, S. C. B., Chinni, S. V., & Ahmad, M. A. (2019). Whole genome sequence of moderate halophilic marine bacterium Marinobacter litoralis SW-45: Abundance of non-coding RNAs. International Journal of Biological Macromolecules, 133, 1288–1298. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2019.05.003
  13. Musallamah, Aunurohim, N. A. (2022). Pengaruh Paparan Timbal (Pb) Terhadap Perubahan Histopatologis Hepatopankreas Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii De Mann)
  14. Nur, J., Viola, L., Armawan, A.(2022). Analisis Kadar BOD dan COD pada Air Tambak di Desa X Bekasi. Jurnal analis kesehatan klinikal sains. 10(82), 97–102
  15. Ouyang, X., Li, Q., & Du, K. (2020). How does environmental regulation promote technological innovations in the industrial sector? Evidence from Chinese provincial panel data. Energy Policy, 139, 111310. https://doi.org/10.1016/j.enpol.2020.111310
  16. Pambudiono, A., Suarsini, E., & Amin, M. (2018). The Potential of Indigenous Bacteria for Removing Cadmium from Industrial Wastewater in Lawang, East Java. Journal of Tropical Life Science, 8(1), 62–67. https://doi.org/10.11594/jtls.08.01.11
  17. Pratiwi, D. Y. (2020). Dampak Pencemaran Logam Berat (Timbal, Tembaga, Merkuri, Kadmium, Krom) terhadap Organisme Perairan dan Kesehatan Manusia. Akuatek, 1(1), 59–65. https://doi.org/10.24198/akuatek.v1i1.28135
  18. Prayogo, Rahardja, B. S., Asshanti, A. N., Dewi, N. N., & Santanumurti, M. B. (2018). Exploration of indigenous bacteria in an intensive aquaculture system of African catfish (Clarias sp.) in Banyuwangi, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 137(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/137/1/012085
  19. Prayogr, G., Utomo, B. A., & Effendi, H. (2022). Heavy Metals Contamination Level and Water Quality Parameter Conditions in Jatiluhur Reservoir, West Java, Indonesia. Biotropia, 29(1), 12–22. https://doi.org/10.11598/btb.2022.29.1.1443
  20. Qiao, H. T., Qiao, Y. S., Luo, X. H., Zhao, B. W., & Cai, Q. Y. (2021). Qualitative and quantitative adsorption mechanisms of zinc ions from aqueous solutions onto dead carp derived biochar. RSC Advances, 11(60), 38273–38282. https://doi.org/10.1039/d1ra05636k
  21. Richter, M. F., Drown, B. S., Riley, A. P., Garcia, A., Shirai, T., Svec, R. L., & Hergenrother, P. J. (2017). Predictive compound accumulation rules yield a broad-spectrum antibiotic. Nature, 545(7654), 299–304. https://doi.org/10.1038/nature22308
  22. Shah, S. M., Khan, S., Bibi, N., Rehman, B., Ali, R., Shireen, F., Yilmaz, S., Ali, Q., Ullah, A., & Ali, D. (2025). Indigenous bacteria as potential agents for trace metal remediation in industrial wastewater. Scientific Reports, 15(1), 1–22. https://doi.org/10.1038/s41598-025-97711-y
  23. Singh, S., & Hiranmai, R. Y. (2021). Monitoring and molecular characterization of bacterial species in heavy metals contaminated roadside soil of selected region along NH 8A, Gujarat. Heliyon, 7(11), e08284. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e08284
  24. Tchounwou, P. B., Yedjou, C. G., Patlolla, A. K., & Sutton, D. J. (2012). Heavy metal toxicity and the environment. In A. Luch (Ed.), Molecular, Clinical and Environmental Toxicology (pp. 133–164). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-7643-8340-4_6
  25. Wijayanti, T. (2017). Bioremediasi Limbah Tercemar Kadmium ( Cd ) Pada Perairan Di Kabupaten Pasuruan Menggunakan Bakteri Indigen Secara Ex-Situ. 4(2)
  26. Zakiyah, U. (2024). Heavy Metal Zinc (Zn) in Sediments and Roots of Mangrove Sonneratia Alba and Avicennia Marina

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-02-05 14:23:08

No citation recorded.