BibTex Citation Data :
@article{IJFST79273, author = {Atika Halim and Putri Rizky and Kartika Primasari and Annisa’ Cahyanurani and Asep Aonullah and Teguh Harijono and Nasuki Nasuki and Ahmad Sasmita}, title = {PEMANFAATAN MIKROORGANISME INDIGENOUS PADA SUMUR AIR ASIN DALAM DETOKSIFIKASI TIMBAL (PB) UNTUK BUDIDAYA AIR PAYAU}, journal = {Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology}, volume = {22}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Air payau ; Bioremediasi; Marinobacter sp.; Logam Berat}, abstract = { Pencemaran logam berat, khususnya timbal (Pb), pada sumber air asin untuk budidaya air payau dapat menurunkan kualitas media dan mengancam keberlangsungan organisme budidaya. Metode penanganan berbasis fisik dan kimia sering kurang efisien serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Mikroorganisme indigenous menjadi salah satu opsi bioremediasi yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lokal dan berpotensi mereduksi logam berat secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme indigenous yang berpotensi sebagai agen bioremediasi alami dalam menurunkan kadar logam berat timbal (Pb) pada sumur air asin yang digunakan untuk budidaya air payau. Sampel air dan sedimen diambil dari sumur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, kemudian dilakukan isolasi bakteri, kultivasi, serta uji resistensi terhadap Pb dengan dosis 0.5, 1 dan 1.5 ppm dengan metode difusi cakram. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter kualitas air pada media air sumur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo seperti suhu, pH, dan BOD belum sepenuhnya memenuhi baku mutu air laut, namun masih memungkinkan untuk digunakan pada kegiatan budidaya air payau dengan adanya perlakuan persiapan media terlebih dahulu. Kandungan logam berat pada sedimen lebih tinggi dibandingkan pada air, dengan urutan konsentrasi Cu, Pb, Cd ,Cr dan Zn. Isolat bakteri yang diidentifikasi memiliki karakter gram negatif berbentuk batang (basil) dan menunjukkan kemampuan reduksi terhadap logam Pb. Berdasarkan hasil uji biokimia, isolat tersebut teridentifikasi sebagai Marinobacter sp. Yaitu bakteri laut halotoleran yang mampu bertahan pada lingkungan bersalinitas tinggi. Uji resistensi menunjukkan bahwa Marinobacter sp . memiliki kemampuan reduksi Pb yang tergolong sedang (zona hambat 10–11 mm) pada konsentrasi 0.5–1.5 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa mikroorganisme indigenous memiliki potensi sebagai agen bioremediasi ramah lingkungan untuk menurunkan kadar logam berat di air asin, sehingga dapat meningkatkan kualitas media budidaya air payau secara berkelanjutan. }, issn = {2549-0885}, pages = {28--36} doi = {10.14710/ijfst.22.1.28-36}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek/article/view/79273} }
Refworks Citation Data :
Pencemaran logam berat, khususnya timbal (Pb), pada sumber air asin untuk budidaya air payau dapat menurunkan kualitas media dan mengancam keberlangsungan organisme budidaya. Metode penanganan berbasis fisik dan kimia sering kurang efisien serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Mikroorganisme indigenous menjadi salah satu opsi bioremediasi yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lokal dan berpotensi mereduksi logam berat secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme indigenous yang berpotensi sebagai agen bioremediasi alami dalam menurunkan kadar logam berat timbal (Pb) pada sumur air asin yang digunakan untuk budidaya air payau. Sampel air dan sedimen diambil dari sumur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, kemudian dilakukan isolasi bakteri, kultivasi, serta uji resistensi terhadap Pb dengan dosis 0.5, 1 dan 1.5 ppm dengan metode difusi cakram. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter kualitas air pada media air sumur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo seperti suhu, pH, dan BOD belum sepenuhnya memenuhi baku mutu air laut, namun masih memungkinkan untuk digunakan pada kegiatan budidaya air payau dengan adanya perlakuan persiapan media terlebih dahulu. Kandungan logam berat pada sedimen lebih tinggi dibandingkan pada air, dengan urutan konsentrasi Cu, Pb, Cd ,Cr dan Zn. Isolat bakteri yang diidentifikasi memiliki karakter gram negatif berbentuk batang (basil) dan menunjukkan kemampuan reduksi terhadap logam Pb. Berdasarkan hasil uji biokimia, isolat tersebut teridentifikasi sebagai Marinobacter sp. Yaitu bakteri laut halotoleran yang mampu bertahan pada lingkungan bersalinitas tinggi. Uji resistensi menunjukkan bahwa Marinobacter sp. memiliki kemampuan reduksi Pb yang tergolong sedang (zona hambat 10–11 mm) pada konsentrasi 0.5–1.5 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa mikroorganisme indigenous memiliki potensi sebagai agen bioremediasi ramah lingkungan untuk menurunkan kadar logam berat di air asin, sehingga dapat meningkatkan kualitas media budidaya air payau secara berkelanjutan.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-02-05 14:23:08
Authors who submit manuscripts do so with the understanding that, if accepted for publication, the copyright of the article will be transferred to Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University as the journal publisher. The copyright includes the rights to reproduce and distribute the article in all forms and media, including reprints, photographs, microfilm, and similar reproductions, as well as translations.
Articles published in this journal are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). This license allows others to use, share, adapt, and redistribute the material in any medium or format, provided appropriate credit is given to the original author(s) and the journal, and that any derivative works are distributed under the same license.
Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro, and the editors make every effort to ensure the accuracy of all data, opinions, and statements published in the journal. However, the content of each article and advertisement published in Saintek Perikanan is the sole responsibility of the respective authors and advertisers.
View My Stats