AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK LAMUN (Cymodocea rotundata) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli (Antibacterial Activities of Seagrass Extracts (Cymodocea rotundata) Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli)

*Septiani Septiani -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Eko Nurcahya Dewi -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ima Wijayanti -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Dec 2017; Published: 8 Dec 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 1848 16289
Abstract
Cymodocea rotundata  merupakan salah satu jenis lamun yang berpotensi sebagai antibakteri. Senyawa bioaktif yang bersifat sebagai antibakteri adalah fenol, flavonoid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama inkubasi dan konsentrasi ekstrak lamun C. rotundata yang berbeda terhadap aktivitas antibakteri S. aureus dan E. Coli. Metode penelitian yang digunakan yaitu experimental laboratories dengan menggunakan rancangan dasar penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial, pola terbagi oleh faktor lama inkubasi bakteri (24 jam, 48 jam dan 72 jam) dan perbedaan konsentrasi ekstrak lamun (5%, 10% dan 15%). Data dianalisis menggunakan SIDIK RAGAM dan dilakukan analisis lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ), apabila terdapat perbedaan pada perlakuan. Ekstrak lamun C. rotundata efektif sebagai antibakteri dengan kategori sedang yaitu zona hambat berkisar antara 5-10 mm. Konsentrasi optimum untuk menghambat S.aureus dan E.coli adalah 15% dengan lama inkubasi 48 jam dengan zona hambat yang dihasilkan masing-masing sebesar 6, 123 mm. Dan 5, 833 mm.

Cymodocea rotundata is a type of seagrass that has a potential as an antibacterial. Bioactive compounds which act as such as antibacterial phenols, flavonoids and tannins. The purpose of this study was to determine the effect of different concentration and time of incubation  of seagrass C.rotundata as antibacterial against  S. aureus and E. coli. The method used was experimental laboratories using the basic design of the study completely randomized design (CRD) with factorial pattern (2 factor). The first factor were different concentration (5%, 10% and 15% ) and second factor were time of incubations (24 hours, 48 hours and 72 hours). Data were analyzed using ANOVA and conducted a further test Honestly Significant Difference (HSD), if treatment gave significant effectC. rotundata extracts had antibacterial activity with medium category which inhibition zone ranges from 5-10 mm. The optimum concentration for inhibiting S. aureus and e. coli were 15% with incubation time of 48 hours resulting inhibition zone 6,123 mm and 5,833 respectively.

Keywords
Lamun Cymodocea rotundata;Ekstrak; Aktivitas antibakteri;Staphylococcus aureus;Escherichia coli

Article Metrics:

  1. Anwariah, S., 2011. Kandungan Fenol, Komponen Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Lamun Cymodocea rotundata. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.
  2. Bachtiar, A. 2007. Penelusuran Sumber Daya Hayati Laut (Alga) Sebagai Biotarget Industri. [Makalah]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Jatinagor.
  3. DeLeo, F,R., Otto, M., Kreiswirth, B.N., and Chambers, H.F. 2010. Community-associated meticillin-resistant Staphylococcus aureus. Laboratory of Human Bacterial Pathogenesis. Rocky Mountain Laboratories. National Institute of Allergy And Infectious Diseases. National Institutes of Health. Hamilton, MT 59840, USA.
  4. Den Hartog C. 1970. "Sea grasses of the world" North Holland Publishing co., Amsterdam, London pp. 272 Short, F.T., dan Robert, G. C. 2001. Global Seagrass Research Methods. Elsivier Science B.V. All rights reserved.
  5. Dewi, F.K. 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda citrifolia, Linnaeus ) terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. [ Skripsi ]. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
  6. Effendy. 2007. Kimia Koordinasi. Banyumedia. Malang.
  7. Goering, R., Hazel, D., Mark, Z., Ivan, R., Peter, L.C. 2013. Mims’ Medical Microbiology. Fifth Edition. Elsivier Ltd.
  8. Hariana, A. 2007. Tumbuhan Obat & Khasiatnya. Cetakan ketiga. Penebar Swadaya. Jakarta.
  9. Helmiyati, A.F., and Nurrahman. 2010. Pengaruh Konsentrasi Tawas Terhadap Pertumbuhan Bakteri Gram Positif dan Negatif. Jurnal Pangan dan Gizi. 01 (01)
  10. Indraswari, A. 2008. Optimasi Pembuatan Ekstrak Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) Menggunakan Metode Maserasi Dengan Parameter Kadar Total Senyawa Fenolik Dan Flavonoid.[Skripsi]. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
  11. Jawetz., Melnick., dan Adelberg. 2007. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 23. Jakarta : EGC
  12. Kusuma, S.A.F. 2010. Escherichia coli.[Makalah]. Fakultas Farmasi. Universitas Padjadjaran. Jatinagor.
  13. Lovista, V.F. 2010. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Chlorella vulgaris terhadap Zona Hambat Bakteri Patogen. [ Skripsi ]. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang.
  14. Mani, A.E ., V. Bharathi and Jamila, P. 2012. Antibancterial Activity and Preliminary Phytochemical Analysis of Sea Grass Cymodocea rotundata. International Journal of Microbiological Research, 3 (2) : 99 – 103.
  15. Melki., Wike, A.E.P., dan Kurniati. 2011. Uji Antibakteri Ekstrak Gracilaria sp (Rumput Laut) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sriwijaya. Palembang.
  16. Nikham dan Taty, E. 2012. Uji Bahan Baku Antibakteri Dari Buah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa (Scheff) Boerl.) Hasil Iradiasi Gamma Dan Antibiotik Terhadap Bakteri Patogen. Prosiding Pertemuan Ilmiah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bahan. ISSN 1411-2213.
  17. Ngajow, M., Jemmy, A., dan Vanda, S.K. 2013. Pengaruh Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Matoa (Pometia pinnata) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus secara In Vitro. Jurnal MIPA Unsrat Online, 2 (2): 128 –132.
  18. Novotny, L., L. Dvorska., A. Lorencova., V. Beran., I. Pavlik. 2004. Fish : a potential source of bacterial pathogens for human beings. Vet. Med – Czech, 49, 2004 (9): 343-358
  19. Pelczar MJ, Chan ESC. 2008. Dasar- dasar Mikrobiologi 2. Ratna SH dkk, penerjemah: Jakarta: UI Pr. Terjemahan dari: Elements of Microbiology. Sirait M. 2007. Penuntun Fitokimia dalam Farmasi. Bandung: ITB.
  20. Puspitasari, L., Swastini, D.A., dan Arisanti, C.I.A. 2013. Skrinning Fitokimia Ekstrak Etanol 95% Kulit Buah Manggis ( Garcinia mangostana L.). Jurnal Farmasi Udayanan.
  21. Putra, R.T., Yani, K., dan Reza, A.K. 2015. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dalam Tumbuhan Lamun Cymodocea rotundata Ehrenberg & Hemprich Ex Ascheron. ISSN 2460 – 6472.
  22. Ravikumar, S., Thajuddin, N, P. Suganthi, S. Jacob Inbaneson and Vinodkumar, 2008. Bioactive potential of seagrass bacteria against human bacterial pathogens. Journal of Environmental Biology 31:387-389.
  23. Ravikumar S, K. Nanthini devi, T.T. Ajith kumarand M. Ajmalkhan. 2011. Antibacterial activity of seagrass species of cymodocea serrulata against chosen bacterial fish pathogens. Annals of Biological Research, 2 (1) : 88-93
  24. Retnowati, Y., Bialangi, N., dan Posangi, N.W. 2011. Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Yang Di Ekspos Dengan Infus Daun Sambiloto (Andrographis paniculata), 6 (2):7-8.
  25. Salni, H.M., dan Ratna, W.M. 2011. Isolasi Senyawa Antibakteri Dari Daun Jengkol (Pithecolobium lobatum Benth) dan Penentuan Nilai KHM-nya. Jurnal Penelitian Sains. 14 (1 D ) 14109.
  26. Sangeetha J. and S. Asokan. 2015. Antibacterial activity of different sea grass Extracts against some human eye pathogens. World Journal Of Pharmacy And Pharmaceutical Sciences, 4(12): 677-683.
  27. Savitri, N.P.I. 2014. Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Terhadap Bakteri Mix Saluran Akar Gigi. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar. Denpasar.
  28. Short, F.T., dan Robert, G. C. 2001. Global Seagrass Research Methods. Elsivier Science B.V. All rights reserved.
  29. Siahaan, R.M.I. 2012. Kajian Potensi Ekstrak Padina australis Terhadap Zona Hambat Bakteri Patogen Vibrio sp. Dan Staphylococcus aureus. [Skripsi]. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang.
  30. Sucipto, I. 2009. Biogas Hasil Fermentasi Hidrolisat Bagas Menggunakan Konsorsium Bakteri Termofilik Kotoran Sapi. [ Skripsi ]. Program Studi Biokimia. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor.