STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MELALUI KAJIAN EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU (Ecotourism Development Strategy with Mangrove Ecosystem Studies at Pramuka Island, Kepulauan Seribu)

*Aditya Cahya Putra  -  Magister Ilmu Lingkungan, Indonesia
Sutisno Anggoro  -  Doktoral Manajemen Sumberdaya Pantai, Indonesia
Kismartini Kismartini  -  Magister Ilmu Lingkungan, Indonesia
Published: 25 Feb 2015.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Tingginya tingkat abrasi dan gelombang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan ekosistem pesisir yang mengakibatkan sejumlah kawasan mangrove semakin berkurang bahkan rusak, sehingga perlu upaya pengembangan ekowisata mangrove melalui kegiatan ekowisata sebagai salah satu cara melestarikan ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan potensi lingkungan mangrove di Pulau Pramuka; mengkaji kesesuaian dan daya dukung ekowisata di kawasan mangrove di Pulau Pramuka; serta menyusun penetapan arahan strategi pengembangan ekowisata mangrove. Metode penelitian merupakan penelitian studi kasus menggunakan deskriptif analitik melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan analisis kualitas lingkungan mangrove, kualitas perairan dan sedimen magrove, kesesuaian ekowisata, daya dukung ekowisata dan SWOT untuk memberikan informasi tentang potensi dan strategi pengelolan hutan mangrove secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan Pulau Pramuka yang merupakan wilayah pesisir memiliki hutan mangrove dengan jenis mangrove Rhizophora stylosa dengan kualitas lingkungan yang sesuai untuk karakteristik pertumbuhan dan adaptasi mangrove. Memiliki kesesuaian layak untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata mangrove dengan Nilai Kesesuaian Ekowisata (NKE) sebesar 279 dan daya dukung maksimal ekowisata sebanyak 114 orang/hari dengan alternatif kegiatan yang dapat dilakukan diataranya wisata alam dan wisata bahari. Berdasarkan hasil analisis SWOT didapatkan 5 prioritas strategi untuk pengembangan ekowisata mangrove di Pulau Pramuka diantaranya: a). koordinasi antara masyarakat sekitar dengan stakeholder yang dimulai dengan perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan dan pemantauan konsep pengembangan ekowisata mangrove; b). penataan kembali ruang untuk kegiatan ekowisata, perbaikan insfrastruktur, jaringan air bersih, pembangunan MCK umum, sistem pengolahan dan pembuangan sampah, serta unit usaha penunjang kebutuhan wisatawan; c). memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengelolaan dan pelatihan manajemen pemasaran ekowisata mangrove yang efektif dan produktif; d). studi kajian analisis dampak kegiatan wisata terhadap kondisi lingkungan dan pertumbuhan vegetasi mangrove dengan pemantauan secara berkala dan berkelanjutan; dan e). menggali potensi wisata alam dan bahari dengan pembinaan wisata kepada masyarakat dan melengkapi pengadaan sarana dan prasarana wisata.

Kata kunci : ekowisata, ekosistem mangrove, Pulau Pramuka, SWOT

 

The high level of abrasion and wave impact on the environmental and coastal ecosystems had resulting in mangrove ecosystem degradation. Thereforeit is necessary to develop efforts for mangrove ecosystem ecoturism development. The study aims to determine the condition and potential of the mangrove environment In Pramuka Island; examining the suitability and carrying capacity of mangrove ecotourism in Pramuka Island; to determine strategic and suitable policy formangrove ecotourism development.The research method was a case study using descriptive analysis through quantitative and qualitative approaches to analyse the quality of mangrovecondition, water quality, sediment suitability level for ecotourism, and mangrove SWOT carrying capacity as baseline data for the sustainable management of mangrove ecosystem. The results showed in Pramuka Island the coastal areas with mangrove forests Rhizophora stylosawith quality suitable environment for the growth and adaptation of mangrove characteristics. Having a proper suitability to be developed as a tourist area of mangrove with suitability value of ecotourism for 279 and a maximum carrying capacity of ecotourism as much as 114 people per day with alternative activities such as nature and marine tourism. Based on the results of the SWOT analysis obtained five strategic priorities for development of ecotourism in the Pramuka Island mangroves include: a). coordination between the local community and stakeholders with socialization, planning, implementation and monitoring of mangrove ecotourism development concept; b). relocation for ecotourism activities, improvement of infrastructure, clean water, construction of public toilets, waste treatment and disposal systems, as well as supporting business unit needs; c). provide knowledge to the community about management and marketing, training for mangrove ecotourism effectivity and productivity  d). any study on the analysis of impact of tourism activities on the environmental conditions and the growth of mangrove vegetation with periodic and continuous monitoring; and e). explore the potential of nature and marine tourismcoaching community and tourist to complement the provision of means of tourist.

Keywords : Ecotourism, Mangrove Ecosystem, Pramuka Island, SWOT

Article Metrics:

Last update: 2021-03-06 05:39:47

No citation recorded.

Last update: 2021-03-06 05:39:48

No citation recorded.