Pembuatan Briket Arang Dari Campuran Tempurung Kelapa dan Serbuk Gergaji Kayu Sengon

DOI: https://doi.org/10.14710/teknik.v38i2.13985

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Telah diserahkan: 08-04-2017
Diterbitkan: 30-12-2017
Bagian: FULL ARTICLE
Fulltext PDF Tell your colleagues Kirim email ke penulis

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki potensi dalam pengembangan energi terbarukan berupa energy biomassa dari briket tempurung kelapa. Briket ini merupakan hasil pengolahan limbah biomasa, diantaranya tempurung kelapa dan serbuk kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu, konsentrasi perekat dan komposisi bahan baku terhadap nilai kalor  briket. Bahan yang digunakan antara lain serbuk gergaji sengon, tempurung kelapa, tepung tapioka, aquadest. Alat yang digunakan kiln drum, alat pengempa briket, bom kalorimeter, oven, alat screening. Variabel berubah dalam percobaan adalah komposisi bahan baku dan kadar perekat. Langkah penelitian dilakukan dengan pengarangan bahan baku, pencampuran komposisi bahan baku dengan variabel perekat, pencetakan dan pengempaan, uji coba nilai kalor, terakhir analisa data. Hasil pengujian nilai kalor briket bahwa semakin banyak komposisi bahan yang memiliki kalor lebih tinggi maka nilai kalor  campuran briket akan semakin tinggi. Nilai kalor briket sampel tidak memenuhi syarat untuk briket arang buatan Amerika, Inggris, dan Jepang namun diantaranya memenuhi syarat standar nasional Indonesia. Penambahan perekat dalam  pembuatan briket tempurung kelapa dimaksudkan agar partikel arang saling berikatan dan tidak mudah hancur, namun penambahan perekat yang berlebih akan menurunkan kualitas briket, semakin tinggi kadar perekat maka nilai kalor akan berkurang

Kata Kunci

briket; arang tempurung kelapa; arang serbuk kayu sengon; perekat

  1. Didi Dwi Anggoro 
    Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Muhammad Hanif Dzikri Wibawa 
    Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Moch Zaenal Fathoni 
    Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  1. Faulina, A., Andari, S., Anggraeni, D. (2011). Response Surface Methodology (RSM) dan Aplikasinya. Surabaya: InstitutTeknologi Sepuluh Nopember.
  2. Gandhi, A. (2009). Pengaruh Variasi Jumlah Campuran Perekat Terhadap Karakteristik Briket Arang Tongkol Jagung. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
  3. Gusmailina. (2010). Pengaruh Arang Kompos Bioaktif Terhadap Pertumbuhan Anakan Bulian. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 28(2), 1–26.
  4. Jamilatun, S. (2008). Sifat-Sifat Penyalaan dan Pembakaran Briket Biomassa. Jurnal Rekayasa Proses, 2(2), 37–40.
  5. Mahmud, Z., Ferry, Y. (2005). Prospek pengolahan hasil samping buah kelapa. Perspektif, 4(1), 55–63.
  6. Sari, M. K. (2011). Potensi Dan Peluang Kelayakan Ekspor: Kelayakan Ekspor Arang Tempurung Kelapa (Coconut shell charcoal) di Kabupaten Banyumas . Mediagro, 7(2), 69–82.
  7. Sarjono. (2013). Studi Eksperimental Perbandingan Nilai Kalor Briket Campuran Bioarang Sekam Padi dan Tempurung Kelapa. Majalah Ilmiah STTR Cepu, 11(17)11–18.
  8. Sudrajat, R., Soleh, S. (1994). Petunjuk Teknis Pembutan Arang Aktif. Bogor: Badan Peneliti dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan.
  9. Triono, A. (2006). Karakteristik briket arang dari campuran serbuk gergajian kayu afrika dan sengon dengan penambahan tempurung kelapa. Skripsi. Bogor: Departemen Hasil Hutan Intitut Pertanian Bogor.
  10. Webster online dictionary (2017). Shisha. Tersedia di http://www.webster-dictionary.org/definition/shisha
  11. Yulistina ND. (2001). Analisis Energi dan Biomassa dalam Proses Pembuatan Briket Arang. Skripsi. Bogor: Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.