Studi Kerentanan Air Tanah Terhadap Kontaminan Menggunakan Metode Drastic di Kota Pekalongan

*Thomas Triadi Putranto  -  Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia
Dian Agus Widiarso  -  Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia
Fatir Yuslihanu  -  Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia
Received: 7 Dec 2015; Published: 30 Jul 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Artikel
Language: IN
Statistics: 1840 1523
Abstract

Kota Pekalongan berada di Pulau Jawa bagian Utara. Jumlah penduduk kota pekalongan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2008 jumlah penduduk Kota Pekalongan sebanyak 271.990 jiwa kemudian menjadi 290.347 di Tahun 2012.. Untuk memenuhi kebutuhan air, peduduk Kota Pekalongan menggunakan sumur gali yang menyadap air dari akuifer bebas atau akuifer dangkal. Air tanah bebas sangat rentan terhadap pencemaran akibat pengaruh letaknya yang dangkal dan aktivitas manusia. Oleh sebab itu diperlukan suatu kajian mengenai kerentanan air tanah terhadap kontaminan. Analisis dilakukan denganmenggunakan metode DRASTIC. Metode ini merupakan metode pombobotan berdasarkan beberapa parameter, yaitu: kedalaman muka air tanah (D), jumlah area recharge (R), litologi akuifer (A), jenis media tanah (S), topografi (T), jenis media zona tak jenuh air (I), dan konduktivitas hidrolika (C). Berdasarkan hasil analisis DRASTIC, terdapat tiga tingkat kerentanan yaitu: daerah tingkat kerentanan sedang dengan nilai DRASTIC Indeks (DI) 101-140, daerah tingkat kerentanan tinggi dengan nilai DI 141-180, dan daerah tingkat kerentanan sangat tinggi dengan nilai DI >180.

[An Assessment of Groundwater Vulnerability of Contaminant Using DRASTIC Method in Pekalongan City] Pekalongan city which located on the north of Java Island is growing fast, in particular in the population growth. In 2008, total population in Pekalongan city was 271.990 inhabitants increased then up to 290.347 inhabitants in 2012. To fill the water necessary, people in Pekalongan city are using dug wells which are abstracted groundwater from the unconfined aquifer or shallow aquifer. Shallow groundwater can be vulnerabe which are influenced by surface and human activities. Thus, it requires an assessment of the groundwater vulnerability and risk of contaminant. It was analyzed by DRASTIC method. The DRASTIC method is applied by using weighted of some parameters, i.e.: groundwater Depth (D), amount of Recharge (R), Aquifer type (A), Soil type (S), topography (T), Impact of unsatuated zone (I), and hydraulic Conductivity (C). DRASTIC Index (DI) results in three vulnerability levels which are medium with DI 101-140, high with DI around 141-180 and above 180 for high vulnerable of contaminant.

Keywords: Pekalongan; akuifer bebas; metode DRASTIC; kerentanan air tanah; Pekalongan; unconfined aquifer; DRASTIC method; groundwater vulnerability

Article Metrics:

  1. Aller, L., Bennet, T., Lehr, J.H., Petty, R.J. (1985). DRASTIC: A Standardized System For Evaluating Ground Water Pollution Potential Using Hydrogeological Settings, EPA.
  2. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah dan Badan Pusat Statistik Kota P ekalongan. (2013). Kota Pekalongan Dalam Angka 2012, Kota Pekalongan: Bappeda dan BPS Kota
  3. Pekalongan.
  4. Civita, M. V. (2010). The combined approach when
  5. assessing and mapping groundwater vulnerability to contamination, Journal Water Resource and Protection, 2, 14-28.
  6. Condon, W.H., Pardiyanto, L., Ketner, K.B., Amin, T.C., Gavoer, S., Samudra, H. (2006). Peta geologi regional lembar Banjarnegara- Pekalongan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
  7. Effendi, A. (1985). Peta Unit Akuifer Cekungan Air tanah Pekalongan-Pemalang, Badan Geologi, Bandung.
  8. Fraga, C.M., Fernandes, L.F.S. (2013). Exploratory assessment of groundwater vulnerability to pollution in the Sordo River Basin, Northeast of Portugal, Rev. Esc. Minas 66(1) http://dx.doi.org/10.1590/S0370-44672013000 100007
  9. Hadi, Syamsul. (2006). Penilaian Kerentanan Air tanah Taktertekan Terhadap Pencemaran Di Daerah Bandung Dan Sekitarnya Dengan Metode DRASTIC. Buletin Geologi Tata Lingkungan V ol 16 No. 2, Bandung
  10. Kusuma, K.I. (2009). Studi kerentanan air tanah menggunakan metode DRASTIC di urban area Kota Semarang, Skripsi. Universitas Diponegoro.
  11. Setiadi, Hendri. (2004). Peta Cekungan Air tanah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan, Bandung.
  12. Said, H.D dan Sukrisno. (1988). Peta hidrogeologi regional Semarang-Pekalongan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.