Analisis Kenaikan Tekanan Fluida Terhadap Tegangan Dan Fleksibilitas Pipa Blowdown A106 Grade A Berdasarkan ASME B31.3

ANALISA PENGARUH KENAIKAN TEKANAN FLUIDA TERHADAP TEGANGAN DAN FLEKSIBILITAS PIPA BLOWDOWN A106 GRADE A BERDASARKAN ASME B31.3

*Pekik Mahardhika orcid  -  Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Indonesia
Eko Julianto  -  Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Indonesia
Arie Indartono  -  Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Indonesia
George E. Kusuma  -  Jurusan Teknik Permesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Indonesia
Received: 3 Jan 2018; Published: 31 Jul 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 Teknik

Citation Format:
Abstract

Aplikasi sistem perpipaan untuk distribusi fluida banyak di jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Boiler di PLTU beroperasi secara kontinyu sehingga perlu dilakukan proses blowdown secara berkala. Sistem blowdown berguna untuk mengontrol dan membuang kandungan solid dalam sisa air pemanasan. Pertemuan dua zat berbeda fase dan temperatur tinggi pada pipa dapat menimbulkan kenaikan tekanan. Tekanan merupakan salah satu hal yang harus dipertimbangkan dalam sistem perpipaan. Dampak negatif kenaikan tekanan fluida secara kontinyu adalah terjadinya deformasi pipa. Deformasi pipa disebabkan tegangan pipa melebihi nilai tegangan yang diijinkan. Kode yang digunakan adalah ASME B31.3 Piping Process.  Berdasarkan kriteria critical line, pipa blowdown A106 Gr.A merupakan kategori B yang harus dikoreksi dengan metode sederhana. Fluida di dalam pipa blowdown telah terjadi kenaikan tekanan menjadi 322,55 psi dan bersifat turbulen. Berdasarkan ASME B31.3, Tegangan pipa akibat beban sustain setelah terjadi kenaikan tekanan fluida masih berada di bawah tegangan ijin (16000 psi). Fleksibilitas pipa masih di bawah nilai fleksibilitas yang diijinkan. Sistem perpipaan blowdown masih dinyatakan aman.

Keywords: Fleksibilitas, Pipa blowdown, Tegangan pipa akibat beban sustain, Tekanan fluida
Funding: Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Article Metrics:

  1. Agustinus, D. (2009). Pengantar Piping Stress Analysis. Jakarta: Entry Augustino Publisher
  2. ASME. (1998). ASME B&PV Section III. USA: American Society Mechanical Standard
  3. ASME. (2014). ASME B31.3 Piping Process. USA: American Society of Mechanical Engineering
  4. AutoPipe (2008). Example Case System Water Hammer. USA: Bentley
  5. Chamsudi. (2005). Diktat-Piping Stress Analysis. Diunduh dari https://www.scribd.com/document/259036537/Diktat-Pipe-Stress-Analysis
  6. Crane (1982). Flow of Fluids Through Valve, Fittings, and Pipe, Technical paper 410M (p. 4). New York: Crane Co
  7. EngineeringToolbox. (2017). Engineering toolbox. Diakses dari www.engineeringtoolbox.com
  8. Kannapan, S. (1986). Introduction to Pipe Stress Analysis. Canada: John Wiley & Sons
  9. Kellog, M. W. (1956). Design of Piping Systems. USA: Pullman Power Products
  10. Senthilkumar, M. S. (2015). Analysis of piping layout under static load in petrochemical industries. Int. Journal of Applied Sciences and Engineering Research, 4 (2), 240-249
  11. Mahardhika, P. (2017). Penentuan allowable span pipa SLF berdasarkan tegangan, defleksi, frekuensi alami. Jurnal IPTEK, 21 (2), 27-34

Last update: 2021-04-23 07:36:58

No citation recorded.

Last update: 2021-04-23 07:36:58

No citation recorded.