Analisis Mineralogi dan Kandungan Kimia Endapan Lumpur Sidoarjo dan Arah Pemanfaatannya

*Tri Winarno -  Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Yeremia Billy Agustha Gunawan -  Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Jenian Marin -  Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Revisi terakhir: 19 Agu 2019; Diterima: 25 Agu 2019; Diterbitkan: 11 Nov 2019; Tersedia online: 30 Agu 2019.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel
Bahasa: ID
Teks Lengkap:
Statistik: 39 34
Sari

Semburan lumpur Sidoarjo mengeluarkan volume sebesar ±80.000 m3setiap hari dan hanya dapat diatasi ±60.000 m3 dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Kali Porong. Surplus endapan lumpur tersebut meluap dan menggenangi daerah di sekitar pusat semburan lumpur sehingga menimbulkan masalah. Artikel ini memuat analisis mineralogi dan kandungan kimia dari endapan lumpur Sidoarjo sehingga dapat dimanfaatkan sesuai karakteristiknya. Sampel lumpur dinalisa menggunakan metode X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui mineralogi dan kandungan kimianya. Genesis dari endapan Lumpur Sidoarjo diinterpretasikan berasal dari batuan sedimen vulkaniklastik Formasi Kalibeng Atas yang bercampur dengan endapan Aluvial (Qa) karena mineral-mineral lempung yang dijumpai didominasi oleh mineral montmorillonit. Keberadaan Zona Sesar Watukosek yang memanjang dari Kompleks Gunungapi Arjuno-Welirang diinterpretasikan memberikan kontrol struktur terhadap pembentukan gunungapi lumpur Sidoarjo. Pemanfaatan endapan Lumpur Sidoarjo berdasarkan mineralogi dan kandungan kimianya dikelompokkan menjadi lima bidang, yaitu kesehatan, pertanian, perikanan, industri, dan kosmetik. Setiap bidang pemanfaatan membutuhkan mineral-mineral lempung khusus sehingga endapan Lumpur Sidoarjo harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan unsur pengotor, mineral berat, pengecilan ukuran, peningkatan kemampuan absorpsi, dan kapasitas tukar kation.

Kata Kunci
Lumpur Sidoarjo; XRD; XRF; mineral lempung; pemanfaatan mineral lempung

Article Metrics:

  1. Carretero, M. I. (2002). Clay Minerals and Their Beneficial Effects upon Human Health. A Review. Applied Clay Science, 21(3-4), 155-163.
  2. Carretero, M.I., Pozo, M. (2009). Clay and non-clay minerals in the pharmaceutical industry Part I. Excipients and medical applications. Applied Clay Science, 46(1), 73-80.
  3. Davies, R. J., Swarbrick, R. E., Evans, R. J., Huuse, M. (2007). Birth of a Mud Volcano: East Java, 29 May 2006, United Kingdom: Centre for Research into Earth Energy.
  4. Ismadji, S., Soetaredjo, F. E., Ayucitra, A. (2015). Natural Clay Minerals as Environmental Cleaning Agents. Clay Materials for Environmental Remediation, 5-37.
  5. Istadi, B.P., Pramono, G.H., Sumintadireja, P., Alam, S. (2009).Modeling study of growth and potential geohazard for LUSI mud volcano:East Java, Indonesia.Marine and Petroleum Geology, 26(9), 1724-1739.
  6. Kerr, P. F. (1952). Formation and Occurrence of Clay Minerals. Clays and Clay Minerals, 1(1), 19-32.
  7. Lopez-Galindo, A., Viseras, C., Cerezo, P. (2007). Compositional, Technical and Safety Specifications of Clays to be used as Pharmaceutical and Cosmetic Products.: Applied Science, 36(1-3), 51-63.
  8. Matthews, S. J., Bransden, P. J. E. (1995). Late Cretaceous and Cenozoic Tectono-Stratigraphic Development of the East Java Sea Basin, Indonesia. Marine and Petroleum Geology, 12(5), 499-510.
  9. Murray, H. (1961). Industrial Applications of Kaolin New Jersey: Georgia Kaolin Company.
  10. Mazzini, A., Svensen, H., Akhmanov, G.G., Aloisi, G., Planke, S., Malthe-Sørenssen, A., Istadi, B. (2007). Triggering and dynamic evolution of the LUSI mud volcano, Indonesia,Earth and Planetary Science Letters, 261(3-4), 375-388.
  11. Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo. (2007). Laporan Penelitian Sifat Lumpur. Surabaya: Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo.
  12. Satyana, A.H., Asnidar. (2008). International Petroleum Association Annual Meeting. Mud Diapirs and Mud Volcanoes in Depressions of Java to Madura: Origins, Natures, and Implications to Petroleum System. Indonesia: Indonesian Petroleum Association.
  13. Shadfan, H., Dixon, J. B. (1984). Occurance of Palygorskite in the Soils and Rocks of the Jordan Valley. Developments in Sedimentology, 37, 187-198.
  14. Shattar, S. F. A., Zakaria, N. A., Foo, K. Y. (2017). Utilization of Montmorillonite as A Refining Solution for Treatment of Ametryn, A Second Generation of Pesticide. Journal of Environmental Chemical Engineering, 5(4), 3235-3242.
  15. van Bemmelen, R.W., (1970).The Geology of Indonesia, IA. The Hague: Government Printing Office.