Analisis Energi Panas Pada Alat Pengeringan Gabah Tipe Swirling Fluidized Bed

*Satya Andika Putra -  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Indonesia
Novrinaldi Novrinaldi -  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Indonesia
Revisi terakhir: 29 Jul 2019; Diterima: 15 Agu 2019; Diterbitkan: 11 Nov 2019; Tersedia online: 30 Agu 2019.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel
Bahasa: ID
Teks Lengkap:
Statistik: 43 48
Sari
Gabah merupakan produk hasil pertanian berupa biji-bijian yang proses pengeringannya mayoritas masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan menghamparkan langsung dibawah sinar matahari. Pengeringan seperti ini tidak sesuai ketika musim hujan karena proses pengeringan gabah tidak berlangsung dengan baik sehingga kualitas gabah menurun. Solusinya adalah dengan menggunakan pengering. Salah satu tipe pengering yang dapat digunakan untuk gabah adalah pengering tipe swirling fluidized bed (SFB). Alat pengeringan gabah tipe SFB terdiri dari ruang pengeringan dan ruang plenum dengan diameter 400 mm, selubung tengah pada ruang pengeringan berbentuk kerucut dengan diameter 300 mm, selubung tengah ruang plenum berbentuk silinder diameter 300 mm, distributor terletak diantara ruang pengeringan dan plenum yang terdiri dari 100 sudu dengan kemiringan 45°, dan dua saluran masuk udara berbentuk silinder yang masing-masing dilengkapi dengan pemanas dan blower dengan laju udara suplai 12 m3 /menit. Artikel ini menyajikan analisis energi panas pada alat pengeringan gabah tipe SFB. Analisis dilakukan secara teoretis berdasarkan prinsip-prinsip termodinamika dan perpindahan panas dengan menggunakan beberapa data hasil pengujian. Data diperoleh dari mengeringkan 300 gram gabah jenis Ciherang selama 60 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa energi yang dibutuhkan untuk mengeringkan gabah dari kadar air 26,8 % menjadi 13,78 % adalah sebesar 121.756,04 J. Laju perpindahan panas dari udara pengering ke gabah sebesar 780,28 W. Sedangkan energi panas yang harus disuplai oleh pemanas adalah sebesar 3943,86 W
Kata Kunci
pengering; gabah; swirling fluidized bed; energi pengeringan; perpindahan panas.

Article Metrics:

  1. Ahmad, U., Budiastra, I. W. (2019). Teknologi Pengolahan Pasca Panen. Diambil dari http://web.ipb.ac.id/~usmanahmad/Penangananpadi.htm
  2. Badan Pusat Statistik. (2016). Produksi Padi Menurut Provinsi. Diambil dari https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/865
  3. Devahastin, S. (2001). Panduan Praktis Mujumdar untuk Pengeringan Industrial. Bogor: IPB Press.
  4. Faizal, M., Seri, S., Ezamuddin, S., Raghavan, V. R. (2012). Numerical Investigation of Air Flow Distribution in a Swirling Fluidized Bed. Advance Material Research, 499, 132–137.
  5. Fanani, Z., Prabowo. (2014). Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara. Jurnal Teknik POMITS, 3(1), B96–B99.
  6. Hafiz, M. A., Batcha, M. F. M., Asmuin, N. (2013). Effect of plenum chamber depth in a swirling fluidized bed. Materials Science and Engineering, 50, 1–7.
  7. Iguaz, A., Martin, M. B. S., Arroqui, C., Fernandez, T., Mate, J. I., Virseda, P. (2003). Thermophysical Properties of Medium Grain Rough Rice (LIDO Cultivar) at Medium and Low Temperatures. Eur Food Res Technol, 217, 224–229.
  8. Incropera, F. P., Dewitt, D. P., Bergman, T. L., Lavine, A. S. (2007). Fundamentals of Heat and Mass Transfer (6th ed.). United States: John Wiley and Sons.
  9. Mohideen, M. F., Faiz, M., Salleh, H., Hamidon, H., Raghavan, V. R. (2011). Drying of Oil Palm Frond via Swirling Fluidization Technique. Dipresentasikan pada World Congress on Engineering, London, U.K: WCE.
  10. Mohideen, M. F., Seri, S., Raghavan, V. R. (2012). Fluidization of Geldart Type-D Particles in a Swirling Fluidized Bed, 8.
  11. Mohideen, M. F., Sreenivasan, B., Sulaiman, S. A., Raghavan, V. R. (2012). Heat Transfer in Swirling Fluidized Bed with Geldart Type-D Particles. Korean J. Chem. Eng., 29(7), 862–867.
  12. Mujumdar, A. S. (2006). Handbook of Industrial Drying (Edisi ke-3). Boca Raton, Florida, Amerika Serikat: CRC Press Taylor & Francis Group.
  13. Napitu, Y. O. (2016). Desain Model Pengering Spouted Bed Dua Dimensi untuk Pengeringan Gabah (Tesis). Institut Pertanian Bogor, Bogor.
  14. Oktianto, A. T., Prabowo. (2014). Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Blade Tipe Single Row Distributor pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara. Jurnal Teknik POMITS, 3(1), B86–B90.
  15. Othman, S., Wahab, A. A., Raghavan, V. R. (2008). Numerical Study of the Plenum Chamber of a Swirling Fluidized Bed. Manufacturing Engineering, 6.
  16. Permana, D., Prabowo. (2016). Studi Eksperimen Pengaruh Kecepatan Udara Pengering Inlet Chamber pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batu Bara. Jurnal Teknik ITS, V(2), B684–B689.
  17. Putra, S. A. (2018). Perancangan Alat Pengering Gabah Tipe Swirling Fluidized Bed Skala Laboratorium (Tesis). Institut Teknologi Bandung, Bandung.
  18. Simanjuntak, M. E., Ichsani, D., Widodo, W. A., Sefriko, A. (2016). Experimental Study The Effect of Angle of Blade inclination on Coal Swirl Fluidized Bed Drying, 11(2), 7.
  19. Sitompul, J. P., Sumardiono, S., Saryanto, M. W. (2001). Studi Analisis Efisiensi Energi dan Tekno Ekonomi Pengeringan Butiran Multi Tahap. Jurnal Mesin, XVI(1), 11–17.
  20. Sreenivasan, B., Raghavan, V. R. (2002). Hydrodynamics of a swirling fluidised bed. Chemical Engineering and Processing, 8.
  21. Taib, G., Said, G., Wiraatmadja, S. (1988). Operasi Pengeringan pada Pengolahan Hasil Pertanian (1 ed.). Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa.
  22. Venkiteswaran, V. kumar, Jun, G. J., Sing, C. Y., Sulaiman, S. A., Raghavan, V. R. (2012). Variation of Bed Pressure Drop with Particle Shapes in Swirling Fluidized Bed. journal of Appllied Sciences, 12(24), 2598–2603.
  23. Yulita, D., Murad, Sukmawaty. (2016). Analisis Energi Panas pada Proses Pengeringan Manisan Pepaya (Carica Papaya L.) Menggunakan Alat Pengering Tipe Rak. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 4(1), 192–199.