skip to main content

Penilaian Risiko Bendungan Pelaparado Berbasis Metode Modifikasi ICOLD dan Metode Indeks Risiko

*Rachdian Eko Suprapto  -  Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Indonesia
Japarussidik Japarussidik  -  Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Indonesia
Sriyana Sriyana  -  Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,, Indonesia
Kresno Wikan Sadono  -  Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 TEKNIK

Citation Format:
Abstract

Penilaian risiko bendungan terdiri dari analisis risiko dan evaluasi risiko sebagai salah satu bentuk kegiatan operasi, pemeliharaan dan pemantauan bendungan. Penelitian bertujuan untuk melakukan penilaian risiko Bendungan Pelaparado di Desa Pela, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bendungan Pelaparado merupakan jenis bendungan urugan batu dengan inti kedap di tengah. Penilaian risiko bendungan pada penelitian menggunakan metode modifikasi ICOLD dan metode indeks risiko. Metode modifikasi ICOLD didasarkan pada hasil inspeksi lapangan, evaluasi desain bendungan, evaluasi pengelolaan keamanan bendungan dan identifikasi dampak kegagalan bendungan terhadap daerah hilir. Metode indeks risiko didasarkan pada pembobotan perhitungan empiris parameter bentuk kegagalan dari hasil inspeksi lapangan, desain bendungan dan analisis potensi bencana. Hasil penilaian risiko merupakan dasar pertimbangan dalam penentuan prioritas pemeliharaan untuk mencegah peningkatan potensi kegagalan bendungan. Hasil penelitian menunjukkan Bendungan Pelaparado memiliki nilai risiko sebesar 67 dengan kategori risiko “tinggi”, nilai indeks risiko total sebesar 227,56 dan nilai keamanan 72,91 dengan klasifikasi keamanan “cukup”, sehingga Bendungan Pelaparado aman terhadap beban normal tetapi kemungkinan kurang aman terhadap banjir desain dan gempa desain.

Fulltext View|Download
Keywords: bendungan urugan; indeks risiko; inspeksi lapangan; modifikasi ICOLD; pemeliharaan

Article Metrics:

  1. Andersen, G. R., Chouinard, L. E., Hover, W. H., & Cox, C. W. (2001). Risk Indexing Tool to Assist in Prioritizing Improvements to Embankment Dam Inventories. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, 127(4), 325–334. https://doi.org/10.1061/(asce)1090-0241(2001)127:4(325)
  2. Azdan, M. D., & Samekto, C. R. (2008). Kritisnya Kondisi Bendungan di Indonesia 1. Seminar Nasional Bendungan Besar. Kementerian Bappenas, 1–7
  3. Chugh K. Ashok. (2011). Evaluation of Embankment Dam Stability and Deformation. Bureau of Reclamation: TADS (Training Aids for Dam Safety). Washington, Amerika Serikat
  4. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (2004). Instrumentasi tubuh bendungan tipe urugan dan tanggul. Retrieved from http://sni.litbang.pu.go.id/image/sni/isi/pd-t-08 2004-a.pdf (Diakses 20 Juni 2021)
  5. Duricic, J. (2014). Dam Safety Concepts. Thesis. Delft University of Technology: Hydraulic Engineering Section, Faculty of Geoscience
  6. Fell, R., MacGregor, P., Stapledon, D., & Bell, G. (2005). Geotechnical Engineering of Dams. Geotechnical Engineering of Dams. CRC Press. https://doi.org/10.1201/noe0415364409
  7. Hunter, G. & Fell. R/ (2003). The Deformation Behaviour Of Embankment Dam. The University of New South Wales. UNICIV Report No 416. Sydney, Australia
  8. Indrawan, D., Tanjung, M. I., & Sadikin, N. (2013). Penilaian Indeks Resiko Metode Modifikasi Andersen dan Modifikasi ICOLD untuk 12 Bendungan di Pulau Jawa. Jurnal Sumber Daya Air, No.2, 93–104
  9. Ishbaev A., Pandjaitan N. H & Erizal. (2014). Evaluasi Keamanan Dam Jatiluhur Berbasis Indeks Resiko. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 4(2), 111–111. https://doi.org/10.29244/jpsl.4.2.111
  10. Japarussidik. (2002). Kronologis Pelaksanaan Pembangunan Bendungan Pelaparado sampai dengan Januari 2002. Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. Lombok, Nusa Tenggara Barat
  11. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No.27/PRT/M/2015 Tentang Bendungan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 771. Jakarta
  12. Pusat Studi Gempa Nasional. (2017). Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan Pemukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (pp. 1689–1699). Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan Pemukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum
  13. PT Caturbina Guna Persada. (2018). Laporan Akhir Inspeksi Besar Bendungan Pelaparado di Pulau Sumbawa. Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. Lombok, Nusa Tenggara Barat
  14. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air. (2006). Tingkat Keamanan Bendungan di Jawa, Volume II, Jawa Tengah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Puslitbang). Bandung
  15. Sinotech Engineering Consultants, LTD (2013). Laporan Inspeksi dan Penilaian Risiko Bendungan Pengga. Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. Lombok, Nusa Tenggara Barat
  16. Soentoro, E. A., Purnomo, A. B., & Susantin, S. H. (2013). Study on Dam Risk Assessment as a Decision-Making Tool to Assist Prioritizing Maintenance of Embankment Dam in Indonesia. The Second International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment. Bandung

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.