skip to main content

ANALISIS BIAYA TIDAK LANGSUNG PADA PROYEK PEMBANGUNAN BEST WESTERN STAR HOTEL & STAR APARTEMENT SEMARANG

*Asri Nurdiana  -  Program Studi Diploma III Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang,, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Biaya pada proyek konstruksi dibagi menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya tidak langsung terkait dengan biaya tak terduga yang dapat diidentifikasi sebagai biaya yang harus dialokasikan untuk hal-hal yang tidak diprediksi sebelumnya, termasuk di dalamnya adalah biaya risiko dan biaya kualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung alokasi biaya kualitas, mengetahui alokasi biaya risiko, dan mengetahui alokasi biaya tidak langsung pada proyek konstruksi. Data diambil dari data primer yaitu data biaya risiko dan data sekunder berupa biaya kualitas, data proyek, dan penelitian sebelumnya. Data diolah dengan memprosentase biaya tidak langsung pada proyek yang disbandingkan terhadap nilai kontrak. Dari hasil analisis didapati bahwa hasil alokasi biaya langsung adalah 84% dan biaya tidak langsung adalah 16%. Sedangkan untuk keseluruhan biaya tidak langsung yang dialokasikan adalah sebagai berikut: Laba 10%, Biaya Kualitas 0,54%, Biaya Risiko 5,17%, Biaya overhead, dan biaya dll 0,29%.

 

[Title: Analysis of Indirect Cost at Projects of Best Western Star Hotel & Star Apartement Semarang] The cost at the construction project is divided into direct costs and indirect costs. Indirect costs related to unexpected coststhat can be identified as a cost that allocated to the things that are not predicted earlier, including the cost of risk and cost of quality. The aim of thisresearch are to determine the allocation of the quality cost, determine the allocationof the risk cost, and determine the allocation of indirect costs at construction project. The primary data that were taken are the data of risk cost, and the secondary data are cost of quality, project data, and previous research.Data processed by seeing the percentage of indirect costs at the project that compared to the contract value. From the analysis obtained that direct cost allocation is 84% and the indirect cost allocation is 16%. Whilethe indirect costs are allocated as follows: Profit 10%, Quality Cost 0.54%, Risk Cost t5.17%, overhead, etc. 0.29%.

 

Fulltext View|Download
Keywords: biaya kualitas proyek; biaya risiko proyek; biaya tidak langsung proyek; cost of quality at project; cost of risk at project; indirect cost at project
Funding: Diponegoro University

Article Metrics:

  1. Dipohusodo, I. (1996). Manajemen Proyek dan Konstruksi Jilid I. Y ogyakarta: Penerbit Kanisius
  2. Herdiana, M. (2014). Alokasi Biaya Kualitas Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus Proyek Jalan Dan Bangunan Gedung Pada Perusahaan PT. X). Magister Thesis. Universitas Diponegoro Semarang
  3. Nugraha, P., Natan, I., dan Sutjipto, R. (1985). Manajemen Konstruksi 1, 2. Surabaya: Kartika Y uda
  4. Soeharto, I. (1997). Manajemen Proyek. Jakarta: Erlangga
  5. Sudarsana, D.K. (2008). Pengendalian Biaya Dan Jadual Terpadu Pada Proyek Konstruksi. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 12, No. 2, Juli 2008
  6. Tolangi, M.F.(2012). Analisis Cash Flow Optimal Pada Kontraktor Proyek Pembangunan Perumahan. Jurnal Sipil Statik, Vol.1, No. 1, November 2012 (60-64)

Last update: 2021-08-03 07:38:53

  1. Analysis of the contractor’s performance during the Covid-19 pandemic in West Sumatra Province

    D O Syaferi, B Hidayat, T Ophiyandi, R Ferial. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 (1), 2021. doi: 10.1088/1755-1315/708/1/012064
  2. Modelling of project cash flow on construction projects in Malang city

    Bambang Djatmiko. AIP Conference Proceedings, 127 , 2017. doi: 10.1063/1.5003497

Last update: 2021-08-03 07:38:53

No citation recorded.