skip to main content

TIPOLOGI DAN KONSEP INTEGRASI PADA LINGKUNGAN BANGUNAN PENDIDIKAN DENGAN KARAKTER ARSITEKTUR KOLONIAL DI JALAN KARTINI KOTA SALATIGA

*Sigit Ashar Setyoaji  -  Program Studi Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Hayam Wuruk 5, Kampus Undip Pleburan, Semarang,, Indonesia
R. Siti Rukayah  -  Program Studi Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Hayam Wuruk 5, Kampus Undip Pleburan, Semarang,, Indonesia
Bambang Supriadi  -  Program Studi Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Hayam Wuruk 5, Kampus Undip Pleburan, Semarang,, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Bangunan cagar budaya adalah bangunan yang secara arsitektural memiliki kekhasan baik dari nilai arsitektural, estetika dan mewakili suatu simbol kebudayaan. Bangunan pendidikan di Jalan Kartini Salatiga merupakan sebuah komplek bangunan cagar budaya yang terdapat di Kota Salatiga, merupakan peninggalan kolonial Belanda, sehingga tidak mengherankan apabila bangunan tersebut memiliki karakter arsitektur kolonial yang membentuk identitas yang khas pada kawasan tersebut. Pembangunan selasar pendidikan di Jalan Kartini Kota Salatiga tidak terlepas dari status Kota Salatiga sebagai Kota Gemeente yang membuat Kota Salatiga maju dalam pembangunan fasilitas kotanya termasuk fasilitas pendidikan di Jalan Kartini yang diperuntukkan untuk orang pribumi. Perlu kiranya kini dilakukan sebuah studi mengenai tipologi dan konsep integrasi kawasan mengingat bangunan tersebut merupakan bangunan cagar budaya yang berada pada satu kawasan yang berdekatan, sebagai upaya peran aktif pelestarian bangunan cagar budaya dari segi akademis arsitektur. Untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai tipologi dan konsep integrasi pada kawasan bangunan pendidikan di Jalan Kartini Salatiga digunakan metode rekonstruksi baik secara bangunan maupun secara kawasan yang dilakukan dengan mencari data kesejarahan berupa foto maupun wawancara kepada narasumber yang kompeten. Dalam penelitian ini diketahui bahwa bangunan pendidikan di Jalan Kartini Salatiga merupakan tipologi bangunan arsitektur kolonial modern yang tidak memiliki integrasi dalam konsep penataan kawasannya.

 

[Title: Typologi and Integration Concept of Educational Building and Character of Colonial-based Architecture at Kartini’s Street Salatiga] Heritage building is a building that has a specific kind of architectural value, aesthetic and represent of cultural values. Educational buildings at Kartini street Salatiga is a complex of heritage buildings located in Salatiga, its a Dutch colonial heritage, so it is not surprising that the buildings has architecture colonial character that forms a distinctive identity in that region. The development of education corridor in Kartini Street Salatiga cannot be sepparated that city’s statusas a Gemeente city that makes the failities development in its citywas grow up rapidly, included educational facilities in Salatiga street, that build for home-grown peoples. It wolud need to know that doing a study about the typology and regional integration concept in view that the buildings is a heritage buildings that located on the adjacent region, as an active role of heritage building preservation in terms of academic architecture. This research used reconstruction method, both building reconstruction and region reconstruction, to answer the research question about the typology and integration concept in heritage buildings at Kartini street Salatiga, that conducted with found the data from the historical photos and interviews with competent respondent. Theconclusions of this research is the educational buildings on the Kartini street Salatiga has modern colonial architecture typologies and that do not have an integration concept in the arrangement region.


Fulltext View|Download
Keywords: typology; integration; heritage building; colonial architecture; Kartini Street Salatiga; tipologi; integrasi; bangunan cagar budaya; arsitektur colonial; Jalan Kartini Salatiga

Article Metrics:

  1. Bappeda dan Dishubkombudpar Salatiga. (2013)
  2. Daftar Inventaris Bangunan Cagar Budaya Kota Salatiga
  3. Budiharjo, Eko(ed.). (1997). Jati Diri Arsitektur Indonesia. Bandung: Penerbit Alumni
  4. Crewell, John W. (tj. Achmad Fawaid). (2013). Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar
  5. Dishubkombudpar Salatiga. (2013). Sejarah Bangunan Cagar Budaya Kota Salatiga
  6. Feilden, Bernard M. (1994). Conservation of Historic Buildings. Oxford: Butterworth-Heinemen Ltd
  7. Faisal, Gun et al. (2014). Tipologi Pintu Rumah Tradisional Dusun Pucung Situs Manusia Purba Sangiran. Langkau Bentang, V ol. 1/No. 2/2014
  8. Firzal, Yohanes. (2011). Tipologi Bangunan Tua. Local Wisdom – Jurnal Ilmiah Online, Vol. 3/No. 2 Juli 2011
  9. Handinoto. (2010). Arsitektur dan Kota-Kota di Jawa pada Masa Kolonial. Yogyakarta: Graha Ilmu
  10. Lang, Jon. (2005). Urban Design, A Typology of Proceduresand Products. Oxford: Architectural Press
  11. Rodwell, Dennis. (2007). Conservation and Sustainibility in Historic Cities. Black Well Publishing
  12. Supangkat, Eddy. (2010). Galeria Salatiga. Salatiga: Griya Media
  13. Trancik, Roger. (1986). Finding Lost Space, Theory of Urban Design. New York: Van Nostrand Reinhold Company
  14. Utomo, Tri Prasetyo. (2005). Tipologi dan Pelestarian Bangunan Bersejarah, Jurnal Seni Rupa STSI Surakarta, Vol. 2, No. 1 Januari 2005
  15. UU, R. N. (2010). Undang-Undang RI. No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
  16. Wijanarka. (2001). Teori Desain Kawasan Bersejarah. Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Palangkaraya

Last update: 2021-08-02 20:12:05

  1. Exploratory study: Conservation practices and the role of architect

    S Puteri, P Puspitasari. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 (1), 2021. doi: 10.1088/1755-1315/780/1/012061
  2. Noise-reducing vents for windows in warm, humid, tropical countries

    Prasasto Satwiko, Ade Prasetya, Fefen Suhedi. Architectural Engineering and Design Management, 15 (2), 2019. doi: 10.1080/17452007.2018.1488675

Last update: 2021-08-02 20:12:05

  1. Noise-reducing vents for windows in warm, humid, tropical countries

    Prasasto Satwiko, Ade Prasetya, Fefen Suhedi. Architectural Engineering and Design Management, 15 (2), 2019. doi: 10.1080/17452007.2018.1488675