Hubungan Partisipasi dan Kepuasan Masyarakat dalam Program Revitalisasi Kawasan Braga Kota Bandung

Diah Intan Kusumo Dewi  -  Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang,, Indonesia
*Siti Dea Rakhmania  -  Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang,, Indonesia
Received: 25 Sep 2015; Published: 31 Jul 2016.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Revitalisasi Kawasan Braga sudah dilakukan selama hampir 20 tahun. Namun, masyarakat belum merasa puas dengan revitalisasi yang ada, karena seolah-olah tidak di pertimbangkan dengan matang dan kurang dilibatkannya masyarakat dalam program tersebut. Masyarakat menjadi kurang aktif dalam kegiatan revitalisasi Jalan Braga. Padahal masyarakat yang merasakan dampak dari adanya revitalisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat partisipasi dengan kepuasan masyarakat terhadap program revitalisasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, skoring dan crosstab. Jumlah Sampel yang digunakan sebanyak 80 sampel. Hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong rendah dengan total skor 1367. Apabila dikaitkan dengan tangga partisipasi Arnstein (1986) partisipasi masyarakat ada pada tahap “Informing”. Sedangkan kepuasan masyarakat tergolong cukup puas dengan skor1717. Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis crosstab diketahui hasil chi square test 2(3, N = 80) = 38.285; p < 0,05 atau taraf signifikansinya 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan H1diterima. Hal ini menyatakan ada hubungan antara partisipasi dengan kepuasan masyarakat. Sedangkan berdasarkan hasil uji kolerasi maka diketahui r(80) = 0.637; p>0.01 dan r(80) = 0.682; p>0.01 yang artinya hubungan antar variable tergolong kuat. Berdasarkan koefisien kolerasinya maka diketahui bahwa hubungan antar variabel memiliki hubungan yang positif.

[Correlation between Community Participation and Community Satisfaction in Revitalization Program at Braga Street, Bandung] Braga revitalization has already been done for almost 20 years. Nevertheless, people there still feel dissatisfied because it is not carefully considered as though and lack of participation in revitalization program. Whereas, people around are those who affected by revitalization program. This research aims to learn about correlation between participation level and satisfaction level towards the program. The analysis method used in this research is quantitative analysis by quantitative descriptive, scoring, and crosstab technique. Number of samples used in this research are 80 samples. Meanwhile, the result found is that level of community participation considered in a low level with score 1367. When associated with Arnstein’s participation ladders, the level of community participation is on informing stage. Whilst, the research’s result about level of community satisfaction is considered in a quite satisfied level with score 1717. Based on the crosstab analysis, known that the result of chi-square test 2(3,N= 80)=38.285;p<0.05 or significance degree is 0.000<0.05 so Ho rejected and H1 accepted. It is stated that there is a correlation between participation and community satisfaction. While, based on correlation test, known that r(80)=0.637;p>0.01 and r(80)=0.682;p>0.01 which means the correlation considered in a strong level and correlation coefficient has a positive relation.

Keywords: Revitalisasi; partisipasi masyarakat; kepuasan masyarakat Braga; Revitalization; community participation; community satisfaction

Article Metrics:

  1. Adishakti, Laretna. (2002). Revitalisasi Bukan Sekedar ‘Beautification’. URDI V ol. 13. www.urdi.org (Urban and Reginal Development Institute). Diunduh 28 Desember 2014
  2. Budihardjo, Eko. (1997). Arsitektur: Pembangunan dan Konservasi. Jakarta: Penerbit Djambatan
  3. Catanesse, Anthony James & Snyder, James C. (1996). Perencanaan Kota (Terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga
  4. Danisworo, M dan Widjaja Martokusumo. (2000). Revitalisasi Kawasan Kota –Sebuah Catatan dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kota. Jurnal URD, 13
  5. Dutka, Alan. (1994). AMA Handbook for Customer Satisfaction: research, planning, and implementation. Lincolnwood: NTC Business Books
  6. Herdiansyah, Haris. (2010). Metodelogi Penelitian Kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika
  7. International.icomos.org. (1999). Piagam Burra (1981). Terjemahan Rika Susanto & Hasti
  8. Kautsary, Jamilla. 2007
  9. Katam. (2010). Bangunan Belanda di Jalan Braga Hanya Tersisa 73 Persen. Koran online http://news.detik.com. Diunduh 28 Desember 2014
  10. Nazir, Moh. (1999). Metode Penelitian. Cetakan Ketiga, Jakarta, Ghalia Indonesia
  11. Martokusumo, Widjaja. (2008). Revitalisasi dan Rancang Kota: Beberapa Catatan dan Konsep Penataan Kawasan Kota Berkelanjutan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 17(3), Desember 2006, 31-46
  12. Panudju, Bambang. (1999). Pengadaan Perumahan Kota dengan Peranserta Masyarakat Berpengahsilan Rendah. Bandung: Penerbit alumni
  13. Shirvani, Hamid. (1985). The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold Company
  14. Soegijoko. (2000). Urban Heritage Revitalization Impact on Urban Development. Makalah disampaikan dalam Internasional Symposium Conserving Cultural Heritage for Sustainable Social Economy and Tourism Development. Bali. Juli 2000
  15. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabet
  16. Surakhmad, Winarno. (1980). Pengantar Interaksi Mengajar Belajar Dasar-dasar dan Teknik Metodologi pengajaran. Bandung: Tarsito
  17. Sufren
  18. dan Y onathan Natael. (2014). Belajar Otodidak SPSS Pasti Bisa. Jakarta: Elex Media Komputindo
  19. Masyarakat terhadap Implementasi Kebijakan dan Program Revitalisasi Kawasan Pecinan
  20. Susiyanti Farma Aria. (2003). Strategi Perancangan dalam meningkatkan Vitalitas Kawasan Perdagangan Johar Semarang. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 14(3), 47-72
  21. Syahrie, Sugeng P. (2010). Dilema Revitalisasi Pusaka Budaya Kasus Pembangunan Braga City Walk Kota Bandung. http:// www.scribd.com. Diunduh 28 Desember 2014

Last update: 2021-03-05 02:30:11

No citation recorded.

Last update: 2021-03-05 02:30:12

No citation recorded.