PENGGUNAAN ATP DRAW 3.8 UNTUK MENENTUKAN JUMLAH GANGGUAN PADA SALURAN TRANSMISI 150 kV AKIBAT BACKFLASHOVER

*Muhammad Yudi Nugroho -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Mochammad Facta -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Abdul Syakur -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Diterbitkan: 1 Mar 2016.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel Jurnal
Bahasa: EN
Teks Lengkap:
Statistik: 572 1377
Sari
Sambaran petir pada saluran transmisi dapat menyebabkan gangguan penyaluran tenaga listrik. Sambaran petir langsung pada kawat tanah maupun menara dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan tegangan pada menara, jika tegangan yang timbul pada isolator sama atau melebihi garis Critical Flashover Voltage (CFO) maka terjadilah fenomena denyar balik atau biasa disebut backflashover. Pada tugas akhir ini akan dilakukan simulasi untuk mengetahui kondisi yang kemungkinan terjadi pada suatu model menara transmisi 150 kV ketika dikenai sambaran petir secara langsung di puncak menara dengan menggunakan perangkat lunak ATP Draw 3.8. Setelah disimulasikan dan diperoleh profil tegangan petir maka dilakukan metode untuk mengetahui kemungkinan besarnya tegangan pada isolator yang dapat melampaui CFO. Selanjutnya besar arus yang mungkin terjadi ketika tegangan melampaui CFO diolah untuk mendapatkan kemungkinan jumlah gangguan pada saluran transmisi akibat backflashover. Berdasarkan simulasi dan perhitungan didapatkan jumlah gangguan petir pada fasa A adalah 5,68 gangguan per 100 km/tahun, untuk fasa B adalah 4,22 gangguan per 100 km/tahun, dan untuk fasa C adalah 5,51 gangguan per 100 km/tahun.
Kata Kunci
saluran transmisi, backflashover, jumlah gangguan petir

Article Metrics: