ANALISIS MUTU SEDIMEN HABITAT KERANG DARAH (Anadara granosa L) DENGAN REBURIAL TEST (Sediment Quality Analysis for Habitat of Blood Cockle (Anadara granosa L) by Reburial Test)

DOI: https://doi.org/10.14710/ijfst.12.2.81-85

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 20-07-2017
Published: 20-07-2017
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

ABSTRAK

Penelitian dilakukan untuk mengkaji mutu sedimen habitat kerang darah (Anadara granosa L) berdasarkan preferensi reburial. Uji dilakukan terhadap sedimen yang berasal dari Estuari Wakak-Plumbon di Kabupaten Kendal dan sedimen dari Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.Hasil pengujian menunjukkan bahwa kerang darah yang dipapar dalam sedimen dari estuari Wakak-Plumbon dan Pulau Panjang tidak menunjukkan kegagalan dalam upaya membenamkan diri (reburial failured) setelah dipapar selama 48 jam. Perbedaan hanya terjadi dalam waktu adaptasi sebelum membenamkan diri. Kerang darah umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk adaptasi sebelum membenamkan diri pada sedimen yang berasal dari Estuari Wakak-Plumbon dibanding dari Pulau Panjang.

Kata kunci: Habitat, kerang darah, reburial

ABSTRACT

This research conducted to determine quality of sediment for habitat of blood cockle based on reburial reference. Test done to sediment from Wakak-Plumbon estuary on Kabupaten Kendal and from Panjang Island, Kabupaten Jepara, Central Java. The results showed that blood cockle exposed to sediment from two location are not different in reburial failured, but different in time needed for adaptation before reburial. Anadara granosa needed more time to adapted, before reburial in Wakak-Plumbon sediment.

Keywords: habitat, blood cockle, reburial

  1. Haeruddin Haeruddin 
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Djoko Suprapto 
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Siti Rudiyanti 
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia