Toxicity of Ammonia to Benthic Amphipod Grandidierella bonnieroides: Potential as Confounding Factor in Sediment Bioasssy (Toksisitas ammonia terhadap amphipod bentik Grandidierella bonnieroides : Potensi sebagai faktor pengganggu dalam bioassay sedimen)

*Dwi Hindarti -  Research Centre for Oceanography, Indonesian Institute of Sciences, Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430, Indonesia
Zainal Arifin -  Research Centre for Oceanography, Indonesian Institute of Sciences, Indonesia
Tri Prartono -  Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University, Indonesia
Harpasis S. Sanusi -  Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University, Indonesia
Published: 3 Dec 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 967 1186
Abstract

Toxicity of ammonia was evaluated using amphipod Grandidierella bonnieroides to describe its role as confounding factor in sediment quality assessment. Ammonia is a toxic compound that is found naturally in seawater and sediment. High ammonia content in the pore water sediment can be potentially toxic to benthic biota, so that it will interfere with the results of sediment toxicity tests. Laboratory production amphipod was used in this ammonia toxicity test. Water-only toxicity tests was conducted to produce new toxicity data of ammonia, and is expressed as LC50, LOEC and NOEC for benthic amphipod G.bonnieroides. The study resulted the 96-h median lethal concentration (LC50) of ammonia for G. bonnioerides was 65.5 mg.L-1. While the value LOEC (low observed effect concentration) is 56 mg.L-1 and NOEC value (no observed effect concentration) was 32 mg.L-1 . This shows that ammonia has a relatively low toxicity to amphipod and ammonia does not act as a confounding factor in the sediment toxicity test, because the ammonia content in sediment does not pose any significant effect on amphipod survival. It can be concluded that the amphipod has a potential useful as test organism in sediment bioassay for assessing the quality of marine sediment. Moreover, the high dependence of total ammonia toxicity indicates that it is necessary to measure the total ammonia and pH of the medium when testing environmental samples.

Keywords: ammonia, amphipod, toxicity, confounding factor, bioasssay

Toksisitas ammonia dievaluasi menggunakan amphipod Grandidierella bonnieroides untuk menggambarkan perannya sebagai faktor pengganggu dalam penilaian kualitas sedimen. Amonia merupakan senyawa beracun yang ditemukan secara alami dalam air laut dan sedimen. Kandungan amonia yang tinggi dalam air pori sedimen dapat berpotensi racun bagi biota bentik, sehingga akan mengganggu hasil uji toksisitas sedimen. Amphipod hasil produksi laboratorium digunakan dalam uji amonia. Uji toksisitas dilakukan untuk menghasilkan data toksisitas baru ammonia, dan dinyatakan sebagai LC50, LOEC dan NOEC untuk G.bonnieroides amphipod bentik. Studi ini menghasilkan nilai konsentrasi median letal 96-jam (LC50) ammonia untuk G. bonnioerides adalah 65.5 mg.L-1. Sedangkan nilai LOEC (konsentrasi terendah yang menyebabkan dampak secara signifikan) adalah 56 mg.L-1 dan nilai NOEC (konsentrasi tertinggi yang tidah menyebabkan dampak secara signifikan) 32 mg.L-1. Hal ini menunjukkan bahwa ammonia memiliki toksisitas relatif rendah untuk amphipod dan ammonia tidak bertindak sebagai pengganggu dalam untuk uji toksisitas sedimen, karena kandungan ammonia dalam sedimen tidak menimbulkan pengaruh yang nyata pada survival amphipod. Dapat disimpulkan bahwa amphipod memiliki potensi sebagai biota uji dalam sedimen bioassay untuk menilai kualitas sedimen laut. Selain itu, terdapat ketergantungan yang tinggi toksisitas amoniak terhadap pH, sehingga perlu untuk memantau total amonia dan pH saat melakukan pengujian sampel lingkungan.

Kata kunci : ammonia, amphipod, toksisitas, faktor pengganggu, bioassay



Article Metrics: