Prediksi Sebaran Suhu dari Air Buangan Sistem Air Pendingin PT. Badak NGL di Perairan Bontang Menggunakan Model Numerik

*Kasman Kasman -  Program Doktor PS. Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Cp. 081380159818; mandary24@yahoo.com, Indonesia
I Wayan Nurjaya -  Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
Ario Damar -  Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
Ismudi Muchsin -  Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Zaenal Arifin -  , Indonesia
Received: 9 Feb 2012; Published: 11 Feb 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 269 784
Abstract

Tingginya suhu buangan air pendingin PT. Badak NGL yang dilepas ke Perairan Bontang menyebabkan terganggunya berbagai sumberdaya pesisir yang ada disekitarnya. Karena itu perlu diketahui pola sebaran suhu agar dampak yang mungkin timbul dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pola sebaran suhu dari buangan air pendingin PT. Badak NGL di Perairan Bontang, Kalimantan Timur. Prediksi dilakukan dengan menggunakan model hidrodinamika dan transpor suhu 3-D yang dimodifikasi dari model POM (Princeton Ocean Model). Gaya pembangkit yang digunakan dalam model adalah pasang surut, debit buangan air pendingin dan debit sungai. Pemilihan langkah waktu (t)=0,5 detik, dengan 118 grid (barat-timur) dan 187 grid (utara-selatan), ukuran grid Δx=Δy=30 m. Nilai awal : u=v=ζ=0, T0 = 28 °C dan S0 = 32 ‰. Verifikasi elevasi dan suhu antara hasil model dengan hasil pengukuran menunjukkan kesesuaian yang baik dengan nilai korelasi 0,97 dan Kesalahan Relatif Rata-rata (Mean Relative Error/MRE) 1,31% untuk verifikasi elevasi, korelasi 0,90 dan MRE 5,17% untuk verifikasi suhu permukaan pada saat bulan purnama serta korelasi 0,87 dan MRE 7,12% saat bulan perbani. Hasil simulasi menunjukkan perbedaan pola sebaran suhu permukaan paling ekstrim ditemukan pada saat purnama untuk kondisi cuplik pasang maksimum dan surut maksimum. Perbedaan terutama terlihat pada Stasiun 8 (Muara Kanal Pendingin) yakni 41 °C saat surut maksimum dan saat pasang maksimum (ΔT=6 °C). Adapun perbedaan suhu antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup besar ditemukan di Stasiun C yakni sekitar 2,54 C saat  untuk skenario musim kemarau dan 2,32 C untuk skenario musim hujan

Kata kunci : POM, buangan air pendingin, sebaran suhu, debit sungai, model numerik, Perairan Bontang

 

High temperature of cooling water discharge of PT. Badak NGL that released to Bontang waters caused disturbances to the coastal resources in its surrounding. Therefore, it is urgent to understand the pattern of thermal dispersion in order to minimize the possible impacts occurred.  This research was aimed to predict the pattern of thermal dispersion from cooling water discharge of PT. Badak NGL in Bontang waters, East Kalimantan. Prediction was done using hydrodynamic model and 3-D thermal transport modified from POM (Princeton Ocean Model). Driving forces used in this model were tides, flows of cooling water discharge and rivers discharge.  Choice of time step (t)=0.5 second, with 118 grids (west-east) and 187 grids (north-south), grid size Δx=Δy=30 m. Initial value : u=v=ζ=0, T0 = 28 °C and S0 = 32 ‰. Verification of elevation and temperature between results of models and direct measurement showed a good suitability with correlation value was 0.97 and Mean Relative Error (MRE) 1.31% for elevation verification, correlation 0.90 MRE 5.17% and correlation 0.87 MRE 7.12% for thermal verification during spring and neap tides, repectively. Results simulation revealed the most extreem difference in pattern surface thermal dispersion that found during spring tide for sampling condition of maximum tide and ebb. Distinct difference was especially found at station 8 (mixing point) i.e. 41 °C during maximum ebb and 35 °C during maximum high tide. Whereas, significantly high thermal difference between upper layer and bottom layer was found at station C i.e. around 2,54 °C for dry season scenario and 2,32 °C for wet season scenario

Key words: POM, cooling-water discharge, thermal dispersion, rivers discharge, numerical model, Bontang waters

Article Metrics: