Produksi Kista dan Biomasa Artemia Dengan Sistim In-Door dan Out-Door

*Nur Taufiq  -  Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 4 Jun 2009.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Permasalahan yang terjadi pada pembenihan dan pembesaran Crustacea (mis : udang) maupun ikan (mis : kerapu) saat ini adalah ketersediaan pakan alami. Oleh kerena Artemia salina (import) yang menjadi pakan utama telah menjadi produk yang langka dan mahal, maka hal ini menyulitkan bagi pengusaha hatchery maupun pertambakan untuk dapat mengelola budidaya udang maupun ikan yang berkualitas hingga keberhasilan panennya. Sementara pengupayaan produksi Artemis di Indonesia hampir tidak terdengar beritanya. Pola produksi yang diterapkan secara in-door maupun out-door ini dimulai dengan hatching Artemia, perawatan Artemia di ruang tertutup (in-door) dan pengelolaan Artemia di tambak garam (out-door). Stratifikasi salinitas yang digunakan adalah 30, 70 dan 110 o/oo dengan pemberian pakan Dunaliella sp. dan bungkil kedelai. Hasil inkubasi kiste Artemia pada salinitas yang berbeda menunjukkan semakin tinggi salinitas dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menetaskan kista Artemia tersebut. Produksi bio-massa Artemis dapat dihasilkan baik in-door maupun out-door. Pada salinitas rendah (30 o/oo) di tambak garam, Artemia yang ada tidak sampai berkembang cepat oleh oleh karena adanya predasi dari larva crustacea dan larva ikan yang masuk ke dalam tambak. Sementara produksi kista hanya terjadi pada salinitas diatas 110 o/oo di tambak garam (out-door), namun tidak terjadi pelepasan kista pada pengelolaan secara in-door pada salinitas yang sama.

Kata kunci: Artemia, tambak garam, kista, biomasa, In-door, out-door system

 

 

The problem faced by hatchery and grow out of Crustacean (e.g. penaeid prawn especially P. monodon) and finfish (e.g. grouper) is providing the natural feed. Due to the rare and expensifity of imported Artemia (as the main natural food for larvae), made the hatchery operators and ponds farmer have difficulties in managing the prawn and finfish culture to be succeed until harvest time. This action research was conducted by applying "in door system” as well as "out door system", by means conducting hatching practice and managing Artemia at controle room and also continued by culturing Artemia in salt ponds. Salinity stratification used was 30, 70 and 110 o/oo),while the food given was Dunaliella sp. and dried crused soybean. The result shows that, incubation time will increase by increasing salinity. Biomass production of Artemia was also successfully gained either in the in-door system or out door system in the salinity of 30, 70 and 110 o/oo. At low salinity (of 30 o/oo) of the pond, the Artemia did not grow properly due to availability of predators (crustacean and finfish larvae). Meanwhile, production of Artemia cyst was only found at salinity above 110 o/oo at out door system (salt ponds). On the other hand. for this salinity at in-door system, did not show any cyst released.

Keywords: Artemia, salt pond, cyst, biomass, in-door, out-door system

Article Metrics:

Last update: 2021-05-13 19:38:42

No citation recorded.

Last update: 2021-05-13 19:38:42

No citation recorded.