Penempelan Larva Teripang Putih (Holothuria scabra) pada Substrat yang Berbeda

*Retno Hartati  -  Lab. Biologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Widianingsih Widianingsih  -  Lab. Pengelolaan Lingkungan Pesislr dan Laut, Universitas Diponegoro, Indonesia
Delianis Pringgenies  -  Lab. Biologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nur Taufiq  -  Lab. Pengelolaan Lingkungan Pesislr dan Laut, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ali Djunaedi  -  Lab. Ekplorasi dan Bioteknologi Kelautan, , Indonesia
Sari Budi Moria  -  Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gondol, Bali., Indonesia
Published: 4 Mar 2009.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Metamorfosis pada larva teripang diikuti dengan perubahan tingkah lakunya. Stadia auricularia bersifat planktonic sedangkan stadia akhir doliolaria dan awal pentactula bersifat bentik dan memerlukan substrat untuk menempel. Perubahan ini merupakan saat kritis dalam pembenihan teripang sehingga substrat yang sesuai perlu diberikan pada media pemeliharaan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuakaan penempelan larva teripang putih (H. scabra) pada substrat asbes, kasa plastik dan kaca. Penghitungan densitas larva yang menempel pada tiap substrat dilakukan sejak larva mulai menempel pada hari ke-25 hingga larva mencapai stadia juvenil-umur 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0.05) terhadap jumlah larva yang menempel. Larva lebih banyak menempel pada substrat asbes (rata-rata 425,28 individu.m2 dengan kelulushidupan 9,96 % tetapi substrat kaca paling sedikit ditempeli larva (85,18 individu.m2 dengan kelulushidupan 3,98%). Perbedaan jumlah larva yang menempel pada perlakuan substrat diduga berkaitan dengan kekasaran permukaan substrat.

Kata kunci: larva teripang putih; penempelen; substrat

 

 

The metamorphoses of seacucumber larvae indicate changing in their behaviour. Auricularia stage is planktonic but late doliolaria and early pentactula are benthic and need suitable substrate. It is a critical period in development and culture of seacucumber larvae since the biggest mortality happened during metamorphosis and settlement therefore the suitable substrata need to be provided. The aims of the experiment was to determine larvae's preference on substrate made of asbestos, plastic screen and glass. Density of larvae settled on the substare were counted on day 25 up to juvenile stage of 35 days old. The results showed that the treatment gave significant differences on larvae settlement on the substrate. The larvae found attached on asbestos was highest (425,28 ind.m2 and survival rate 9.96 %) and lowest number larvae settled on glass (85,18 ind.m2 and survival rate 3,98 %). It seemed due to difference roughness of surface.

Keywords: larvae seacucurnber; settlement; substrats

Article Metrics:

Last update: 2021-03-03 21:49:21

No citation recorded.

Last update: 2021-03-03 21:49:21

No citation recorded.