Uji Bioaktivitas Ekstrak Batang Tumbuhan Benalu Mangrove (Cassytha filiformis) : II. Uji Anti Bakteri

*Subagiyo Subagiyo -  Laboratorium Eksplorasi dan Bioteknologi Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Wilis A Setyati -  Laboratorium Eksplorasi dan Bioteknologi Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Ali Ridlo -  Laboratorium Eksplorasi dan Bioteknologi Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1757 1146
Abstract

Benalu adalah tumbuhan epifit parasit yang hidup menempel dan menghisap makanan dari tumbuhan
inangnya. Sehingga benalu yang hidup pada tumbuhan mangrove mempunyai kemampuan khusus untuk beradaptasi terhadap senyawa-senyawa yang dibentuk oleh tumbuhan mangrove. Kondisi ini memungkinkan untuk ditemukannya jenis-jenis senyawa baru yang mempunyai potensi sebagai senyawa yang mempunyai nilai di bidang farmakologi dan agrokimia, diantaranya adalah anti bakteri Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian secara kualitatif dan kuantitaif bioaktivitas antibakteri dari fraksi-fraksi ekstrak batang C. filiformis. Penelitian dilakukan dengan metode experimental. ekstraksi dan pemisahan menggunakan pelarut
kloroform-metanol (20:1). Fraksi-fraksi yang diperleh diuji bioaktivitas antibaktri menggunakan metode
paper disk. Ada 5 variasi konsentrasi fraksi yang diuji yaitu 50 ug/disk, 10 ug/disk, 5 ug/disk, 1 ug/disk
dan 0,5 ug/disk. Berdasarkan hasil uji bioaktivitas antibakteri dari ekstrak batang benalu mangrove (C.
filiformis) dapat disimpulkan bahwa ekstrak C. filiformis mempunyai potensi sebagai sumber metabolit antibakteri. Dalam penelitian ini semua fraksi tidak menunjukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri V. parahaemoliticus dan S. aereus. Aktivitas antibakteri ditunjukan oleh semua fraksi terhadap bakteri uji V. harveyi dan V. anguilarum. Sedangkan aktivitas anti bakteri terhadap E. coli hanya ditunjukan oleh fraksi 4 dan fraksi 5.

Kata kunci: Antibakteri, ekstrak C filiformis, benalu mangrove


Mistletoe as arboreal parasitic plant, hold and absorb their nutrient from host. During nutrient absorption,
all of metabolites (include secondary metabolites) which host producing will be absorbed too. For that
mistletoe must have capability to developing strategies to adapt. The one of adaptation strategies is creating bioactive compounds, and predicted that between bioactive compounds have antibacterial
activity. The aim of this research were to antibacterial test of C filiformis stem extract. C filiformis was
extracted in chloroform-methanol (20:1). The fractions were examined to antibacterial activity using paper disc method. There are 5 variation concentration, which tested, 50 ug/disc, 10 ug/disc, 5 ug/disc, 1 ug/disc and 0,5 ug/disc. The result showed that all of fractions of stem extract of C. filiformis were able to inhibit the growth of both V. harveyi dan V. anguilarum, but not toward V. parahaemoliticus and S. aereu,  while fraction 4 and fraction 5 were able to hold the growth of E. coli.

Key words : Antibacteria, stem extracts of C filiformis, mangrove mistletoe

Article Metrics: