Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Blotong Untuk Peningkatan Serapan Hara Tanaman pada Formulasi Produksi Pupuk Majemuk Granul

*Kasmadi Kasmadi  -  PT Pupuk Kujang Cikampek, Magister Ilmu Tanah IPB, Indonesia
Received: 26 Sep 2019; Published: 29 Apr 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Blotong merupakan limbah yang paling dianggap mencemari lingkungan dan menjadi masalah bagi pabrik gula dan masyarakat. Terdapat pula anggapan blotong merupakan limbah yang tidak bernilai bahkan dianggap sebagai limbah B3. Blotong salah satu bahan organik yang ketersediannya melimpah dan belum dimanfaatkan dengan optimal. Blotong mangandung hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, sehingga sangat bagus untuk meningkatkan komposisi kandungan hara pada pupuk majemuk granul. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu: mengkaji pengaruh penambahan blotong pada proses produksi pupuk majemuk granul terhadap serapan hara tanaman. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu granulasi pembuatan pupuk dan pengujian serapan hara tanaman. Tahap granulasi dilakukan menggunakan metode granulasi basah pada formula pupuk majemuk 15-15-15+5S dengan variasi filler blotong (0%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%) dan sumber K (KCl dan SOP). Sedangkan uji serapan hara dilakukan untuk mengetahui efektifitas pupuk dengan menggunakan tanaman uji jagung manis. Uji tahap kedua dilakukan dengan melakukan pengukuran tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang pada 2MST sampai 8 MST serta pengukuran hasil produksi dan serapan hara N, P, K tanaman. Hasil penelitian diperoleh, penambahan filler blotong 60%-90% pada perlakuan menggunakan SOP dapat meningkatkan serapan N sebesar 84,93-384,18 mg, serapan P sebesar 2,65-11,62 mg, dan serapan K sebesar 25,04-82,38 mg. Sedangkan perlakuan menggunaan KCl memberikan pengaruh positif pada penambahan filler blotong 70%, dengan peningkatan serapan hara N, P dan K berturut-turut 45,62 mg, 3,87 mg dan 4,89 mg. Hasil produksi tongkol berkelobot tertinggi diperoleh pada perlakuan K2B1 sebesar 1,23 kg sedangkan analisa serapan hara tanaman N dan P tertinggi dihasilkan pada perlakuan K2B4 sekaligus menghasilkan peningkatan hasil tanaman 4,7% dibanding pupuk standar.

Keywords: Blotong, Hara, Pupuk majemuk, Filler, Granul

Article Metrics:

  1. Asmin dan Dahya. 2015. Kajian dosis pemupukan urea dan NPK Phonska terhadap pertumbuhan dan produksi jagung pada lahan kering di kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Prosiding seminar nasional serelia. Hal: 321-326
  2. Campiteli L. L., Santos R. M., Lazarovits G., Rigobelo E. C. 2018. The Impact of Applications of Sugar Cane Filter Cake and Vinasse on Soil Fertility Factor in Fields Having Four Different Crop Rotations Practices in Brazil. Cientifica Jaboticabal. Volume: 46 (1): 42-48.Doi.org/10.15361/1984-5529.2018v46n1p42-48
  3. Chairani. 2005. Pengaruh pemberian pupuk organik blotong dan pupuk sulfomag plus terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) pada Tanah Typic Paleudult. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian. 3(3): 73-78
  4. Harjanti RS. 2017. Pupuk organic dari limbah pabrik gula Madukismo dengan starter mikroba pengurai untuk menambah kandungan N, P, K. Chenica. 4(1): 1-7
  5. Kasno A, Rostman T. 2013. Serapan Hara dan Peningkatan Produktivitas Jagung dengan Aplikasi Pupuk NPK Majemuk. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 32(3): 179-186
  6. Litster J and Ennis B. 2004. The Science and Engineering of Granulation Process. Brisbane (AU): Springer Science Business Media B.V. Originally published by Kluwer Academic Publisher
  7. McWilliams DA, Endres GJ, Berglund DR. 1999. Corn Growth and Management Quick Guide. North Dakota (US): North Dakota State University Extension Service
  8. Prado, R. M., Caione G., and Campos C. N. S. 2013. Filter Cake and Vinasse as Fertilizers Contributing to Conservation Agriculture. Hindawi Publishing Corporation Applied and Environmental Soil Science. Volume 2013. Article ID 581984, 8 pager. Doi.org/10.1155/2013/581984
  9. Puspadewi, S. W., Sutari, Kusumiyati. 2016. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dan dosis pupuk N, P, K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. var Rugosa Bonaf) Kultivar Talenta. Jurnal Kultivasi Vol. 15 (3) Desember 2016
  10. [PPT] Pusat Penelitian Tanah. 1983. Interpretasi Data Kesuburan dan Penyusunan Rekomendasi. Pusat Penelitian Tanah Departemen Pertanian
  11. Ruliwicaksono MR, Tyasmoro SY, Sugito Y. 2018. Pengaruh dosis blotong tebu dan pupuk urea pada perteumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Produksi Tanaman. 6(5): 878-884
  12. Subekti NA, Safrudin, Efendy, Sunarti S. 2008. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Maros (ID): Balai Penelitian Tanaman Serealia

Last update: 2021-02-26 13:33:35

No citation recorded.

Last update: 2021-02-26 13:33:35

No citation recorded.