Pengolahan Limbah Tulang Kambing Sebagai Produk Arang Aktif Menggunakan Proses Aktivasi Kimia dan Fisika

*sari wardani scopus  -  Abulyatama University, Indonesia
Received: 28 Sep 2019; Published: 29 Apr 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jil.18.1.67-72 View
Pengolahan Limbah Tulang Kambing Sebagai Produk Arang Aktif Menggunakan Proses Aktivasi Kimia dan Fisika
Subject limbah tulang kambing, arang aktif, aktivasi kimia, aktivasi fisika
Type Research Results
  Download (211KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract
Limbah pertanian merupakan hasil samping dari aktivitas pertanian yang saat ini masih dibuang langsung kelingkungan tanpa diproses atau diolah terlebih dahulu sehingga dampaknya terjadi penurunan kualitas lingkungan. Salah satu limbah pertanian yang banyak di temukan di Provinsi Aceh, khususnya kota Banda Aceh dan Aceh Besar adalah limbah tulang kambing. Limbah tulang kambing yang dihasilkan mencapai ±373 ton/tahun yang bersumber dari  rumah pemotongan hewan, limbah rumah makan olahan daging kambing dan puncaknya pada saat tradisi meugang menyambut bulan puasa dan lebaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah tulang kambing menjadi produk arang aktif yang ramah lingkungan dengan menggunakan variasi proses aktivasi. Metode penelitian terdiri dari tiga tahapan proses, pertama proses preparasi arang dengan mengkarbonisasikan limbah tulang pada suhu 700 oC, kedua proses aktivasi arang yang dilakukan secara kimia dan fisika dan ketiga adalah analisa karakteristik arang aktif yang di bandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang yang teraktivasi secara fisika mempunyai kualitas arang aktif lebih baik dari pada arang yang diaktivasi secara kimia. Kualitas arang aktif yang teraktivasi fisika yang terbaik adalah pada suhu aktivasi     700 oC dan kualitas arang aktif yang teraktivasi kimia yang terbaik adalah pada konsentrasi larutan zink klorida 1 N. Kualitas arang aktif berbahan baku limbah tulang kambing mempunyai nilai kadar air sebesar 0,842 – 1,566 %, nilai kadar abu sebesar 1,365 – 6,757 %, nilai kadar zat mudah terbang sebesar 2,595 – 9,788 %, nilai kadar karbon terikat sebesar 91,866 – 94,456 %, daya serap iodium sebesar 825 – 968 mg/g. Kualitas arang aktif berbahan baku limbah tulang kambing secara keseluruhan memenuhi SNI tentang arang aktif teknis dengan No. 06-3730-1995.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: limbah tulang kambing, arang aktif, aktivasi kimia, aktivasi fisika

Article Metrics:

  1. Arsad, E. (2017) ‘Teknologi Pengolahan Dan Pemanfaatan Karbon Aktif Untuk Industri’, Jurnal Riset Industri Hasil Hutan. doi: 10.24111/jrihh.v2i2.1146
  2. Arsad, E. and Hamdi, S. (2010) ‘Teknologi pengolahan dan pemanfaatan karbon aktif untuk industri’, Jurnal Riset Hasil Industri Hutan
  3. Darmawan, S., Pari, G. and Sofyan, K. (2009) ‘Optimasi Suhu dan Lama Aktivasi dengan Asam Phosfat dalam Produksi Arang Aktif Tempurung Kemiri’, Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan
  4. Dawlet, A. et al. (2013) ‘Removal of Mercury from Aqueous Solution Using Sheep Bone Charcoal’, Procedia Environmental Sciences. Elsevier B.V., 18, pp. 800–808. doi: 10.1016/j.proenv.2013.04.108
  5. Du, X. et al. (2016) ‘Effect of ZnCl2 impregnation concentration on the microstructure and electrical performance of ramie-based activated carbon hollow fiber’, Ionics. doi: 10.1007/s11581-015-1571-3
  6. E.S. Harsanti, SP., M.Sc; Dr. Asep Nugraha Ardiwinata, Ms. (2011) ‘Arang Aktif Meningkatkan Kualitas Lingkungan’, Agroinovasi, Badan Litbang Pertanian
  7. Erdem, M. et al. (2016) ‘Preparation and Characterization of a Novel Activated Carbon from Vine Shoots by ZnCl2Activation and Investigation of Its Rifampicine Removal Capability’, Water, Air, and Soil Pollution. doi: 10.1007/s11270-016-2929-5
  8. Etni Laos, L. and Yulianti, I. (2017) ‘Pengaruh Suhu Aktivasi Terhadap Daya Serap Karbon Aktif Kulit Kemiriv’, in. doi: 10.21009/0305020226
  9. Ghanizadeh, G. et al. (2012) ‘Kinetics and isotherm studies of hexavalent chromium adsorption from water using bone charcoal’, Fresenius Environmental Bulletin, 21(5 A), pp. 1296–1302
  10. Idrus, R., Lapanporo, B. P. and Putra, Y. S. (2013) ‘Pengaruh Suhu Aktivasi Terhadap Kualitas Karbon Aktif Berbahan Dasar Tempurung Kelapa’, PRISMA FISIKA. doi: 10.1371/journal.pone.0023032
  11. Juliasti, R., Legowo, A. M. and Pramono, Y. B. (2015) ‘Pemanfaatan Limbah Tulang Kaki Kambing sebagai Sumber Gelatin dengan Perendaman Menggunakan Asam Klorida’, Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. doi: 10.17728/jatp.2015.01
  12. Manurung, M., Ratnayani, O. and Prawira, R. A. (2019) ‘Sintesis dan Karakterisasi Arang dari Limbah Bambu dengan Aktivator ZnCl2’, cakra Kimia (Indonesia E-Journal of Applied Chemistry)
  13. Meisrilestari, Y., Khomaini, R. and Wijayanti, H. (2013) ‘Pembuatan Arang Aktif dari Cangkang Kelapa Sawit dengan Aktivasi Secara Fisika, Kimia dan Fisika dan Kimia’, Konversi. doi: 10.20527/K.V2I1.136
  14. Mizwar, A. (2018) ‘Aktivasi Kimia-Fisik Limbah Serutan Rotan Menjadi Karbon Aktif’, Jurnal Purifikasi. doi: 10.12962/j25983806.v14.i1.13
  15. Mody, L. (2014) ‘Pembuatan Dan Kegunaan Arang Aktif’, Info Teknis EBONI
  16. Mohammad-Khah, A. and Ansari, R. (2009) ‘Activated charcoal: Preparation, characterization and applications: A review article’, International Journal of ChemTech Research
  17. Mohammed, A. et al. (2012) ‘A Comparative Analysis and Characterization of Animal Bones as Adsorbent’, Pelagia Research Library Advances in Applied Science Research, 3(5), pp. 3089–3096. Available at: www.pelagiaresearchlibrary.com
  18. Pambayun, G. S. et al. (2013) ‘Pembuatan Karbon Aktif Dari Arang Tempurung Kelapa Dengan Aktivator Zncl2 Dan Na2co3 Sebagai Adsorben Untuk Mengurangi Kadar Fenol Dalam Air Limbah’, Jurnal Teknik ITS. doi: 10.12962/j23373539.v2i1.2437
  19. Pembayun, G. S., Yulianto, R. Y. E., Rachimoellah, M., dan Putri, M. M. (2013) ‘Pembuatan Karbon Aktif Dari Arang Tempurung Kelapa Dengan Aktivator Zncl2 Dan Na2co3 Sebagai Adsorben Untuk Mengurangi Kadar Fenol Dalam Air Limbah’, Jurnal Teknik ITS. doi: 10.12962/j23373539.v2i1.2437
  20. Polii, F. F. (2017) ‘Pengaruh suhu dan lama aktivasi terhadap mutu arang aktif dari kayu kelapa’, Jurnal Industri Dan Hasil Perkebunan
  21. Prasetyo, Y. and Nasrudin, H. (2013) ‘Penentuan Konsentrasi Zncl2 Pada Proses Pembuatan Karbon Aktif Tongkol Jagung Dan Penurunan Konsentrasi Surfaktan Linier Alkyl Benzene Sulphonate (Las) Determination’, UNESA Journal of Chemistry
  22. Previanti, P. et al. (2017) ‘Daya Serap Dan Karakterisasi Arang Aktif Tulang Sapi Yang Teraktivasi Natrium Karbonat Terhadap Logam Tembaga’, Chimica et Natura Acta. doi: 10.24198/cna.v3.n2.9182
  23. Rosalina, Tun, T., Etty, R. and Sri, S. (2016) 'Pengaruh Aktivasi Fisika Dan Kimia Arang Aktif Buah Bintaro TErhadap Daya Serap Logam Berat Krom', Jurnal Biopropal Industri
  24. Sahara, E., Permatasaari, D. E. and Suarsa, I. W. (2019) ‘Pembuatan Dan Karakterisasi Arang Aktif Dari Batang Limbah Tanaman Gumitir Dengan Aktivator Zncl2’, Jurnal Kimia. doi: 10.24843/jchem.2019.v13.i01.p15
  25. Sembiring, M. T. and Sinaga, T. S. (2003) Arang Aktif (Pengenalan dan Proses Pembuatannya), USU Digital Library
  26. Wardani, S. and Mirdayanti, R. (2019) ‘Optimasi Suhu Aktivasi Proses Pembuatan Arang Aktif Limbah Tulang Kambing’, Jurnal Serambi Engineering. doi: 10.32672/jse.v4i2.1327
  27. Wardani, S. and Rosa, E. (2018) ‘Potensi Limbah Tulang Kambing Sebagai Arang Aktif Yang Teraktivasi Asam Sulfat’, Jurnal Serambi Engineering, 3(2), pp. 308–315. doi: 10.32672/jse.v3i2.714

Last update: 2021-03-02 15:43:50

No citation recorded.

Last update: 2021-03-02 15:43:51

No citation recorded.