Kajian Penerapan Simbiosis Industri Pada Rantai Pasok Otomotif

*Yunita Ismail Masjud orcid scopus  -  President University, Indonesia
Received: 24 Jul 2019; Published: 29 Apr 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pendekatan symbiosis industri merupakan salah satu pendekatan yang dapat dilakukan terhadap pengelolaan lingkungan industri.  Pengelolaan lingkungan industry menjadi penting mengingat industry merupak sector yang paling besar berkontribusi terhadap Pendapatan Regional Bruto (PDB) dan juga menyerap tenaga kerja cukup besar.  Pembentukan symbiosis industry membutuhkan sinergi dan kolaborasi pada awal pembentukannya.  Sinergi dan kolaborasi terjadi di rantai pasok, termasuk rantai pasok otomotif. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh sinergi dan kolaborasi terhadap terjadinya pertukaran materi, pertukaran energi, pertukaran produk samping dan pertukaran air.  Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan komponen otomotif yang berlokasi di Jabodetabek, yang merupakan suplayer PT Astra Daihatsu Motor (PT.ADM) dan memprodukdi komponen yang masa pakainya singkat (fast moving). Sampel dipilih secara purposive dan pengumpulan data menggunakan koesioner yang didistribusikan secara online. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan model regresi berganda dengan variable independent adalah sinergi dan kolaborasi, sedangkan variable dependen adalah pertukaran materi, pertukaran energi, pertukaran produk samping dan pertukaran air.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sinergi berpengaruh signifikan terhadap perubahan materi dan pertukaran air.  Model regresi untuk pertukaran materi adalah: Y1 =  0.562 + 0.605 X1 + 0.207 X2 + e  dan model regresi untuk pertukaran air adalah: Y4= 0.287 + 0.575 X1 + 0.427X2 + e.  Kolaborasi hanya berpengaruhi signifikan pada pertukaran produk samping, sedangkan pada pertukaran materi, energy, dan produk samping tidak beripengaruhi secara signifikan.  Adapun model regresi untuk  produk samping adalah: Y3  = 0.256  +  0.316 X1 + 0.663 X2 + e. Dari keempat model regresi yang diperoleh pertukaran energy tidak dipengaruhi signifikan baik oleh sinergi maupun kolaborasi.  Energi sebagai salah satu sumberdaya yang memang sangat penting dan pemanfaatannya kembali tetap ada bagian yang terbuang. 

Keywords: Sinergi, Kolaborasi, Pertukaran materi, Pertukaran energi, Pertukaran produk samping, Pertukaran air

Article Metrics:

  1. Biro Pusat Statistik. 2019. Statistik Indonesia 2019. BPS. Jakarta
  2. Ayres, R dan Leslie W Ayres. (2002). A Handbook of Industrial Ecology. Edward Elgar Publishing Limited. Cheltenham. UK
  3. Behera, SK et al. (2012). Evolution of ‘designed’ industrials symbiosis networks in theUl san Eco-industrial Park :’research and development into business’ as the enabling frame work. Journal of Cleaner Production 29 – 30
  4. Chertow, M. (2004). Industrial Symbiosis. Encyclopedia of Energy. Vol 3
  5. Chertow, M. (2007). “Uncovering” Industrial Symbiosis. Journal of Industrial Ecology Vol 11 Number 1
  6. Chertow, M. (2008). Industrial Symbiosis. Encyclope dia of Earth, July 26 2012
  7. Djajadiningrat, ST dan Melia F. (2004). Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan (Eco Industrial Park). Rekayasa Sains. Bandung
  8. Ismail, Y. 2015. Model Simbiosis Industri pada Rantai Pasok Otomotif yang Berkelanjutan (kajian Rantai Pasok Material Baja pada Komponen Fast Moving). Disertasi. Universitas Indonesia
  9. Jacobsen, NB. (2006). Indusrial Symbiosis in Kalundborg, Denmark. A Quantitative Assessment of Economic and Environmental Aspects. Journal of Industrial Ecolo gy vol 10, Num ber 1-2
  10. Jung, S et all. 2013. A Novel Approach for Evaluating the Performance of Eco-Industrial Park Pilot Project. Journal of Cleaner Production. 39 50-59
  11. Kristanto, P. 2002. Ekologi Industri. LPPM Universitas Kristen Petra Surabaya dan Penerbit Andi Yogyakarta
  12. Lombardi, R, Donald Lyons, Han Shi and Abhishek Agarwal. (2012)b. Industrial Symbiosis. Testing the Boundaries and Advan cing Knowledge. Jour nal of Industrial Ecology vol. 16 number 1
  13. Moayed, S dan Mirbagheri SA. (2010). Determination of Kinetic Constants and Biological Treatment of Automotive Industries Wastewater. International Journal Res 4(1). Iran
  14. Sugiyono 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta, Bandung. Indonesia
  15. Tibbs, H. (1993). Industrial Ecology. An Environmental Agenda for Industry. Global Business Network. USA
  16. Termsinvanich, P, Suwattana T and Dawan W. (2013). Conceptual Model for Effective Implementation of Industrial Symbiosis: A Case Study of Mab-Ta-Phut Industrial Estate. Mediterranean Journal of Social Sciences. Vol 4 (1). Bangkok

Last update: 2021-03-09 11:20:35

No citation recorded.

Last update: 2021-03-09 11:20:35

No citation recorded.