Potensi Ekowisata di Bukit Cinta Danau Rawapening Kabupaten Semarang

*Nurul Lathifah  -  Magister Biologi Universitas Diponegoro
Jafron Wasiq Hidayat  -  Fakultas Sains Dan Matematika Universitas Diponegoro
Fuad Muhammad  -  Fakultas Sains Dan Matematika Universitas Diponegoro
Received: 19 Nov 2019; Published: 31 Aug 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Indonesia mempunyai berbagai jenis sumberdaya hayati potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai objek daya tarik wisata unggul, salah satunya adalah Bukit Cinta Danau Rawapening. Objek wisata tersebut menyajikan landskap alami dan berlokasi di pertemuan Semarang-Solo-Yogyakarta. Potensi sumberdaya dan lokasi yang strategis membuat objek wisata tersebut menjadi salah satu dari 15 danau prioritas nasional, namun demikian masih banyak potensi sumberdaya hayati yang dapat diikembangkan untuk membangun ekowisata di Bukit Cinta Danau Rawapening. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sumberdaya biotik terhadap ekowisata dan mengkaji potensi ekowisata di Bukit Cinta Danau Rawapening Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2018-Maret 2019 dengan mengumpulkan data primer yang meliputi keanekaragaman plankton, makrobenthos, nekton, vegetasi, fisika kimia perairan, potensi objek wisata, dan data sekunder meliputi keanekaragaman burung, jumlah pengunjung. Parameter biotik dianalisis strukturnya sedangkan kualitas air status fisik-kimia. Penilaian potensi daerah wisata menggunakan metode ADO-ODTWA Danau. Berdasarkan hasil penelitian di Bukit Cinta Danau Rawapening dalam aspek biotik memperlihatkan bahwa biota yang mendominasi adalah Melosira sp, Tarebia granifera, Oreochromis niloticus, Eichhornia crassipes, Bubulcus ibis, dan kualitas air masih layak digunakan sebagai tempat wisata. Berdasarkan hasil penilaian identifikasi potensi daerah wisata Bukit Cinta Danau Rawapening termasuk dalam klasifikasi tinggi dengan nilai 6310. Hal ini mengindikasikan bahwa objek wisata Bukit Cinta Danau Rawapening memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata

Keywords: Ekowisata, Sumberdaya hayati, Bukit Cinta, Danau Rawapening, ADO-ODTWA.

Article Metrics:

  1. Adrim, M., dan Fahmi. 2010. Panduan Penelitian untuk Ikan Laut. Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI. Jakarta
  2. APHA (American Public Health Association). 2005. Standart Methods for Examination of Water and Wastewater. Twentieth edition. APHA-AWWAWEF, Washington, D.C., p.10-2-10-18
  3. Aryanto, T., H, Purnaweni., dan T. R. Soeprobowati. 2016. Daya Dukung Jalur Pendakian Bukit Raya di Taman Nasional Bukit Baka Raya Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan. Vol.14(2):72-76
  4. Ayat, A. 2011. Burung-burung Agroforest di Sumatera. World Agroforesty Centre. Bogor
  5. Azmi, N., Yunasfi, dan A. Muhtadi. 2015. Struktur Komunitas Nekton di Danau Pondok Lapan Desa Naman Jahe Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan. Vol.4(9):43-56
  6. Champalbert, G., M. Pagano, P. Sene, and D. Corbin. 2007. Relationship between mesoand macrozooplankton communities and hydrology in the Senegal River Estuary. Estuarine, Costal and Shelf Science. Vol.74:381-394
  7. Damanik, J., dan Helmut. F. W. 2007. Perencaan Ekowisata dari Teorike Aplikasi. Penerbit ANDI. Pusat Studi Pariwisata (PUSPAR) UGM. Yogyakarta
  8. Decenly., T. R. Soeprobowati., dan F. Muhammad. 2014. Potensi Ekowisata Danau di Kawasan Kamipang Kalimantan Tengah. Jurnal Biosaintifika Vol.6(2):87-97
  9. Departemen Kehutanan Ditjen PHKA. 2003. Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Wisata Alam (ADO-OTDWA). Bogor. Direktorat Wisata Alam dan Pemanfaatan Jasa Lingkungan
  10. Dresscher, T. G. N., and H. Van Der Mark. 1974. A Simplified Method for The Assessment of Quality of Fresh and Slightly Brakish Water. Journal Hydrobiologia, Vol.48(3):199-201
  11. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta
  12. Gunn, C. A. 1997. Vacationscape Developing Tourist Areas. Taylor & Francis. USA
  13. Hazarika, L. P. 2013. Diversity indices of macro invertebrates in the Satajan Wetland of Lakhimpur District, Assam. Journal Annals of Biological Research. Vol.4(8):68-72
  14. Jumilawaty, E., A. Mardiastuti., L. Budiprasetyo., dan Y. A. Mulyani. 2011. Keanekaragaman Burung Air di Bagan Percut, Deli Serdang Sumatera Utara. Media Konservasi. Vol.16(3):108-113
  15. Khalida, N. 2015. Struktur Komunitas Burung Diurnal di Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Skripsi. Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro. Semarang
  16. Lathifah, N., J. W. Hidayat., dan F. Muhammad. 2017. Struktur Komunitas Fitoplankton sebagai Dasar Pengelolaan Kualitas Pantai Mangrove di Tapak Tugurejo Semarang. Jurnal Bioma: Berkala Ilmiah Biologi. Vol.19(2):164-169
  17. MacKinnon, J., K. Phillips., B. Van Balen. 2010. Burungburung di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan. Puslitbang Biologi-LIPI/ Birdlife Indonesia Programme
  18. Machnaughton, J.C, S. Harvey-Lavoie, C. Senay, G. Lanthier, G. Bourque, P. Legendre, and D. Boisclair. 2015. A Comparison Of Electrofishing and Visual Surveying Methods For Estimating Fishing Community Structure in Temperate Rivers. River Res. Applic. Vol.31:1040–1051
  19. Magurran, A. E. 1988. Ecological Diversity and Its Measurement. Pricenton University Press. USA
  20. Mochtar, T. 2004. Studi Optimalisasi Potensi di Kawasan Rawapening. Balitbang Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Fakultas Teknik UNDIP
  21. Odum, E. P. 1996. Dasar-Dasar Ekologi Edisi Ketiga. Gajah Mada Universitas Press. Yogyakarta
  22. Pawhestri. S. W., J. W. Hidayat., dan S. P. Putro. 2015. Assessment of Water Quality Using Macrobenthos as Bioindicator and Its Application on Abundance-Biomass Comparison (ABC) Curves. Internasional Journal of Science and Engineering (IJSE). Vol.8(2)
  23. Piranti, A. S., D. R. U. S. Rahayu., dan G. Waluyo. 2018. Nutrient Limiting Factor for Enabling Algae Growth of Rawapening Lake, Indonesia. Journal
  24. Biosaintifika. Vol.10(1):101-108
  25. Rukmi, D. S. 2002. Perilaku dan Kompetisi Interspesifik Kuntul Beasar dan Cangak Merah di Suaka Margasatwa Pulau Rambut Jakarta. Pasca Sarjana IPB. Bogor
  26. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D. CV Alfabeta. Bandung
  27. Sulistiyarto, B., D. Soedharma., M. F. Raharjo., dan Sumardjo. 2007. Pengaruh Musim terhadap Komposisi Jenis dan Kelimpahan Ikan di Rawa Lebak, Sungai Ruangan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Jurnal Biodiversitas. Vol.8 (4) Hal.270-273
  28. Tambunan, R., R. H. Harahap dan Z. Lubis. 2005. Pengeloan Hutan Mangrove di Kabupaten Asahan (Studi Kasus Partisipasi Masyarakat dalam Pengeloaan Hutan Mangrove di Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Asahan). Jurnal Studi Pembangunan. Vol.1(1)
  29. Tanaya, D. R., dan I. Rudiarto. 2014. Potensi Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Jurnal Teknik PWK UNDIP. Vol.3(1):71-81
  30. Taqwa, R. N. 2014. Studi Hubungan Substrat Dasar dan Kandungan Bahan Organik dalam Sedimen dengan Kelimpahan Hewan Makrobenthos di Muara Sungai Sayung Kabupaten Demak. Jurnal Management of Aquatic Resources Vol.3 No.1 Hal.125-133
  31. Tiga, M. R. M., E. I. K. Putri., dan M. Ekayani. 2019. Analisis Potensi Kawasan Laiwangi Wanggameti di Taman Nasional Matalawa untuk Arahan Pengembangan Ekowisata. Jurnal Ilmu Lingkungan. Vol.17(1):32-41

Last update: 2021-03-05 20:12:53

No citation recorded.

Last update: 2021-03-05 20:12:53

No citation recorded.