Analisis Scientometrics Penelitian Merkuri pada Penambangan Emas Skala Kecil di Indonesia Tahun 2009-2019

*Melania Hanny Aryantie  -  Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, Indonesia
Muhamad Yusup Hidayat  -  Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, Indonesia
Dewi Ratnaningsih  -  Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, Indonesia
Eva Lindasari Nasution  -  Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, Indonesia
Received: 18 Dec 2019; Published: 29 Apr 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jil.18.1.185-192 View
Surat pengantar naskah
Subject
Type covering letter and ethical clearance
  Download (684KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Penelitian ini menggunakan analisis scientometrics untuk mengetahui perkembangan penelitian merkuri pada penambangan emas skala kecil (PESK) di Indonesia tahun 2009-2019. Bidang ilmu scientometrics belum populer di Indonesia. Padahal ilmu ini berguna untuk melakukan evaluasi perkembangan ilmu pengetahuan, evaluasi kinerja riset, dan mendukung efisiensi manajemen riset. Basis data yang dipilih dalam penelitian ini adalah portal Garba Rujukan Digital (GARUDA) milik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) saat itu. Abstrak dari 81 publikasi ilmiah tersortir dianalisis menggunakan content analysis berdasarkan kategori yang diturunkan dari Peraturan Presiden Nomor 21/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM). Enam kategori terdiri dari: penyimpanan merkuri dan limbah merkuri, pemulihan dan rehabilitasi lahan bekas PESK, pemantauan merkuri, peta sumber merkuri dan peta dampak emisi merkuri, jalur distribusi merkuri dari hulu ke hilir, dan sosial ekonomi. Keenam kategori tersebut mendasari kuantifikasi publikasi, penulis, lembaga afiliasi, dan sitasi. Riset membuktikan bahwa publikasi PESK tertinggi dihasilkan tahun 2015 (14 artikel), publikasi terbanyak adalah pemantauan merkuri (32 artikel), naskah terbanyak dihasilkan oleh peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) (masing-masing 3 artikel), lembaga afiliasi paling produktif adalah UNSRAT (11 artikel), serta sitasi terbanyak pada tahun 2012 (42 sitasi). Publikasi tentang pemantauan merkuri di PESK diambil sebagai contoh evaluasi perkembangan riset. Data Sungai Talawaan dianalisis untuk media sedimen dan air. Hasilnya ditemukan hubungan yang kuat antara konsentrasi merkuri di media air sesuai pertambahan tahun, sementara di media sedimen tidak signifikan. Temuan yang menjadi rekomendasi adalah kebutuhan riset untuk kegiatan yang minim publikasi, yakni penyimpanan merkuri dan limbah merkuri serta riset tentang alur suplai hingga penggunaan merkuri di PESK. Hasil studi ini menjadi masukan pemerintah tentang pencapaian Indonesia dalam penghapusan merkuri di bidang prioritas PESK serta bahan evaluasi pelaksanaan Konvensi Minamata (Undang-undang Nomor 11/2017) dan pelaksanaan RAN-PPM (Peraturan Presiden Nomor 21/2019).

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Indonesia; merkuri; Minamata; rakyat; tambang emas
Funding: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan

Article Metrics:

  1. Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2017). Hasil Penyelarasan Naskah Akademik Rancangan Undang-undang Pengesahan Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata Mengenai Merkuri). Jakarta. Retrieved from https://www.bphn.go.id/data/documents/na_ruu_ri-minamata.pdf
  2. Esterby, S. R. (1993). Trend Analysis Methods for Environmental Data. Environmetrics, 4(4), 459–481. https://doi.org/10.1002/env.3170040407
  3. Hardiyati, R., Nadhiroh, I. M., Handayani, T., Silalahi, V. M. M., Rahmaida, R., & Amelia, M. (2018). A Contextual Scientometric Analysis of Indonesian Biomedicine Mapping th Potential of Basic Research Downstreaming. STI Policy and Management Journal, 3(2), 67–80. https://doi.org/10.14203/STIPM.2017.134
  4. Kenna, R., Mryglod, O., & Berche, B. (2017). A scientists’ view of scientometrics: Not everything that counts can be counted. Condensed Matter Physics, 20(1), 1–10. https://doi.org/10.5488/CMP.20.13803
  5. Komalig, R., Lasut, M. T., & Tangkuman, H. D. (2010). Kontaminasi Merkuri Dalam Sedimen di Sungai Talawaan. Chemistry Progress, 3(2), 81–84. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/chemprog/article/view/18984/18542
  6. Leydesdorff, L. (2001). The challenge of scientometrics: The development, measurement, and self-organization of scientific communications (2nd ed.). Universal Publishers. Retrieved from http://www.upublish.com/books/leydesdorff-sci.htm
  7. Lukman, Hidayat, D. S., Al-Hakim, S., & Nadhiroh, I. M. (2019). Pengukuran Kinerja Riset: Teori dan Implementasi. (Y. Rianto, Ed.). Jakarta: LIPI Press
  8. Nimitch, M. (2012). Penerapan Unsur Penyalahgunaan dan Peredaran Merkuri dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup Berdasarkan Undang-undang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 4 Tahun 2007 (Studi Terhadap Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri . Jurnal Nestor Magister Hukum Magister Hukum, 2(2). Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/10669-ID-penerapan-unsur-penyalahgunaan-dan-peredaran-merkuri-dalam-tindak-pidana-lingkun.pdf
  9. Perpres No. 21/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (2019)
  10. Pinto, L. de C. M., Dórea, J. G., Bernardi, J. V. E., & Gomes, L. F. (2019). Mapping the Evolution of Mercury (Hg) Research in the Amazon (1991–2017): A Scientometric Analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(7), 1111. https://doi.org/10.3390/ijerph16071111
  11. Sengupta, I. N. (1992). Bibliometrics, Informetrics, Scientometrics and Librametrics: An Overview. Libri, 42(2), 75–98. https://doi.org/https://doi.org/10.1515/libr.1992.42.2.75
  12. Silalahi, M., Santoso, A., & Hidayat, D. (2019). A Scientometric Study on Biodiesel Development in Indonesia. STI Policy and Management Journal, 4(1), 17–34. Retrieved from http://stipmjournal.org/index.php/stipm/article/view/148/pdf
  13. SK.340/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2018 tentang Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia (2018). Indonesia
  14. Sultan, S. N., Abidjulu, J., & Koleangan, H. S. J. (2015). Analisis Kandungan Merkuri dan Sianida di Daerah Aliran Sungai Talawaan, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains, 15(1). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JIS/article/view/8311/7870
  15. UU Nomor 11/2017 tentang Pengesahan Minamata Convention On Mercury (Konvensi Minamata Mengenai Merkuri) (2017)
  16. Wang, L., Xue, X., Zhang, Y., & Luo, X. (2018). Exploring the Emerging Evolution Trends of Urban Resilience Research by Scientometric Analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(10), 2181. https://doi.org/10.3390/ijerph15102181
  17. White, E. R. (2019). Minimum Time Required to Detect Population Trends: The Need for Long-Term Monitoring Programs. BioScience, 69(1), 26–39. https://doi.org/10.1093/biosci/biy144

Last update: 2021-03-06 00:47:15

No citation recorded.

Last update: 2021-03-06 00:47:15

No citation recorded.