Kajian Tipologi dan Pemanfaatan Sumber Daya Air di Provinsi Aceh

*Ahmad Nubli Gadeng  -  Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Ramli Ramli  -  Universitas Syiah Kuala
Muhammad Okta Ridha Maulidian  -  Universitas Syiah Kuala
Furqan Ishak Aksa  -  Universitas Samudra
Dede Rohmat  -  Universitas Pendidikan Indonesia
Mirza Desfandi  -  Universitas Syiah Kuala
Received: 16 Apr 2020; Published: 31 Aug 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Air merupakan material yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi, tanpa apa air kehidupan tidak dapat berlangsung dengan sempurna. Akan tetapi ketersediaan air di setiap daerah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tipologi dan pemanfaatan sumber daya air di Aceh. Metodologi yang digunakan yaitu library research (penelitian kepustakaan). Hasil yang didapatkan yaitu, Aceh memiliki berbagai tipologi sumber daya air, Pertama, memiliki 14 CAT (Cekungan Air Tanah), ada yang skala kabupaten/Kota, skala lintas kabupaten/kota bahkan skala lintas provinsi. Kedua, memiliki 10 Sungai, 11 WS (Wilayah Sungai), 15 DAS (Daerah Aliran Sungai) dan 7 Danau. Berbagai sumber daya air tersebut yang dimanfaatkan oleh penduduk Aceh berjumlah 5.189.466 jiwa, dengan jumlah kepala rumah tangga (kepala keluarga) 1.231.058 KK, dan tingkat kepadatan penduduk 91 Jiwa/Km², sehingga dapat dipastikan dengan sumber daya air yang sangat melimpah, pasokan air yang dibutuhkan oleh masyarakat akan selalu tercukupi. Terlebih lagi dalam hal pemanfaatan air untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti MCK (mandi, cuci, kakus), keperluan ibadah, keperluan pertanian, perkebunan, peternakan, perindustrian, dan berbagai keperluan lainnya dalam rangka menunjang kebutuhan hidup masyarakat yang terdapat di Aceh.

Keywords: Pemanfaatan, Sumber Daya Air, Tipologi

Article Metrics:

  1. Agustiningsih, Dyah. Sasongko, Budi Setia, dan Sudarno. 2012. Analisis Kualitas Air Dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal Jurnal PRESIPITASI Vol. 9 No.2 September 2012, ISSN 1907-187X
  2. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Krueng Aceh. 2009. Statistik Pembangunan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Krueng Aceh Tahun 2008. Banda Aceh: Departemen Kehutanan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan Dan Perhutanan Sosial
  3. Effendi, Edie. 2008. Kajian Model Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Das) Terpadu. Direktorat Kehutanan Dan Konservasi Sumberdaya Air
  4. Gregory, K.J. and Walling, D.E. 1973. Drainage Basin Form and Process. Fletcher and Son Ltd. Norwich
  5. Jusuf, saputra Andri. 2015. Geologi Dan Pemetaan Cekungan Air Tanah Kota Gorontalo Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis. Jurnal Fakultas MIPA, UNG
  6. Kementerian PUPR. 2015. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 04/PRT/M/2015 Tentang Kriteria Dan Penetapan Wilayah Sungai
  7. Kodoatie, Robert J dan Sjarief, Rosetam. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Yogyakarta: Andi
  8. Kodoatie, Robert J dan Sjarief, Rosetam. 2010. Tata Ruang Air: Pengelolaan bencana, pengelolaan infrastruktur, penataan ruang wilayah, pengelolaan lingkungan hidup. Yogyakarta: Andi
  9. Kodoatie, Robert J dan Sugiyanto. 2002. Banjir- Beberapa penyebab dan metode pengendaliannya dalam perspektif Lingkungan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  10. Kodoatie, Robert J. 2012. Tata Ruang Air Tanah. Yogyakarta: Andi
  11. Lintas Gayo, Media Online. 2014. Ini dia data 7 danau di Provinsi Aceh, Laut Tawar paling besar. http://lintasgayo.co/2014/06/17/ini-dia-data-7-danau-di-provinsi-aceh-laut-tawar-paling-besar
  12. Martopo, S. dkk. 1994. Dasar-dasar Ekologi. Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  13. Notohadiprawiro T., 1988. Tanah, Tataguna Lahan dan Tata Ruang dalam Aanalisis Dampak Lingkungan. PPLH-UGM, Yogyakarta
  14. Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 2008 Tentang Air Tanah
  15. Pusat Lingkungan Geologi, Badan Geologi, Dep. ESDM. 2009. Peta CAT Indonesia. Lampiran KepPres tentang Penetapan CAT Indonesia, Juni
  16. Renstra SDA Prov Aceh 2007-2012
  17. Seizarwati, Wulan. Dan Rengganis, Heni. 2016. Tipologi Dan Kualitas Sumber-Sumber Air Di Pulau Yamdena Dan Selaru, Maluku Tenggara Barat. Jurnal Sumber Daya Air Vol.12 No. 1, Mei 2016: 77 – 88
  18. Setyowati, Liesnoor Dewi dan Suharini, Erni. Das Garang Hulu: Tata Air, Erosi dan Konservasi. Yogyakarta: Ombak
  19. Soemarwoto, Otto. 1985. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Penerbit Jambatan, Jakarta
  20. Soewarno. 1991. Hidrologi Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai (Hidrometri). Bandung: Nova
  21. Sudaryono, 2002. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Das) Terpadu, Konsep Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol.3, No. 2, Mei 2002: 153-158
  22. Suriawiria, Unus. 2003. Air dalam Kehidupan dan Lingkungan yang Sehat. Penerbit Alumni. Bandung
  23. Todd, D.K, 1980. Groundwater Hydrology. John Wiley & Sons, New York
  24. UU No.7 tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air
  25. Wiwoho, 2005, Model Identifikasi Daya Tampung Beban Cemaran Sungai Dengan QUAL2E. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang
  26. Younger, Paul. L. 2007. Groundwater in the Environment. Blackwell Publishing Ltd, Victoria 3053 Australia

Last update: 2021-02-25 01:47:45

No citation recorded.

Last update: 2021-02-25 01:47:45

No citation recorded.